BACAAJA, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) diam-diam menggeledah sejumlah money changer di Jakarta. Langkah ini dilakukan buat menelusuri dugaan aliran dana korupsi tata kelola crude palm oil (CPO) dan limbah sawit (POME) di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.
Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, Rabu (21/1/2026).
“Benar, kami pernah melakukan penggeledahan di satu atau dua tempat penukaran uang asing,” kata Syarief di Gedung Kejagung.
Bacaaja: Edan! Kejagung Sampai Sekarang Gak Mampu Eksekusi Silfester Matutina
Bacaaja: Tumpukan Uang Kejagung Dipamerkan, Kerja Nyata atau Pencitraan?
Penggeledahan itu dilakukan akhir Desember 2025, tepat menjelang pergantian tahun. Lokasinya ada di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan, dan yang menarik, money changer tersebut berada di dalam pusat perbelanjaan.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Penyidik menduga ada alur uang mencurigakan yang lewat jalur penukaran mata uang.
“Kami mencari dugaan aliran dana ke satu atau dua orang melalui tempat penukaran uang,” jelas Syarief.
Meski begitu, Kejagung belum mau buka detail:
- siapa yang menukar uang,
- dari mana asal duitnya,
- dan ke mana ujungnya mengalir
Yang jelas, alur transaksi itu berkaitan langsung dengan perkara korupsi POME yang sedang disidik.
“Memang ada aliran uang, tapi dari mana dan ke mananya belum bisa kami buka,” tegasnya.
Namun, soal dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Kejagung masih hati-hati.
“Belum bisa kita pastikan TPPU, tapi ini terkait langsung dengan kasus yang sedang kita sidik,” kata Syarief.
Artinya, fokus utama penyidik saat ini masih pada kasus korupsi tata kelola CPO dan POME, bukan pencucian uang—setidaknya untuk sekarang.
Sita dokumen, tapi tak ada uang tunai
Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen yang diduga menyimpan jejak transaksi keuangan penting. Dokumen inilah yang kini sedang dikuliti penyidik Jampidsus.
Namun, hingga kini belum ada uang tunai yang disita, yang dicari murni rekam jejak transaksi.
Aktivitas yang ditelusuri meliputi penukaran rupiah ke valuta asing dan sebaliknya.
Kejagung masih kunci rapat informasi
Kejagung juga belum mau mengungkap apakah pihak yang menukar uang berasal dari:
- unsur swasta
- pejabat
- atau pihak lain
Semuanya masih dikunci rapat karena masuk materi penyidikan. Yang pasti, jalur money changer kini jadi fokus penting dalam mengurai benang kusut dugaan korupsi sawit ini. (*)


