BACAAJA, SEMARANG – Banyak orang masih mikir kolesterol itu urusannya badan besar atau perut buncit saja. Padahal faktanya, orang kurus juga sering “kena” kolesterol, bahkan tanpa sadar sama sekali.
Label “kurus berarti sehat” memang terdengar meyakinkan, tapi tidak selalu benar. Kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja, terlepas dari angka timbangan atau bentuk tubuh.
Salah satu penyebab paling sering adalah faktor genetik. Dalam banyak kasus, kadar kolesterol seseorang lebih banyak ditentukan oleh turunan keluarga dibanding kebiasaan sehari-hari.
Kalau di keluarga ada riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung, risiko itu bisa ikut “nempel”. Mau badan kecil sekalipun, tubuh tetap bisa kesulitan mengolah kolesterol jahat.
Selain genetik, gaya hidup juga punya peran besar. Banyak orang kurus merasa aman lalu malas gerak, jarang olahraga, dan terlalu lama duduk depan layar.
Kurang aktivitas fisik bikin kolesterol baik sulit naik. Padahal kolesterol baik inilah yang tugasnya membersihkan kolesterol jahat dari pembuluh darah.
Pola makan juga sering jadi jebakan. Orang kurus memang makannya sedikit, tapi kalau isinya dominan gorengan, daging berlemak, keju, atau makanan instan, kolesterol tetap bisa melonjak.
Lemak jenuh yang sering dianggap “aman karena porsinya kecil” justru bisa numpuk pelan-pelan. Lama-lama, pembuluh darah tetap kena dampaknya.
Kebiasaan minum alkohol juga ikut andil. Konsumsi alkohol berlebihan bisa mengacaukan cara tubuh memetabolisme lemak dan meningkatkan kolesterol jahat.
Masalahnya, efek alkohol ini sering nggak langsung terasa. Banyak orang baru sadar setelah hasil cek darah menunjukkan angka yang bikin kaget.
Stres juga nggak kalah licik. Tekanan kerja, kurang tidur, dan pikiran yang terus tegang bisa memicu hormon stres yang berujung pada naiknya kolesterol.
Saat stres, tubuh melepas kortisol yang bisa memengaruhi tekanan darah dan metabolisme lemak. Kalau dibiarkan terus, kolesterol pelan-pelan ikut naik.
Yang bikin bahaya, kolesterol tinggi sering datang tanpa gejala jelas. Badan tetap kurus, aktivitas masih jalan, tapi pembuluh darah diam-diam bermasalah.
Meski begitu, ada beberapa tanda yang patut dicurigai. Misalnya gampang mengantuk, sering kesemutan, atau pegal di pundak dan leher.
Sebagian orang juga merasakan nyeri kaki, kram malam hari, atau muncul bercak kuning di kelopak mata. Ini bisa jadi sinyal tubuh sedang nggak baik-baik saja.
Dalam kasus tertentu, kolesterol tinggi bahkan memicu nyeri dada akibat penumpukan plak di pembuluh darah. Kondisi ini jelas nggak bisa dianggap sepele.
Intinya, kurus bukan kartu bebas kolesterol. Mau badan kecil, sedang, atau besar, cek kolesterol tetap penting biar nggak kecolongan di kemudian hari. (*)


