BACAAJA, SEMARANG- Perusahaan kendaraan listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) resmi mendukung uji coba operasional bus listrik di Kota Semarang. Langkah ini jadi bagian dari dorongan transportasi hijau sekaligus upaya menekan emisi di kawasan perkotaan.
Direktur dan Chief Operational Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, menyebut pihaknya tak sekadar memproduksi kendaraan listrik model CKD, tapi juga aktif mendorong adopsi EV di sektor transportasi umum.
Bareng karoseri nasional Karoseri Laksana, VKTR ikut uji coba satu unit bus listrik 12 meter di Koridor 1 Trans Semarang. Rutenya Terminal Mangkang- Terminal Penggaron, dan bakal diuji selama satu bulan penuh.
Baca juga: Bajaj Online Nyasar Semarang? Izin Masih “Dikulik” Dishub!
Selama masa trial, bus ini langsung angkut penumpang. Jadi evaluasinya bukan cuma teknis mesin, tapi juga pengalaman pengguna, mulai dari kenyamanan, performa, sampai respons masyarakat.
Langkah ini sekaligus menjawab keresahan warga soal bus berbahan bakar fosil yang dikenal ngebul dan dijuluki “cumi-cumi darat”. Buat VKTR, uji coba di Semarang jadi bagian strategi ekspansi nasional setelah sebelumnya 122 unit bus listrik rakitannya beroperasi di Jakarta lewat sejumlah operator Transjakarta. Tambahan 30 unit lagi juga sedang proses karoseri di Laksana.
Gelar FGD
Sebelum uji coba jalan, VKTR dan Laksana juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema modernisasi dan transisi bus listrik menuju transportasi berkelanjutan di Semarang. Forum ini dihadiri Dinas Perhubungan Kota Semarang, BLU UPTD Trans Semarang, hingga operator lokal.
Bus listrik tersebut juga sudah menjalani uji KIR sebagai syarat kelayakan operasional. Artinya, dari sisi regulasi dan standar keselamatan, sudah siap tempur di jalanan kota.
Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, menilai kolaborasi industri dalam negeri jadi kunci percepatan elektrifikasi transportasi umum. Menurutnya, kesiapan desain dan standar keselamatan tinggi menunjukkan industri nasional nggak cuma ikut tren, tapi siap jadi pemain utama.
Baca juga: BRT Mogok-Mogok? Wali Kota: Servis Total Mulai Sekarang!
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyambut baik uji coba ini sebagai bagian dari rencana modernisasi armada Trans Semarang. Evaluasi selama satu bulan bakal jadi bahan pertimbangan sebelum implementasi lebih luas.
Apalagi, Semarang tengah menyiapkan rencana pengadaan 27 unit bus listrik 12 meter pada 2026 untuk Koridor 1. Kalau hasil trial oke, bukan nggak mungkin jalanan kota bakal makin sunyi dari suara mesin diesel.
Buat VKTR, kolaborasi ini bukan cuma soal satu kota. Ini momentum membuka babak baru ekspansi kendaraan listrik nasional di sektor transportasi publik.
Dan buat warga? Semoga julukan “cumi-cumi darat” segera pensiun. Karena kalau bus sudah nggak ngebul, mungkin yang tersisa cuma kenangan… dan udara yang sedikit lebih bersih. (tebe)


