BACAAJA, BANJARNEGARA – Banjarnegara lagi-lagi bikin gebrakan. Kali ini lewat Polres Banjarnegara yang baru saja meresmikan dapur bergizi kedua alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kertayasa, Kecamatan Mandiraja.
Bukan sekadar dapur biasa, tempat ini jadi simbol semangat baru buat mendukung program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas Yayasan Kemala Bhayangkari. Sebelumnya, dapur pertama sudah lebih dulu beroperasi di Desa Pucungbedug, Purwanegara, sejak 24 Oktober 2025 lalu.
Peresmian yang digelar Kamis (6/11/2025) itu berlangsung hangat. Hadir Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto, jajaran pejabat utama Polres, Ketua Bhayangkari Cabang Banjarnegara, Forkompincam Mandiraja, dan para tokoh masyarakat.
Bisa dibilang, ini bukan sekadar acara seremonial. Ada semangat nyata di baliknya — semangat buat bantu masyarakat biar makin sehat dan kuat lewat makanan bergizi.
Kapolres Mariska dalam sambutannya bilang, SPPG ini adalah wujud nyata komitmen Polres Banjarnegara buat memperluas pelayanan ke masyarakat, sekaligus dukungan penuh buat program makan bergizi gratis dari pemerintah.
“Ini SPPG kedua. Semoga bisa membawa manfaat dan harapan baru menuju masyarakat yang sehat, kuat, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Rencananya, dapur ini bakal mulai beroperasi tanggal 24 November mendatang. Targetnya lumayan besar, sekitar 2.260 penerima manfaat, mulai dari siswa sampai guru.
Mereka tersebar di 16 sekolah, dari kelompok bermain, TK, SD, MI, SMP, sampai SMK. Jadi bukan cuma anak-anak, tapi para pendidik pun dapat asupan sehat biar tetap semangat.
Lebih dari sekadar bagi-bagi makanan, SPPG ini punya misi yang lebih dalam — membangun kualitas sumber daya manusia lewat pemenuhan gizi yang optimal.
“Kehadiran SPPG bukan cuma soal makan, tapi soal masa depan generasi kita,” kata Mariska.
Ia menekankan, program ini sejalan banget sama upaya pemerintah buat mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan tangguh.
Apalagi di era sekarang, isu stunting dan gizi buruk masih jadi PR besar di banyak daerah. Kehadiran SPPG seperti ini bisa jadi langkah konkret buat bantu menyelesaikannya dari akar.
Bhayangkari juga punya peran penting di balik dapur ini. Mereka bukan cuma mendukung, tapi ikut turun langsung memastikan bahan, menu, dan distribusi berjalan lancar.
Di Kertayasa sendiri, warga terlihat antusias. Bagi mereka, program ini bukan cuma tentang makanan gratis, tapi juga bentuk perhatian nyata dari aparat yang selama ini dikenal lewat sisi keamanan, bukan dapur gizi.
“Kalau polisi aja peduli sama urusan makan sehat, masa kita enggak?” celetuk salah satu warga sambil tersenyum.
Langkah kecil dari Polres Banjarnegara ini bisa jadi inspirasi bagi daerah lain. Karena pelayanan masyarakat nggak selalu harus soal patroli dan penegakan hukum, tapi juga soal bagaimana menjaga kesehatan generasi.
Dua dapur bergizi ini adalah bentuk nyata sinergi antara Polri, Bhayangkari, dan masyarakat. Kolaborasi yang sederhana tapi berdampak panjang.
Harapannya, dari dapur sederhana di desa, lahir anak-anak cerdas yang kelak jadi generasi emas Indonesia. Sebab, masa depan negeri ini sejatinya dimulai dari piring-piring kecil yang berisi makanan bergizi. (*)


