Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Banjir Informasi Digital, Saleh Minta Mahasiswa Unwahas Asah Nalar Kritis
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Banjir Informasi Digital, Saleh Minta Mahasiswa Unwahas Asah Nalar Kritis

Saleh bilang, kemampuan berpikir kritis jadi bekal penting agar tak gampang termakan hoaks hingga manipulasi informasi berbasis AI.

R. Izra
Last updated: Juni 28, 2026 9:56 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
MANIFESTO NALAR KRITIS - Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh meminta mahasiswa mengasah nalar kritis agar banjir informasi di era digital tak menjadi bencana. Hal ini disampaikan Saleh dalam latihan keterampilan manajemen mahasiswa di Auditorium Fakultas Kedokteran Kampus II Unwahas Semarang, Sabtu (27/6/2026).
MANIFESTO NALAR KRITIS - Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh meminta mahasiswa mengasah nalar kritis agar banjir informasi di era digital tak menjadi bencana. Hal ini disampaikan Saleh dalam latihan keterampilan manajemen mahasiswa di Auditorium Fakultas Kedokteran Kampus II Unwahas Semarang, Sabtu (27/6/2026).
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pesatnya kemajuan digital bisa jadi bencana. Informasi yang melimpah ruah bisa menjadi ancaman bila tanpa filter yang memadai.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengajak mahasiswa Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang untuk memperkuat nalar kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis menjadi bekal penting agar generasi muda tidak mudah termakan hoaks, konten provokatif, hingga manipulasi informasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan deepfake.

Bacaaja: Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat
Bacaaja: Unwahas Buka Prodi Teknik Pertambangan Pertama di Jateng, Siap Cetak Bos Tambang!

Pesan itu disampaikan Saleh saat menjadi narasumber dalam Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa bertema Manifesto Nalar Kritis: Kepemimpinan Mahasiswa Berbasis Aswaja dalam Menavigasi Krisis Geopolitik dan Disrupsi Global di Auditorium Fakultas Kedokteran Kampus II Unwahas Semarang, Sabtu (27/6/2026).

Saleh mengatakan, sepanjang sejarah Indonesia, mahasiswa selalu menjadi motor perubahan. Menurutnya, perubahan besar lahir dari keberanian berpikir kritis yang kemudian diwujudkan melalui aksi nyata.

“Pemuda dan mahasiswa selalu menginisiasi perubahan dalam setiap perjalanan sejarah bangsa melalui nalar kritisnya yang dimanifestasikan, dinyatakan, dan diwujudkan dalam perjuangan,” ujarnya.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah itu menilai, di tengah banjir informasi yang beredar setiap hari, mahasiswa punya peran strategis sebagai agen literasi yang membantu masyarakat memilah informasi yang benar.

Karena itu, mahasiswa tidak boleh sekadar menerima informasi begitu saja. Mereka harus terbiasa menguji kebenaran informasi, memahami konteksnya, hingga berani mempertanyakan hal-hal yang dinilai tidak sesuai dengan nilai keadilan sosial.

“Di tengah banjir informasi dan konten saat ini, gerakan mahasiswa adalah harapan. Mahasiswa harus menjadi pelopor untuk menyadarkan semua orang agar tidak menerima informasi secara mentah-mentah, bahkan harus berani mempertanyakan status quo demi keadilan sosial,” katanya.

Jangan gagap hadapi AI dan deepfake

BERPIKIR KRITIS - Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh ajak mahasiswa mengasah nalar kritis menghadapi banjir informasi di era digital, agar tak terjebak informasi palsu berbasis AI.
BERPIKIR KRITIS – Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh ajak mahasiswa mengasah nalar kritis menghadapi banjir informasi di era digital, agar tak terjebak informasi palsu berbasis AI.

Saleh juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah bingung menghadapi perkembangan teknologi, termasuk maraknya AI, deepfake, maupun buzzer yang kerap menyajikan informasi seolah-olah benar.

Menurutnya, mahasiswa yang berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) harus mengedepankan sikap tabayyun atau mencari kejelasan sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi.

“Tidak perlu bingung di tengah serbuan AI, deepfake, buzzer, di mana semuanya seolah memberi kebenaran. Mahasiswa Aswaja tidak perlu bingung, lakukan tafakur, bukan ikut-ikutan. Kedepankan tabayyun, urusan viral belakangan saja,” tegasnya.

Ia pun mengajak mahasiswa membangun “imunitas digital” dengan membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memahami konteks sebuah konten, serta menelaah motif di balik penyebaran informasi tersebut.

“Latih nalar kritis dengan mempraktikkan cek sumber informasi, konteks konten, dan motif. Jangan hanya jadi konsumen informasi dan konten. Jangan sampai teracuni dengan konten, bangun kekebalan atau imunitas dengan nalar kritis,” ujarnya.

Di akhir pemaparannya, Saleh menegaskan bahwa berpikir kritis tetap harus berjalan seiring dengan etika dan adab.

“Kalau nalar kritis Barat meragukan semua hal, nalar kritis Aswaja meragukan semua hal secara beradab. Boleh curiga tapi tetap santun,” pungkasnya. (*)

You Might Also Like

Mau Dagang Kok Minta Izin Dulu? DPR Sentil ART Prabowo-Trump

Dari Viral ke Laporan: Kisah ‘Nebeng Hujan’ yang Berujung Penyelidikan Polisi

Atlet Porwanas Jateng Borong Gelar di Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2025

PDIP Tetap Ngotot Pilkada Langsung

“Trabas Jariyah” di Purbalingga, Petualangan Liar yang Berbuah Amal

TAGGED:AIakal imitasibanjir inforasiberpikir kritisdigitalkecerdasan buatanm salehwakil ketua dprd jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SOEKARNO RUN--Ribuan peserta Soekarno Run SOC 2026 berlari dari garis start di Alun-Alun Utara Keraton Surakarta, Minggu (28/6/2026). (bae) Respati: Soekarno Run Jadi Pemicu Solo Genjot Sport Tourism
Next Article Kota Semarang Siap Sambut 8.000 Kafilah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

Perbaikan Jalan Provinsi, Pemprov Dapat Suntikan Anggaran Rp200 Miliar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

TERTAWA ALA NEGERI WACANDA - Pertunjukan tetaer Keraton Siluman yang penuh kritik sosial yang dibungkus dalam canda tawa, sukses mengocok perut penonton di UPGRIS, Sabtu (23/5/2026). (dul)
Info

Teater Belum Mati di Semarang, Keraton Siluman Bikin Penonton Ketawa Sampai Sakit Perut

Mei 25, 2026
Olahraga

Musorprov Jateng Mundur, Tapi Calonnya Udah Fix Satu

Oktober 18, 2025
Anggota Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI GM Totok Hedi Santosa saat junjungan kerja BAM DPR RI di KEK Industropolis Batang, pekan lalu. Foto: dok.
Info

DPR Ingatkan KEK Batang Soal Ekologi dan Tuntutan Kerja Adil Buat Semua

September 25, 2025
Hukum

Pagi Kalap di Selabaya, Tetangga Bacok Tetangga Sendiri

November 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Banjir Informasi Digital, Saleh Minta Mahasiswa Unwahas Asah Nalar Kritis
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?