BACAAJA, SURABAYA — Kabar tragis datang dari Surabaya. Bayi Alena yang sempat kritis dan dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya akhirnya meninggal dunia dalam usia 28 hari pada Minggu (11/10/2026).
Kisah bayi Alena viral di media sosial (medsos). Ia sempat kritis setelah diduga dicekoki telur mentah oleh neneknya sendiri.
Alena yang dirawat sejak Jumat (9/10/2026) kondisinya dilaporkan terus memburuk, hingga akhirnya meninggal dunia.
Kisah Alena menjadi perhatian warganet setelah muncul dugaan bahwa dirinya diberi telur mentah oleh neneknya, yang merupakan ibu dari ayah bayi tersebut. Telur itu disebut diberikan dengan alasan untuk membantu menurunkan demam.
Bacaaja: Bayi Usia 24 Hari Kritis, Diduga Gara-Gara Dicekoki Nenek Telur Mentah
Bacaaja: Geger! Driver Ojol Dapati Paket Berisi Mayat Bayi
Kabar meninggalnya Alena disampaikan melalui akun Threads @calistaarisha. Pemilik akun tersebut merupakan tante Alena sekaligus saudara kandung dari ibu bayi itu.
Dalam unggahannya, keluarga menyampaikan terima kasih kepada warganet yang telah memberikan doa dan dukungan selama Alena menjalani perawatan.
Calista juga menyebut persoalan keluarga yang ramai dibicarakan di media sosial telah ditindaklanjuti. Ia meminta warganet menghormati kondisi keluarga yang masih berduka dan belum siap menjawab berbagai pertanyaan.
Keluarga turut menyampaikan apresiasi kepada tim medis RSUD Dr. Soetomo dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak atas bantuan yang diberikan kepada Alena.
Humas RSUD Dr. Soetomo, Adin Niken, membenarkan kabar meninggalnya Alena pada Minggu pagi.
“Betul, pasien bayi tersebut meninggal hari ini pukul 07.10 WIB. 28 hari usia adeknya saat meninggal,” kata Niken kepada detikJatim.
Niken menjelaskan bahwa tim medis telah berupaya memberikan penanganan sesuai standar pelayanan dan kebutuhan pasien.
Sementara itu, pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan lebih jauh mengenai kondisi medis Alena maupun kaitannya dengan dugaan pemberian telur mentah. Informasi tersebut termasuk dalam privasi pasien.
Kasus Alena juga memicu perhatian tenaga medis. Sejumlah dokter menyampaikan belasungkawa sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memberikan makanan atau minuman kepada bayi yang baru lahir.
Dokter pemilik akun Threads @dr.ferrykslg menjelaskan bahwa bayi berusia di bawah satu bulan masih berada dalam periode neonatus. Pada usia ini, kebutuhan nutrisi bayi dipenuhi melalui ASI atau susu formula yang sesuai.
Bayi baru lahir tidak boleh diberi telur mentah, air putih, madu, jamu, atau ramuan tradisional tanpa arahan tenaga medis. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) umumnya dimulai sekitar usia enam bulan, sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Jika bayi mengalami demam, orang tua perlu segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Demam pada bayi berusia di bawah tiga bulan perlu mendapat penilaian medis segera, bukan ditangani menggunakan makanan atau ramuan rumahan.
Kepergian Alena menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam merawat bayi baru lahir. Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, penyebab medis meninggalnya Alena tetap perlu merujuk pada keterangan tenaga kesehatan, bukan asumsi yang belum terverifikasi. (*)

