BACAAJA, SEMARANG – Semarang bukan cuma soal kuliner dan kota transit. Di balik hiruk-pikuknya, kota ini menyimpan jejak sejarah panjang, bahkan ada yang sudah berdiri sejak abad ke-17 dan masih bisa dikunjungi sampai sekarang.
Berjalan di sudut-sudut Kota Semarang rasanya seperti membuka lembaran waktu. Bangunan tua, kawasan bersejarah, hingga tempat ibadah kuno masih berdiri kokoh, jadi saksi perjalanan panjang kota pelabuhan ini.
Salah satu yang paling ikonik tentu saja Kota Lama Semarang. Kawasan ini sering dijuluki “Little Netherlands” karena deretan bangunan bergaya kolonial Belanda yang masih terawat. Jalan-jalan di sini, kamu bakal disuguhi suasana klasik yang beda dari kota modern pada umumnya.
Bacaaja: 5 Spot Wisata Paling Diburu saat Libur Lebaran di Semarang: dari Lawang Sewu sampai Saloka
Di kawasan ini juga berdiri Gereja Blenduk, gereja tua dengan kubah besar yang sudah ada sejak abad ke-18. Bangunan ini jadi salah satu landmark paling terkenal di Semarang dan sering jadi spot foto favorit wisatawan.
Kalau ingin melihat perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa, mampir ke Klenteng Sam Poo Kong. Tempat ini berkaitan erat dengan kisah pelayaran Laksamana Cheng Ho, dan hingga kini masih ramai dikunjungi untuk wisata maupun ibadah.
Tak jauh dari situ, ada juga Lawang Sewu, bangunan bersejarah yang dulu digunakan sebagai kantor perusahaan kereta api Belanda. Selain nilai sejarahnya, arsitekturnya yang megah juga jadi daya tarik tersendiri.
Buat yang ingin wisata religi sekaligus sejarah, Masjid Agung Jawa Tengah juga layak masuk daftar. Meski lebih modern, kawasan ini tetap punya nilai budaya yang kuat dan jadi salah satu ikon kota.
Bacaaja: Benteng Pendem Ambarawa: Kini Tak Lagi Sunyi
Ada juga Tugu Muda yang menjadi simbol perjuangan rakyat Semarang dalam peristiwa pertempuran lima hari. Monumen ini mengingatkan bahwa kota ini juga punya sejarah heroik, bukan hanya kolonial.
Dan tentu saja, perjalanan sejarah Semarang tidak bisa dilepaskan dari pelabuhan dan jalur perdagangannya di masa lalu. Banyak bangunan tua di kota ini yang dulunya jadi pusat aktivitas ekonomi sejak ratusan tahun lalu.
Menariknya, semua tempat ini tidak hanya jadi objek foto, tapi juga ruang belajar terbuka. Wisatawan bisa mengenal sejarah, budaya, hingga perjalanan panjang Semarang dari masa ke masa.
Jadi, kalau selama ini kamu ke Semarang cuma buat kulineran, mungkin sudah saatnya coba cara lain menikmati kota ini menyusuri jejak sejarahnya yang ternyata masih hidup sampai sekarang. (dul)


