BACAAJA, CILACAP – Tim SAR gabungan masih berjibaku mencari lima warga yang belum ditemukan setelah longsor besar melanda Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap. Tetapi upaya pencarian pada Selasa sore terpaksa berhenti sementara karena cuaca berubah ekstrem dalam hitungan menit.
Kepala Basarnas Cilacap, M. Abdullah, menyebut hujan deras yang turun sejak sore membuat kondisi lapangan makin berisiko. Pencarian hari keenam akhirnya dihentikan pada pukul 16.15 WIB demi keamanan seluruh personel.
Tanah di area longsor ikut berubah jadi sangat gembur karena bercampur air. Kondisi itu bikin alat kerja sulit bergerak dan tim tidak bisa memperkirakan kekuatan pijakan. “Pencarian dilanjutkan besok pagi,” ujar Abdullah.
Meski pencarian tersendat cuaca, kabar duka kembali muncul dari proses identifikasi di lapangan. Tim SAR menemukan dua jenazah baru yang ternyata adalah ibu dan anak: Lilis Safitri (39) dan Arum Purnamasari (4).
Keduanya ditemukan berdekatan di Work Site B2, lokasi yang memang jadi titik fokus sejak pagi. Penemuan pertama terjadi sekitar pukul 15.03 WIB, disusul penemuan kedua tak lama setelahnya.
Dua korban ini diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat longsoran tanah besar menerjang pada Kamis malam, 13 November 2025. Material tanah yang turun begitu cepat membuat banyak warga tidak sempat menghindar.
Di sisi lain, dukungan pencarian terus berdatangan. Polrestabes Semarang mengirim 15 anjing K9 untuk memperkuat pencarian di Cilacap dan wilayah terdampak lain seperti Banjarnegara. K9 ini diharapkan bisa mempercepat pelacakan titik-titik yang sulit dijangkau alat berat.
Meski operasi sempat terhenti, semangat tim di lapangan tidak surut. Begitu cuaca memungkinkan, pencarian bakal langsung dilanjutkan demi menemukan lima warga lain yang masih belum terdeteksi. (*)


