BACAAJA, SEMARANG – Pelan-pelan tapi kelihatan jelas. Di sebelah Danau Bukit Semarang Baru (BSB) City, bentang alam berubah warna. Dulu masih hijau asri, kini berubah jadi cokelat.
Alih fungsi lahan ini bisa terlihat secara jelas dari citra satelit. Coba saja masukkan kata kunci “BSB Semarang” pada aplikasi atau web Google Earth. Kamu akan disuguhkan dengan penampakan warna cokelat mencolok.
Kalau mau lebih detail, coba fokuskan pengamatan pada area cokelat. Jejak alat berat tampak membelah lahan, membentuk jalur-jalur panjang dan cekungan. Di beberapa titik, terlihat genangan air, indikasi perubahan kontur tanah.
Bacaaja: Banjir yang Naik Kelas: Alarm Keras untuk Tata Ruang Kota Semarang
Bacaaja: Walhi Ungkap Akar Masalah Banjir Jateng, Tata Ruang Semrawut Banget
Area ini berbatasan langsung Danau BSB. Masih satu kawasan dengan beberapa perumahan elit di BSB. Di sisi lain masih tampak sisa vegetasi dan area hijau yang belum tersentuh.
Saya mencoba memanfaatkan fitur pengukur luas di Google Eart. Dengan mengarahkan garis poligon sesuai area berwarna cokelat, maka akan muncul hasilnya.
Dari situ terlihat area pembukaan lahan ini sekitar 112,25 hektare, dengan keliling mencapai 4,4 kilometer.
Luasnya bukan main. Sebagai perumpamaan, jika dijadikan lapangan sepak bola, bisa jadi 157 lapangan–dengan asumsi ukuran lapangan standar FIFA.

Kalau melihat skalanya, ini jelas bukan proyek kecil. Namun, sebenarnya bakal dijadikan apa? Saya belum menemukan informasi yang cukup untuk pertanyaan itu.
Yang jelas, alih fungsi lahan ratusan hektare itu nyata. Berdasarkan foto satelit secara periodik, pembukaan lahan tersebut bisa dibilang baru.
Citra satelit yang diambil 19 Maret 2022 nunjukin, kawasan sekitar Danau BSB masih terlihat adem. Hijau mendominasi. Petak-petak vegetasi masih utuh, dengan permukiman yang relatif rapi di tepiannya.
Lompat ke 27 Mei 2024, mulai kelihatan perubahan. Hijau mulai terbelah. Beberapa bidang tanah berubah warna, dari hijau ke cokelat kemerahan. Jalur akses baru muncul, pola lahan makin geometris. Ini fase “pemanasan”.
Masuk 7 April 2025, barulah babak utamanya. Area merah kecokelatan melebar signifikan. Ratusan hektare tampak dibuka serentak. Kontur tanah terlihat diratakan, bekas bukaan membentuk bidang besar yang menyatu.
Pembukaan lahan ini mungkin saja legal, izinnya sesuai. Tapi bukan itu poinnya. Makin luas alih fungsi lahan berarti makin sedikit daerah resapan air.
Ketika terjadi pembangunan masif di daerah Semarang atas seperti kawasan BSB, maka yang kena getahnya Semarang bawah. Terus gimana? (bae)


