BACAAJA, SEMARANG- Total Dana Desa (DD) 2026 di Jawa Tengah tercatat sebesar Rp 6,831 triliun. Namun, yang benar-benar masuk kategori Dana Desa reguler hanya Rp 2,6 triliun. Sisanya, sekitar Rp 4,1 triliun, dialokasikan untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil
(Dispermadesdukcapil) Jateng, Nadi Santoso menjelaskan, tahun lalu total Dana Desa mencapai Rp 7,9 triliun. Tahun ini, setiap desa diperkirakan menerima antara Rp 300 juta hingga Rp 400 juta.
Baca juga: Dampak KDMP! Dana Desa di Jateng Susut Parah, Sekitar 70 Persen
“Kalau tahun ini per desa akan mendapatkan dana desa antara Rp 300-400 juta,” jelas Nadi, Rabu (19/2/2026). Dana tersebut akan dicairkan dalam dua tahap: 60 persen pada tahap pertama dan 40 persen pada tahap kedua. Biasanya pencairan dilakukan sekitar Maret dan Juli.
Menariknya, skema earmark atau pembagian khusus seperti tahun sebelumnya sudah tidak diberlakukan. Artinya, desa punya keleluasaan lebih, tapi tetap harus mengikuti fokus penggunaan yang sudah ditetapkan.
Hasil Musdes
Nadi mengingatkan agar dana yang ada dipakai efektif dan efisien, sesuai hasil musyawarah desa (musdes). Ia juga mendorong desa menggali Pendapatan Asli Desa (PADesa) untuk menutup kebutuhan program yang mungkin terdampak penyesuaian anggaran.
“Solusinya desa harus mampu menggali PADesa untuk membiayai pembangunan desa,” ujarnya. Dari total Rp 6,831 triliun tersebut, sekitar 61 persen atau Rp 4,198 triliun dialokasikan untuk KDMP. Dana ini difokuskan pada pembangunan fisik seperti gedung, pergudangan, dan pengembangan produk koperasi.
Baca juga: Rp40,34 Triliun Dana Desa Sudah Tersalur, BLT Menjangkau Hampir 8.000 Desa
Penyesuaian ini mengacu pada kebijakan dalam Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui PMK Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Desa.
Dengan komposisi baru ini, desa memang harus lebih cermat atur strategi. Karena sekarang, bukan cuma soal berapa besar dana yang turun, tapi seberapa pintar desa memutar anggaran yang ada. (tebe)


