Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Bela Negara Nggak Melulu Angkat Senjata, Wali Kota: Mulai dari Peduli Sesama
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bela Negara Nggak Melulu Angkat Senjata, Wali Kota: Mulai dari Peduli Sesama

Bela negara kini tak lagi soal angkat senjata atau baris-berbaris. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengajak warga memaknai patriotisme lewat aksi nyata yang lebih dekat dengan keseharian, mulai dari solidaritas kemanusiaan, kepedulian sosial, hingga saling bantu saat bencana. Pesan itu ia sampaikan dalam peringatan ke-77 Hari Bela Negara di Balai Kota Semarang, Jumat (19/12/2025).

T. Budianto
Last updated: Desember 19, 2025 11:32 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
INSPEKTUR UPACARA: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bertindak sebagai inspektur upacara saat memimpin peringatan Hari Bela Negara di Halaman Balai Kota Semarang, Jumat (19/12/2025), diikuti jajaran ASN, TNI-Polri, serta relawan kebencanaan sebagai simbol semangat bela negara melalui aksi nyata dan solidaritas kemanusiaan. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Bela negara ternyata nggak harus pakai seragam loreng atau latihan baris-berbaris. Menurut Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, aksi sederhana seperti saling bantu saat bencana, peduli kemanusiaan, sampai jaga ruang digital dari hoaks, justru jadi bentuk bela negara paling relevan hari ini.

Pesan itu disampaikan Agustina saat memimpin peringatan ke-77 Hari Bela Negara di Halaman Balai Kota Semarang, Jumat (19/12/2025). Ia mengajak warga memaknai ulang bela negara sebagai gerakan solidaritas, bukan sekadar jargon sejarah.

Baca juga: Harimaunya Kok Tinggal Empat? Pemkot Semarang Buka Suara

“Bela negara itu terus berubah. Dulu perjuangan fisik, sekarang kesiapsiagaan. Hari ini, wujudnya bisa lewat aksi kemanusiaan,” ujar Agustina. Ia mengingatkan, peringatan 19 Desember tak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada 1948, saat agresi militer Belanda mengancam eksistensi Indonesia.

“Di situ kita belajar, negara ini bisa bertahan karena keberanian dan kebersamaan dalam kondisi paling genting,” katanya. Namun menurut Agustina, tantangan zaman sekarang jauh berbeda.

Ancaman kedaulatan tak lagi datang dari senjata, tapi dari disrupsi teknologi, serangan siber, manipulasi informasi, hingga bencana alam yang makin sering terjadi.

Ancaman Hoaks

“Sekarang ancamannya bukan tank, tapi hoaks. Bukan bom, tapi bencana. Jadi bela negara itu urusan semua warga, bukan cuma aparat,” ujarnya.

Dalam momentum tersebut, Agustina juga menyinggung kondisi saudara-saudara sebangsa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah dilanda bencana. Tiga daerah itu, kata dia, punya peran besar dalam sejarah berdirinya republik.

“Dari Aceh kita belajar keteguhan, dari Sumatera Utara semangat Medan Area, dan dari Sumatera Barat lahir PDRI. Tanpa mereka, cerita Hari Bela Negara nggak akan lengkap,” lanjutnya.

Baca juga: Bola GPS: Cara Baru Pemkot “Nggrebek” Sumbatan di Saluran Drainase

Ia menegaskan, cinta tanah air hari ini harus turun ke aksi nyata: saling bantu saat bencana, menjaga persatuan, memperkuat keluarga, aktif berkontribusi sesuai peran, dan tentu saja lebih bijak di dunia digital.

“Bela negara itu soal bagaimana kita hadir buat sesama dan buat Indonesia,” pungkasnya. Pemkot Semarang, kata Agustina, berkomitmen menanamkan nilai bela negara lewat kebijakan publik yang mendorong kepedulian sosial dan daya tahan masyarakat.

Kalau dulu bela negara identik dengan angkat senjata, hari ini mungkin cukup dengan angkat tangan buat nolong sesama, bukan buat ngetik komentar nyinyir. (tebe)

You Might Also Like

Sapu Bersih Emas, Silat Jateng Kampiun PON Bela Diri 2025

Luthfi: Sekolah Bukan Cuma Tempat Belajar, Tapi “Jalan Keluar” dari Kemiskinan

Menkomdigi Beberin “Bisnis Gelap” di Balik Live Streaming Demo, Nyambung ke Judi Online!

Fix! Inosentius Samsul Disetujui Jadi Hakim MK Gantikan Arief Hidayat

Runyam! Siswa Korban Keracunan MBG di Pamekasan Diminta Bikin Video Muntah karena Kekenyangan

TAGGED:agustina wilujengbela negarapemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Menang 1-0, Tapi Bukan Skor yang Dicari PSIS
Next Article Esteban Vizcarra Siap Jadi Motor Lini Tengah PSIS

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

96 Ribu Pejabat “Belum Lapor”, MAKI: KPK Jangan Cuma Kasih Angka, Spill Namanya!

MBG Lima Hari Aja? Santai, Daerah 3T Dapat “Bonus Sabtu”

Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Haji 2026 Tetap Berangkat, Meski Timur Tengah Lagi Panas-Panasnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi ledakan.
Info

Jejak Digital, Ledakan, dan Misteri di Balik Sekolah Tenang Itu

November 8, 2025
Ekonomi

Langkah Bareng Muhammadiyah dan Bulog Jaga Pangan Negeri

Desember 7, 2025
Sepak Bola

Sohib Messi Runtuhkan Ambisi Rizky Ridho Raih Puskas Award 2025

Desember 18, 2025
Sepak Bola

Bos PSIS Pengin Jatidiri Tetap Jadi Tempat Panen Poin

Januari 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bela Negara Nggak Melulu Angkat Senjata, Wali Kota: Mulai dari Peduli Sesama
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?