Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Anak Berakhlak Mulia Berawal dari Sini, Cek Yuk..
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Anak Berakhlak Mulia Berawal dari Sini, Cek Yuk..

Nugroho P.
Last updated: Oktober 9, 2026 8:11 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi anak belajar sholat. Pembiasaan sejak dini baik untuk bekal anak di masa depannya.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Membesarkan anak bukan hanya tentang memastikan kebutuhan makan, pakaian, dan pendidikannya terpenuhi. Orang tua juga memiliki tanggung jawab menanamkan nilai-nilai kebaikan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang jujur, santun, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain.

Contents
Tanamkan Tauhid Sejak KecilOrang Tua Harus Menjadi ContohBiasakan Sopan Santun dan Kasih SayangLatih Disiplin dan Tanggung JawabLembut Bukan Berarti Tanpa Ketegasan

Dalam Islam, pendidikan akhlak sebaiknya dimulai sejak dini. Anak belajar bukan hanya dari nasihat yang didengar, tetapi juga dari perilaku yang setiap hari mereka lihat di rumah.

Karena itu, membentuk karakter anak tidak cukup dengan melarang ini dan itu. Orang tua perlu menghadirkan contoh nyata, membangun kebiasaan baik, serta memberikan kasih sayang dan ketegasan secara seimbang.

Tanamkan Tauhid Sejak Kecil

Salah satu dasar pendidikan anak dalam Islam adalah mengenalkan tauhid, yaitu keyakinan terhadap keesaan Allah SWT. Pemahaman ini dapat ditanamkan secara bertahap melalui penjelasan sederhana yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak.

Rasulullah SAW pernah memberikan nasihat kepada Ibnu Abbas yang masih muda. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, terdapat pesan berikut:

يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ

Yā ghulāmu innī u’allimuka kalimātin, iḥfaẓillāha yaḥfaẓka.

Artinya: “Wahai anak kecil, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” (HR. Tirmidzi).

Pesan tersebut dapat menjadi dasar bagi orang tua untuk mengenalkan nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Anak bisa dibiasakan berdoa, berdzikir, dan melaksanakan sholat bersama keluarga sesuai tahap perkembangannya.

Pengenalan agama juga sebaiknya dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami. Dengan begitu, anak tidak hanya menghafal nasihat, tetapi perlahan memahami alasan pentingnya berbuat baik dan menjauhi perilaku buruk.

Orang Tua Harus Menjadi Contoh

Anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang dewasa di sekitarnya. Karena itu, orang tua perlu menunjukkan perilaku yang ingin ditanamkan kepada anak, mulai dari berkata jujur hingga menghormati orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

Innamā bu’itstu li-utammima makārimal-akhlāq.

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad).

Keteladanan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Orang tua bisa meminta maaf ketika melakukan kesalahan, menepati janji kepada anak, berbicara dengan sopan, serta mengakui kekeliruan tanpa mencari-cari alasan.

Jika orang tua mengajarkan kejujuran tetapi justru sering berbohong, anak bisa kesulitan memahami nilai yang sebenarnya ingin ditanamkan. Sebaliknya, contoh yang konsisten membuat nasihat lebih mudah diterima dan dipraktikkan.

Biasakan Sopan Santun dan Kasih Sayang

Menghormati orang tua, menghargai guru, dan memperlakukan teman dengan baik merupakan bagian penting dari pendidikan akhlak. Kebiasaan tersebut bisa dilatih melalui interaksi sehari-hari, bukan hanya ketika anak berada di sekolah atau mengikuti kegiatan keagamaan.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ

Innar-rifqa lā yakūnu fī syai’in illā zānahu.

Artinya: “Sesungguhnya kelembutan tidak terdapat pada sesuatu kecuali akan menghiasinya.” (HR. Muslim).

Kelembutan dalam mendidik bukan berarti membiarkan semua keinginan anak. Orang tua tetap perlu memberikan batasan, tetapi menyampaikannya dengan cara yang tidak merendahkan atau menakut-nakuti.

Kasih sayang juga menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter. Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya menyayangi sesama, termasuk anak-anak. Anak yang merasa dihargai dan didengarkan akan memiliki kesempatan lebih baik untuk belajar menghargai perasaan orang lain.

Latih Disiplin dan Tanggung Jawab

Pendidikan akhlak juga berkaitan dengan kebiasaan menjalankan tanggung jawab. Anak dapat diajak merapikan tempat tidur, membereskan mainan, membantu pekerjaan rumah sesuai usia, serta belajar mengelola uang saku.

Dalam urusan ibadah, Rasulullah SAW memberikan tuntunan kepada orang tua untuk membiasakan anak melaksanakan sholat sejak usia tujuh tahun. Pembiasaan tersebut menjadi salah satu cara mengenalkan disiplin dan tanggung jawab beragama secara bertahap.

Orang tua sebaiknya mendampingi anak ketika membangun kebiasaan baru. Memberikan contoh, mengingatkan dengan sabar, dan mengapresiasi usaha anak dapat membantu mereka memahami bahwa tanggung jawab merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Disiplin juga perlu disesuaikan dengan kemampuan anak. Tujuannya bukan membuat anak takut melakukan kesalahan, melainkan membimbing mereka memahami konsekuensi dan belajar memperbaiki perilaku.

Lembut Bukan Berarti Tanpa Ketegasan

Mendidik anak membutuhkan keseimbangan antara kasih sayang dan aturan yang jelas. Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua perlu menjelaskan perilaku yang tidak tepat sekaligus menunjukkan cara memperbaikinya.

Hindari mempermalukan anak atau memberi label buruk yang menyerang kepribadiannya. Kritik sebaiknya diarahkan pada tindakan yang perlu diperbaiki, bukan membuat anak merasa dirinya tidak berharga.

Pada akhirnya, membentuk anak berakhlak mulia membutuhkan proses panjang dan ketelatenan. Dengan menanamkan tauhid, memberi teladan, membiasakan sopan santun, serta melatih disiplin melalui pendekatan yang penuh kasih, orang tua dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan menghormati sesama. (*)

You Might Also Like

Pagi Mepet? Coba Lima Menu Sarapan Ini

Telur Ceplok Nempel di Wajan? Coba Trik Ini

Lebih Aman Pakai Gula Buatan atau Gula Murni Saat Buka Puasa? Simak Ini Bedanya

Pompa ASI Jadi Senjata Andalan, Bikin Busui Bisa Menyusui Lebih Panjang

Ramadan Datang, Kurma Dipilih Makin Penuh Pertimbangan

TAGGED:akhlak muliaanakislamislamitauhidteladan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi pemulung mencari sampah yang masih mempunyai nilai ekonomis di tumpukan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kebakaran TPA Jatibarang Mereda, Pemkot Siapkan Penataan Ulang
Next Article Ilustrasi markas operator judi online (judol). Siapa Beking Markas Judol di Rumah Dinas TNI? Denpom Periksa 11 Orang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TERDAKWA KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq yang menjadi terdakwa korupsi, berjalan dengan mengenakan rompi tahanan, di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (8/10/2026). (bae)

Fadia Arafiq Gak Muluk-muluk Pengin Bebas, Cuma Berharap Dihukum Ringan

Ilustrasi markas operator judi online (judol).

Siapa Beking Markas Judol di Rumah Dinas TNI? Denpom Periksa 11 Orang

Anak Berakhlak Mulia Berawal dari Sini, Cek Yuk..

Ilustrasi pemulung mencari sampah yang masih mempunyai nilai ekonomis di tumpukan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kebakaran TPA Jatibarang Mereda, Pemkot Siapkan Penataan Ulang

Cari Rezeki Halal Biar Kerja Jadi Berkah, Begini Penjelasannya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Jangan Anggap Sepele Gula Darah Drop Saat Olahraga

September 6, 2026
Tips

Bolehkah Zakat Fitrah Diwakilkan?

Maret 18, 2026
Tips

Suka Makan Mi Instan Tapi Takut Gemuk? Intip Tips Ala Korea Ini!

September 19, 2025
Tips

Awas.. Diabetes Bisa Bikin Mata ‘Diam-Diam’ Rusak

Juli 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Anak Berakhlak Mulia Berawal dari Sini, Cek Yuk..
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?