BACAAJA, JAKARTA- Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari bilang, wejangan langsung dari Presiden Prabowo Subianto bikin mental atlet Indonesia naik level. Dampaknya langsung terasa di arena pertandingan.
“Kalau istilah saya, para atlet benar-benar menggila karena dilepas langsung oleh Presiden Prabowo dengan semangat yang luar biasa,” kata Okto di Jakarta, Rabu (24/12/2025). Menurutnya, SEA Games jadi tolok ukur awal untuk membaca kapasitas atlet Indonesia di ajang multievent.
Soalnya, level persaingan bakal makin brutal ke depan. “SEA Games ini cuma diikuti 11 negara. Setelah ini kita masuk Asian Games dengan 45 negara, lalu Olimpiade yang diikuti lebih dari 200 negara,” lanjutnya.
Baca juga: Prabowo Naikkan Bonus Peraih Emas SEA Games
Bukan cuma motivasi, Presiden Prabowo juga kasih sinyal serius soal apresiasi. Ia memerintahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menpora Erick Thohir menyiapkan bonus Rp1 miliar bagi atlet peraih emas.
Janji itu disampaikan langsung saat Presiden melepas kontingen Merah Putih di Istana Negara, 5 Desember 2025. Bukan janji manis, tapi jadi bahan bakar mental tambahan buat atlet.
Pencapaian Terbaik
Hasilnya pun nyata. Indonesia menutup SEA Games Thailand 2025 dengan 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu, mengamankan posisi runner-up klasemen akhir. Ini jadi pencapaian terbaik Indonesia di SEA Games luar negeri sejak edisi Thailand 1995.
Okto menegaskan, prestasi ini bukan kebetulan. Chef de Mission Bayu Priawan Djokosoetono sudah mencatat banyak indikator positif dari berbagai sisi. “SEA Games ini jadi parameter awal. Banyak rekor SEA Games yang terlampaui, bahkan ada yang menyentuh rekor dunia,” ujarnya.
Baca juga: Indonesia Ngebut di SEA Games, Pulang Bawa Rekor
Catatan itulah yang bikin Okto optimistis. Menurutnya, performa atlet di Thailand jadi bukti bahwa potensi maksimal mereka mulai terlihat. “Saya sangat bangga dengan atlet-atlet Indonesia yang bertanding dengan maksimal di SEA Games Thailand,” tutup Okto.
SEA Games sudah dilewati dengan mode menggila. Bonus Rp1 miliar sudah dijanjikan. Rekor pun rontok. Tinggal satu PR: apakah konsistensi ini bisa bertahan saat lawannya bukan sebelas negara, tapi ratusan? (tebe)


