BACAAJA, SEMARANG- Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) RT di Kota Semarang masih menyisakan anggaran miliaran rupiah. Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang dari Fraksi PkS, Ali Umar Dhani menilai sisa anggaran jadi tanda belum maksimalnya pemanfaatan BOP di tingkat RT.
Dia memaklumi jika ada RT yang memang tidak mengajukan atau tidak menghabiskan dana BOP karena alasan kondisi ekonomi menengah ke atas, artinya merasa sudah punya kas sendiri.
Namun, Dhani juga menyinggung soal administrasi yang dinilai ribet. Ia menyebut, kerumitan prosedur kerap bikin pengurus RT dan RW malas mengurus pencairan.
Baca juga: Ratusan RT di Kota Semarang Ogah Ambil BOP, Anggaran Tersisa Miliaran
“Ini yang perlu dievaluasi. Kalau administrasinya dipermudah, RT dan RW tidak lagi merasa terbebani,” tegasnya,” kata Dhani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/1/2026).
Permudah Administrasi
DPRD, lanjut Dhani, bakal mendorong penyederhanaan proses administrasi BOP. Harapannya, tidak ada lagi RT atau RW yang mundur gara-gara urusan kertas.
Meski begitu, Dhani mengapresiasi langkah DP3A Kota Semarang yang rutin melakukan monitoring dan evaluasi. Namun ia menilai, pendampingan perlu lebih diarahkan ke pemanfaatan yang benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Baca juga:
“Monitoring itu penting, tapi harus diikuti dengan arahan program yang konkret dan tepat sasaran,” katanya. Ia berharap, pada 2026 nanti, pengelolaan BOP bisa lebih rapi dan serapannya makin maksimal. Transparansi dan akuntabilitas juga diminta tetap dijaga agar kepercayaan publik tidak luntur. (bae)


