BACAAJA, BANJARNEGARA – Libur Lebaran tahun ini, Dataran Tinggi Dieng kembali jadi magnet wisatawan. Pada H+3, tercatat lebih dari 12 ribu orang berkunjung, memadati jalur menuju kawasan wisata. Kepadatan kendaraan membuat arus lalu lintas tersendat sejak pagi di beberapa titik strategis.
Kepala UPTD Dieng, Wibi Satria Nayansah, menyebut peningkatan kunjungan cukup signifikan dibandingkan akhir pekan biasa. “Biasanya 4.000 orang, sekarang bisa sampai 12.000 di H+3,” ujarnya. Ia memprediksi puncak arus wisata akan berlangsung sampai H+4 Lebaran.
Sejumlah destinasi favorit tetap jadi magnet utama, mulai dari Candi Arjuna, Kawah Sikidang, hingga Telaga Merdada. Wibi mengingatkan wisatawan bahwa cuaca di Dieng bisa berubah cepat. Pengunjung disarankan membawa jas hujan atau payung supaya liburan tetap nyaman.
Hilda, wisatawan dari Yogyakarta, mengaku terpikat oleh kesejukan Dieng. “Di sini enak, dingin. Hari ini sudah keliling Candi Arjuna, Kawah Sikidang, sama Telaga Warna,” kata Hilda. Ia berencana mengejar sunrise di Bukit Sikunir keesokan harinya.
Tika, wisatawan asal Semarang, juga menyukai suasana sejuk Dieng dibandingkan kotanya yang panas. “Seru banget, di sini adem. Cocok banget buat refreshing pas libur Lebaran,” ungkapnya. Ia datang bersama rombongan teman-temannya untuk menikmati panorama dan udara segar.
Tak hanya Candi dan kawah, Dieng menyimpan banyak destinasi lain yang layak dikunjungi. Museum Kailasa, Kawah Candradimuka, hingga Sumur Jalatunda jadi alternatif bagi wisatawan yang ingin pengalaman berbeda. Setiap lokasi tetap dipadati pengunjung, menunjukkan daya tarik Dieng masih tinggi.
Kepadatan ini juga menjadi tantangan bagi pengelola untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Penjagaan arus lalu lintas dan petugas keamanan diperbanyak di titik rawan macet. Sementara fasilitas publik terus dipantau agar tidak kewalahan menghadapi lonjakan wisatawan.
Di sisi lain, minat wisatawan menandakan Dieng sukses mempertahankan reputasinya sebagai tujuan liburan favorit saat Lebaran. Keindahan alam, kesejukan udara, dan kekayaan budaya jadi kombinasi yang sulit ditolak. Momen liburan panjang benar-benar dimanfaatkan pengunjung untuk refreshing sambil menikmati panorama khas Dieng.
Pemerintah dan pengelola wisata menekankan pentingnya kesadaran wisatawan soal lingkungan dan protokol keselamatan. Sampah harus dikelola dengan benar, dan pengunjung diimbau mematuhi rambu-rambu serta petunjuk petugas. Dengan demikian, liburan tetap menyenangkan tanpa mengorbankan kenyamanan dan keamanan bersama.
Di akhir kunjungan, wisatawan meninggalkan Dieng dengan pengalaman yang berkesan. Suasana sejuk, pemandangan cantik, dan spot Instagramable jadi cerita yang dibawa pulang. Lonjakan pengunjung ini sekaligus jadi tanda bahwa Dieng tetap primadona destinasi liburan Lebaran 2026. (*)


