BACAAJA, KUDUS- Dua orang tewas terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kudus, Jateng di awal 2026 ini. Selain itu, satu bocah perempuan bernama Ismi Najiba (5) masih dalam pencarian tim SAR.
Korban tewas pertama berinisial AW (26) warga Desa Bacin, Kecamatan Bae. Dia tewas setelah terpeleset arus sungai yang deras. Korban selanjutnya Sriyatun warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog yang meninggal dunia pada Minggu (11/1/2026) setelah material longsor menimpa warungnya.
“Dua meninggal dunia satu masih pencarian,” kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Ahmad Munaji, Senin (12/1/2026). Banjir dan longsor di Kudus terjadi pada Jumat (9/1/2026) setelah wilayah itu diguyur hujan deras.
Baca juga: Jateng Masih Basah Sampai Tengah Februari
Beberapa sungai seperti Sungai Gelis, Sungai Piji dan Sungai Dawe meluap, merendam ribuan rumah di lima kecamatan, Mejobo, Kota, Jekulo, Bae dan Kaliwungu. Ketinggian air variatif mulai 20 cm hingga 60 cm.
Sementara longsor terjadi di Desa Japan, Kuwukan, Ternadi, Colo, Kajar, Kandangmas, Soco, Puyoh, Piji, Lau di Kecamatan Dawe. Longsor juga terhadi di Desa Menawan, Desa Rahtawu Kecamatan Gebog dan Desa Gondangmanis Kecamatan Bae. Pada Senin ini beberapa titik masih terendam banjir termasuk sempat melumpuhkan jalur pantura.
“Terdapat penurunan ketinggian air dan sudah surut, yang masih tergenang di Desa Mejobo, Desa Jojo, Desa Golantepus dan Gesa Temulus, genangan masih terdapat di titik-titik terendah di dalam desa,” sambungnya. Dia menyebut bencana itu menyebabkan 4.610 KK atau 14.437 jiwa terdampak.
Terpeleset
Sementara Badan SAR Nasional Kantor Semarang mengemukakan bocah Ismi Najiba Ulya (5) warga Kayuapu Wetan, Desa Gondangmanais, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, dilaporkan hanyut dan hilang di anak Sungai Perak wilayah desa setempat pada Minggu (11/1/2026) sekira pukul 17.30 WIB.
Korban saat itu sedang bermain sepeda di area genangan air limpasan sungai dengan kondisi jalanan licin akibat hujan deras. Korban yang membonceng kakaknya sepedanya tergelincir. Sang kakak selamat sementara korban terjatuh ke sungai.
Baca juga: Jalur Pantura Jadi Kolam, Sopir Cuma Bisa Pasrah
Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang Budiono pada keterangannya mengemukakan insiden itu dilaporkan ke Basarnas Pos SAR Jepara dan langsung dilakukan pencarian. Sejumlah alat digunakan seperti Rescue SAR Tipe 1, peralatan SAR air lengkap, Aqua Eye serta alat komunikasi.
“Kami mengirimkan satu tim lengkap dengan peralatan SAR air, semoga cuaca dan debit air berkurang sehingga tim SAR gabungan bisa segera menemukan korban,” kata Budiono kepada wartawan Senin siang. (eks)


