BACAAJA, JAKARTA – Hujan masih jadi tamu rutin di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hari ini, bikin banyak warga harus tetap waspada meski aktivitas tetap jalan seperti biasa.
BMKG ngasih info kalau hujan ringan sampai sedang berpeluang turun di pesisir barat dan tengah Aceh, termasuk Banda Aceh, Sabang, sampai Lhokseumawe.
Untuk Sumut, cuaca siang bakal didominasi awan tebal di Medan, Binjai, sampai Tanjung Balai, sementara pesisir timur dan kawasan sekitar Danau Toba diprediksi diguyur hujan ringan.
Sumatera Barat juga nggak jauh beda. Padang, Bukittinggi, dan Pariaman diperkirakan berawan, tapi daerah pegunungan dan pesisir barat tetap ada potensi hujan ringan.
BMKG ngingetin, ketiga provinsi ini harus lebih siaga karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih bisa turun sewaktu-waktu.
Situasi makin berat karena Aceh, Sumut, dan Sumbar memang lagi menghadapi dampak banjir dan longsor. Data BNPB hingga 1 Desember 2025 mencatat 442 korban meninggal dan puluhan ribu warga mengungsi.
Di tengah kondisi ini, peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jadi sorotan karena mereka langsung turun ke lapangan membantu penyintas.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bilang SPPG bukan cuma mengurus gizi harian, tapi juga fasilitas yang paling siap bergerak saat bencana.
Dalam bencana kali ini, ada 286 SPPG yang aktif di Aceh, Sumut, dan Sumbar sejak hari pertama.
Aceh mengerahkan 55 SPPG untuk memenuhi kebutuhan makanan pengungsi di berbagai titik.
Sumut, sebagai daerah dengan dampak paling besar, menurunkan 173 SPPG buat melayani ribuan warga terdampak.
Sementara itu, 66 SPPG bergerak membantu pengungsi di Sumatera Barat yang harus meninggalkan rumah akibat banjir dan longsor.
Koordinasi semua unit ini disebut berjalan cepat, sehingga bantuan bisa mengalir tanpa hambatan berarti.
Dadan juga nyampein kalau kemampuan SPPG merespons kondisi darurat menunjukkan pentingnya keberadaan fasilitas pemenuhan gizi dari pusat sampai daerah.
Selain respons bencana, BGN juga lagi nyiapin program besar yang bakal dimulai Januari 2026, yaitu Makan Bergizi Gratis, dengan belanja harian menyentuh Rp 900 miliar.
Program itu disebut bakal langsung ngasih dorongan ekonomi sejak hari pertama tahun berjalan, bahkan ketika banyak kementerian belum mulai membelanjakan anggarannya.
Dadan bilang, 24 ribu SPPG yang rampung dibangun sampai akhir Desember 2025 bakal bikin proses distribusi makanan bisa dimulai tanpa jeda administrasi.
Dengan skema itu, BGN mengklaim bisa bergerak lebih cepat dibanding mekanisme belanja banyak lembaga yang biasanya baru berjalan di akhir Januari.
Kalau berjalan mulus, perputaran uang yang masif setiap hari bakal ikut ngangkat daya beli masyarakat secara signifikan.
Di tengah cuaca yang belum stabil dan tantangan bencana yang masih berlangsung, kehadiran SPPG serta peringatan BMKG jadi kombinasi penting yang bikin warga tetap bisa bertahan dan bergerak.
Meski hujan diprediksi masih turun hari ini, setidaknya banyak pihak terus memastikan bahwa mereka yang terdampak tetap mendapat bantuan dan perhatian maksimal. (*)


