BACAAJA, SEMARANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi rutinitas bagi banyak pelajar di Indonesia. Di balik makanan yang dibagikan setiap hari, ada harapan agar kebutuhan gizi siswa terpenuhi sehingga mereka bisa belajar dengan nyaman dan tetap berenergi sepanjang kegiatan di sekolah.
Namun, keamanan makanan tetap menjadi hal yang tidak boleh disepelekan. Ketika muncul kabar dugaan keracunan makanan, orang tua, siswa, dan pihak sekolah tentu perlu lebih waspada terhadap makanan yang akan dikonsumsi.
Dalam ajaran Islam, menjaga kesehatan bisa diiringi dengan doa kepada Allah SWT. Membaca doa sebelum makan bukan hanya bentuk rasa syukur atas rezeki, tetapi juga menjadi ikhtiar spiritual agar makanan yang dikonsumsi membawa manfaat dan keberkahan.
Perintah Mengonsumsi Makanan yang Baik
Islam mengajarkan umatnya untuk memilih makanan yang halal sekaligus baik. Prinsip ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 168:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا
Yā ayyuhan-nāsu kulū mimmā fil-arḍi ḥalālan ṭayyibā.
Artinya: “Wahai manusia, makanlah dari makanan yang halal dan baik yang terdapat di bumi.”
Ayat tersebut mengingatkan bahwa makanan tidak cukup hanya memenuhi ketentuan halal. Kualitas, kebersihan, dan kelayakannya juga perlu diperhatikan agar tidak membahayakan kesehatan.
Dalam pelaksanaan program MBG, prinsip makanan yang baik ini bisa menjadi pengingat bagi semua pihak untuk menjaga kualitas hidangan sejak proses pengolahan hingga makanan diterima siswa.
Doa Sebelum Makan yang Bisa Diamalkan
Sebelum menyantap makanan, umat Islam dianjurkan membaca basmalah. Bacaan singkat ini menjadi bentuk mengingat Allah SWT sebelum menikmati rezeki yang diberikan-Nya.
بِسْمِ اللهِ
Bismillāh.
Artinya: “Dengan nama Allah.”
Selain basmalah, ada pula doa yang dikenal luas dalam tradisi umat Islam untuk memohon keberkahan atas makanan.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allāhumma bārik lanā fīmā razaqtanā wa qinā ‘ażāban-nār.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan lindungilah kami dari azab neraka.”
Doa tersebut berisi permohonan agar rezeki yang diberikan Allah SWT membawa keberkahan. Namun, redaksinya tidak secara khusus menyebut perlindungan dari keracunan makanan.
Doa Memohon Perlindungan dari Bahaya
Jika ingin memohon perlindungan dari bahaya makanan, seseorang juga bisa berdoa menggunakan bahasa yang dipahaminya. Salah satu contoh doa dengan redaksi umum adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ احْفَظْنَا مِنْ كُلِّ ضَرَرٍ، وَبَارِكْ لَنَا فِي طَعَامِنَا، وَاجْعَلْهُ نَافِعًا لِأَجْسَادِنَا
Allāhumma iḥfaẓnā min kulli ḍarar, wa bārik lanā fī ṭa’āminā, waj’alhu nāfi’an li-ajṣādinā.
Artinya: “Ya Allah, lindungilah kami dari segala bahaya, berkahilah makanan kami, dan jadikanlah makanan ini bermanfaat bagi tubuh kami.”
Doa ini merupakan permohonan umum kepada Allah SWT, bukan bacaan khusus yang dijamin dapat mencegah keracunan. Karena itu, membaca doa tetap perlu dibarengi tindakan nyata untuk menjaga kesehatan.
Jangan Abaikan Kondisi Makanan
Sebelum menyantap hidangan MBG, siswa sebaiknya memeriksa kondisi makanan dan kemasannya. Jika makanan terlihat basi, berubah warna, berbau tidak wajar, atau menunjukkan tanda kerusakan, sebaiknya jangan dikonsumsi.
Apabila setelah makan muncul gejala seperti mual, muntah, diare, nyeri perut, atau pusing, segera laporkan kepada guru, orang tua, maupun petugas kesehatan. Pemeriksaan medis diperlukan jika keluhan mengkhawatirkan atau kondisinya memburuk.
Pada akhirnya, doa sebelum makan menjadi pengingat untuk mensyukuri rezeki sekaligus memohon kebaikan dari Allah SWT. Dalam menjalani program MBG, doa dan kehati-hatian perlu berjalan beriringan karena tawakal bukan alasan untuk mengabaikan keamanan pangan. (*)

