BACAAJA, BANJARNEGARA – Suasana halaman Mapolres Banjarnegara, Senin (3/11/2025) pagi itu terasa beda. Bukan cuma aparat berseragam, tapi juga ada para buruh dan pengemudi ojek online yang tumplek blek ikut apel kebangsaan.
Di bawah langit Banjarnegara yang cerah, apel kebangsaan ini jadi ajang buat ngumpul bareng sekaligus menguatkan solidaritas antara Polri dan masyarakat pekerja. Tema utamanya sederhana tapi kuat: bareng-bareng jaga kamtibmas dan semangat kebangsaan.
Kegiatan ini melibatkan jajaran PJU Polres Banjarnegara, Kapolsek se-wilayah, serta perwakilan dari tiga perusahaan besar—PT Gistex Garment, PT Falcata Jaya Makmur, dan PT Cosmoprof Indokarya. Tak ketinggalan, komunitas Ojol Banjarnegara ikut meramaikan.
Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto, SIK, MM, MH dalam sambutannya menekankan bahwa keamanan bukan cuma urusan polisi. Menurutnya, masyarakat, terutama buruh dan ojol, punya peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
“Keamanan itu tanggung jawab kita bareng-bareng. Buruh dan ojek online itu mitra strategis Polri. Mereka bukan cuma penggerak ekonomi, tapi juga garda depan dalam menjaga stabilitas sosial,” ujar AKBP Mariska.
Ia bilang, pekerja lapangan seperti ojol dan buruh bisa jadi sumber informasi penting buat kepolisian. Mereka tahu dinamika jalanan dan lingkungan kerja yang kadang jadi titik rawan gangguan kamtibmas.
“Kalau ada potensi gangguan, kecelakaan, atau kejahatan di jalan, jangan ragu buat lapor. Ojol dan buruh bisa jadi agen informasi real-time,” lanjutnya.
Menurut Mariska, langkah kecil seperti itu justru punya dampak besar. “Kadang satu laporan cepat bisa mencegah masalah besar. Jadi, ini kolaborasi nyata, bukan cuma simbolik,” katanya.
Selain menjaga keamanan, ia juga mengingatkan agar semua pihak lebih waspada terhadap provokasi dan hoaks yang sering menyebar di media sosial. “Sekarang bukan zamannya mudah tersulut isu. Harus cerdas dan bijak dalam menyaring informasi,” tegasnya.
AKBP Mariska juga berpesan agar buruh dan ojol bisa jadi pelopor keselamatan berkendara. “Keselamatan di jalan itu tanggung jawab bersama. Jadilah contoh buat pengguna jalan lain,” katanya.
Ia menambahkan, apel kebangsaan ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk nyata kebersamaan lintas profesi dalam menjaga Banjarnegara tetap damai.
“Kita semua satu keluarga besar Banjarnegara. Kalau guyub dan kompak, apa pun bisa dihadapi,” ujar Kapolres penuh semangat.
Suasana apel berlangsung khidmat tapi santai. Banyak peserta yang tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Beberapa ojol bahkan terlihat menyiarkan langsung lewat ponsel mereka.
Di akhir apel, peserta diajak menyanyikan lagu kebangsaan bersama. Momen ini bikin suasana makin hangat dan penuh semangat nasionalisme.
Polres Banjarnegara berharap kegiatan seperti ini bisa jadi agenda rutin, biar komunikasi antara aparat dan masyarakat tetap terjaga.
“Hubungan yang baik bikin situasi makin aman. Kita saling jaga, saling dukung,” tutup Mariska dengan senyum.
Apel kebangsaan ini juga diakhiri dengan foto bersama dan sesi ngobrol santai antara Kapolres dan komunitas ojol. Banyak cerita ringan yang dibahas, dari keamanan lalu lintas sampai pengalaman unik di jalan.
Bagi para peserta, kegiatan ini jadi bukti kalau keamanan memang butuh kerja sama semua pihak. Tak ada sekat antara seragam cokelat, jaket hijau, atau baju pabrik.
Banjarnegara hari itu seolah menunjukkan wajah damai yang ingin terus dijaga—guyub, aman, dan penuh semangat gotong royong. (*)


