BACAAJA, SEMARANG- Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelayanan transportasi di Stasiun Tawang Semarang, Kamis (25/12/2025) di tengah arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sebelum ke stasiun, Wapres dan rombongan lebih dulu menyapa umat Kristiani yang merayakan Natal di Lapangan Pancasila, Kota Salatiga. “Kunjungan ini untuk meninjau kelancaran para pengguna kereta api,” kata Taj Yasin di sela peninjauan.
Baca juga: Bikin Naik Bus Makin Praktis, Pemprov Luncurkan Sistem Pembayaran Digital Trans Jateng
Selain mengecek pelayanan penumpang, rombongan juga melihat langsung progres revitalisasi Stasiun Tawang, yang merupakan bangunan cagar budaya. Taj Yasin menegaskan, revitalisasi harus tetap menjaga keaslian bangunan bersejarah tersebut.
Secara umum, Taj Yasin menyebut perayaan Natal di Jawa Tengah berlangsung aman dan lancar. Namun, arus masuk ke Jateng diperkirakan masih akan meningkat menjelang perayaan Tahun Baru.
Kualitas Pelayanan
Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop IV Semarang Luqman Arif menjelaskan, fokus utama peninjauan Wapres dan Wagub adalah kualitas pelayanan di Stasiun Tawang, mulai dari fasilitas hingga kesiapan petugas.
“Tadi beliau melihat langsung fasilitas pelayanan kami, proses di stasiun, dan juga menyapa penumpang. Intinya, beliau mengapresiasi layanan kereta api di Daop IV, khususnya Stasiun Tawang,” ujar Luqman.
Menurutnya, apresiasi tersebut diharapkan bisa jadi standar pelayanan bagi stasiun-stasiun lain, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat drastis seperti masa Nataru.
Luqman juga memaparkan, puncak penumpang libur Natal di wilayah Daop IV Semarang terjadi pada 24 Desember 2025, bertepatan dengan dimulainya libur sekolah. Jumlah penumpang saat itu tembus lebih dari 30 ribu orang dengan tujuan berbagai kota.
Baca juga: Libur Panjang Datang, Jateng Bersiap Diserbu 7,8 Juta Pelancong
“Nataru ini terbagi dua, libur Natal dan libur Tahun Baru. Untuk Natal kemarin sudah lebih dari 30 ribu penumpang. Untuk Tahun Baru, kami perkirakan puncaknya sekitar 28 Desember dengan jumlah yang kurang lebih sama,” jelasnya.
Stasiun dicek, pelayanan diapresiasi, penumpang makin padat. Tinggal satu harapan klasik: kereta tepat waktu, antrean nggak panjang, dan toilet tetap manusiawi. (tebe)


