BACAAJA, JAKARTA – BGN ngotot MBG tetap jalan saat anak-anak libur sekolah. Demi apa coba? Siapa juga yang nanti mau makan?
Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bukan berarti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut libur.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program ini tetap berjalan selama masa Nataru, meski dengan skema yang sedikit menyesuaikan kondisi libur sekolah.
Bacaaja: 204 Siswa SMPN 1 Blora Keracunan MBG, 20 Dirawat di RS
Bacaaja: Anak Buah Cak Imin Bilang MBG Gak Butuh Ahli Gizi: Pembuat Kebijakan Itu Saya!
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan ada dua pola distribusi MBG selama libur akhir tahun.
Yang pertama, program MBG untuk kelompok 3B—ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita—dipastikan tetap jalan normal. Nggak ada kata libur buat kelompok ini.
“Untuk bumil, busui, dan balita, MBG tidak libur. Tetap disalurkan seperti biasa,” ujar Nanik saat dihubungi, Minggu (21/12/2025).
Sementara itu, MBG untuk anak sekolah bersifat fleksibel dan tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah. Artinya, siswa tetap bisa dapat MBG, tapi mekanismenya menyesuaikan.
Skema pertama, siswa boleh datang ke sekolah untuk mengambil MBG meski sedang libur. Nantinya, mereka akan mendapat makanan siap santap di lokasi sekolah.
“Kalau muridnya mau ambil ke sekolah, ya kita kasih. Kalau tidak mau, ya tidak kita kasih. Semua tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah,” jelas Nanik.
Skema kedua, MBG tetap dibagikan tapi tidak setiap hari. Dalam skema ini, siswa akan menerima paket kombinasi yang dirancang supaya kebutuhan gizinya tetap terpenuhi meski jarang ke sekolah.
BGN sendiri sudah mengatur hal ini lewat Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025. Isinya, selama libur sekolah, siswa akan mendapatkan satu paket makanan siap santap dan dua paket makanan kemasan tahan lama.
Distribusi dilakukan maksimal dua kali dalam seminggu. Makanan siap santap dikonsumsi di sekolah, sementara paket kemasan bisa dibawa pulang.
Menu yang dibagikan pun disesuaikan. Selama libur, siswa akan menerima makanan kering atau yang tidak perlu diolah ulang.
“Isinya seperti buah, roti dari UMKM, susu, dan telur—terutama telur asin,” kata Nanik.
Namun, sekali lagi, semua mekanisme ini bergantung pada kesiapan dan persetujuan pihak sekolah. Jika sekolah tidak bersedia menjadi lokasi distribusi selama libur, BGN tidak akan memaksakan.
“Mekanismenya fleksibel. Bisa dua atau tiga hari sekali. Tapi tetap harus ada kesepakatan dengan sekolah,” tegasnya.
Sebagai catatan, libur akhir tahun siswa bertepatan dengan libur semester genap dan perayaan Natal serta Tahun Baru. Di sebagian besar daerah, libur sekolah berlangsung dari 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Pertanyaannya, saat libur sekolah BGN ngotot MBG tetap jalan, ini demi gizi anak-anak atau demi cuan tetap jalan? (*)

