Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Dua Putri Gus Dur Ikut Desak Bebaskan Aktivis Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Dua Putri Gus Dur Ikut Desak Bebaskan Aktivis Semarang

Desakan pembebasan dua aktivis Semarang, Dera dan Munif, kian menguat. Bukan lagi sekadar aksi solidaritas kampus, suara kini datang dari dua putri Gus Dur, Alisa Wahid dan Inayah Wahid, yang ikut menandatangani penjaminan dan mendesak polisi menghentikan penahanan keduanya.

T. Budianto
Last updated: Desember 5, 2025 8:55 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
PENANGGUHAN PENAHANAN: Sejumlah tokoh mengajukan permohonan penangguhan penahanan dua aktivis di Mapolrestabes Semarang, Jumat (5/12). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Polisi sampe sekarang masih nahan Dera dan Munif, dua aktivis Semarang. Gelombang protes pun berdatangan. Ratusan orang turun tangan. Termasuk dua putri Gus Dur, Alisa Wahid dan Inayah Wahid. Mereka desak polisi agar membatalkan penahanan Dera dan Munif.

Nama Alisa dan Inayah nongol jelas di daftar penjamin. Bukan cuma tanda tangan formal, tapi pernyataan sikap yang tegas. “Ini soal kemanusiaan dan soal keadilan,” begitu bunyi respons yang disampaikan tim penjamin, Jumat (5/12).

Baca juga: Duh, Habis Dampingi Korban Kriminalisasi, Dera Malah Dikriminalisasi

Totalnya ada 200 tokoh yang ngajuin sebagai penjamin penangguhan Dera dan Munif. Belasan orang mewakili penjamin mendatangi Kapolrestabes. Surat diterima, tapi ya begitu, belum tentu dikabulkan. “Kami tunggu jawaban tanggal 10 Desember,” ujar Hotmauli Sidabalok, perwakilan penjamin.

Para penjamin menyoroti dua hal. Pertama, soal penangkapan tanpa pemanggilan. Kedua, fakta bahwa dua aktivis itu harusnya menikah 11 Desember. “Ini urusan hak dasar, jangan dihambat,” begitu kutipan yang mereka titipkan melalui jaringan Gusdurian.

Kejanggalan

Sementara itu, penjamin lain mempertanyakan proses hukum yang janggal. “Tahu-tahu ditangkap tanpa panggilan. Ini aneh,” kata Setiawan Budi dari Pelita. Banyak yang sepakat, termasuk dua putri Gus Dur, bahwa pola begini terlalu sering menimpa aktivis.

Baca juga: Aktivis Semarang Diciduk: Tangkap Dulu, Bukti Belakangan

Polisi bilang penangkapan Dera dan Munif terkait demo rusuh 29 Agustus. Tapi belum jelas bukti keterlibatannya. Kasatreskrim cuma bilang, “Masih kami kaji.” Jawaban aman, tapi makin bikin publik curiga.

Yang jelas, desakan publik kali ini punya bobot besar. Karena ketika Alisa dan Inayah Wahid ikut bersuara, artinya masalah ini bukan cuma soal dua aktivis, tapi soal cara negara memperlakukan warganya. (bae)

You Might Also Like

Ayah Bejat di Banjarnegara Terancam 15 Tahun Bui Usai Coba Habisi Anak Kandung

Daya Tampung Siswa Baru Kota Semarang Naik 15 Persen

17 KONI Dulongmas Kompak Dukung Sujarwanto Jadi Ketua KONI Jateng

Kota Lama Jadi Laut?

Enam Hari Berlalu, Misteri Pembunuhan Bocah Cilegon Belum Terjawab

TAGGED:deraheadlinemunifpenahanan aktivisPolrestabes Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ngeri, Kasus HIV di Jateng Sampe 40 Ribu
Next Article Prabowo Naikkan Bonus Peraih Emas SEA Games

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

96 Ribu Pejabat “Belum Lapor”, MAKI: KPK Jangan Cuma Kasih Angka, Spill Namanya!

MBG Lima Hari Aja? Santai, Daerah 3T Dapat “Bonus Sabtu”

Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Haji 2026 Tetap Berangkat, Meski Timur Tengah Lagi Panas-Panasnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

KNPI dan Kesbangpol Semarang Hadirkan Forum Debat Kekinian, Mahasiswa Bicara Tanpa Batas

Oktober 7, 2025
Kondisi hutan yang sudah diubah menjadi lahan sawit. Sayangnya, lahan-lahan ini dikuasai oligarki dan sekarang dalam kondisi mangkrak. Menteri Nusron hanya menonton?. Foto: Greenpeace Indonesia
Nasional

3,1 Juta Hektar Lahan Sawit Ilegal Dibiarkan Mangkrak! Menteri Nusron Cuma Nonton?

September 10, 2025
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Tuban, Jawa Timur, ditutup sehari setelah diresmikan. Padahal KDMP Pucangan adalah Koperasi Merah Putih Percontohan
Daerah

Bikin Geger! Baru Sehari Diresmikan, Koperasi Merah Putih Percontohan di Tuban Langsung Tutup

Juli 23, 2025
Sepak Bola

Jafri Out, Alfredo Vera Mulai Disebut-sebut

Februari 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dua Putri Gus Dur Ikut Desak Bebaskan Aktivis Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?