Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Anak-anak Semarang Rayakan Halloween dengan Bercerita di Mal Ciputra
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Anak-anak Semarang Rayakan Halloween dengan Bercerita di Mal Ciputra

R. Izra
Last updated: November 2, 2026 8:19 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
BERANI TAMPIL - Kenzi Chan anak usia 10 th, siswa kelas V SD Tunas Harum Bangsa, saat tampil dalam acara Treats & Tales: Halloween Storytelling Parade dilantai dua Mal Ciputra Semarang, Minggu (1/11/2026). (dul)
BERANI TAMPIL - Kenzi Chan anak usia 10 th, siswa kelas V SD Tunas Harum Bangsa, saat tampil dalam acara Treats & Tales: Halloween Storytelling Parade dilantai dua Mal Ciputra Semarang, Minggu (1/11/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Suasana Halloween tak hanya dipenuhi kostum penyihir, hantu, dan labu berwarna oranye. Di lantai dua Mal Ciputra Semarang, Minggu (1/11/2026), anak-anak justru unjuk keberanian lewat cerita dalam acara Treats & Tales: Halloween Storytelling Parade.

Satu per satu peserta dari berbagai kelompok usia maju ke panggung. Berbekal buku cerita dan mikrofon, mereka membawakan kisah bertema Halloween dengan gaya masing-masing. Ada yang tampil mengenakan jubah penyihir, kostum kelelawar, hingga aksesori khas Halloween lainnya.

Di antara peserta, ada Kenzi Chan (10), siswa kelas V Tunas Harum Bangsa. Ia membawakan cerita berjudul The Last Harvest. Meski sudah mempersiapkan diri selama tiga hari, Kenzi mengaku sempat diliputi rasa takut ketika harus tampil di hadapan penonton.

“Tadi takut banget. Takut kalau nanti aku membuat kesalahan,” kata Kenzi, Di lantai dua Mal Ciputra Semarang, Minggu (1/11/2026)

Dalam penampilannya, Kenzi juga membawa apel yang digunakan sebagai bagian dari permainan dalam cerita. Baginya, pengalaman tampil di atas panggung menjadi pengalaman yang cukup menyenangkan, meski awalnya membuat gugup.

Kenzi mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan storytelling seperti ini. Meski begitu, ia mulai tertarik untuk kembali tampil dalam kesempatan berikutnya.

Ibunya, Vian (46), warga Gayamsari, Semarang, mengatakan keikutsertaan Kenzi berawal dari keinginan memberikan pengalaman baru bagi anaknya. Terlebih, Kenzi memang memiliki ketertarikan terhadap kegiatan bercerita.

Menariknya, sebagian besar persiapan dilakukan Kenzi secara mandiri. Mulai dari menghafalkan cerita hingga membangun ekspresi saat tampil, semuanya dipelajari sendiri tanpa pendampingan khusus dari orang tua.

“Jujur saja saya tidak terlalu menyiapkan. Dia hafal sendiri, belajar sendiri. Ekspresinya juga dia sendiri yang mengatur,” ujar Vian.

Menurut Vian, kegiatan semacam ini penting untuk memberikan ruang interaksi sekaligus melatih kepercayaan diri anak. Apalagi, di tengah kebiasaan anak-anak yang semakin dekat dengan gawai, kesempatan tampil dan berinteraksi secara langsung dinilai menjadi pengalaman berharga.

“Sekarang anak-anak kebanyakan ke gadget. Jadi interaksi dengan orang lain, kepercayaan diri, dan keberanian untuk tampil itu saya rasa cukup bagus kalau ada acara seperti ini,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan bercerita sekaligus mengekspresikan kreativitas mereka.

Acara yang digelar Eduhouse Academy bersama Mal Ciputra Semarang dan Casablanca Organizer ini menghadirkan empat kategori peserta, yakni Kindergarten, Lower Primary, Upper Primary, dan Junior High.

Selain kesempatan tampil, setiap peserta juga mendapatkan hadiah serta gelar penghargaan khusus. Mereka juga memperoleh fasilitas pelatihan storytelling gratis.

Bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan ini, panggung Halloween bukan sekadar tempat membawakan cerita. Ada pengalaman mengatasi rasa gugup, belajar mengekspresikan diri, dan keberanian untuk berdiri di hadapan banyak orang. (dul)

You Might Also Like

Apresiasi Penurunan Angka Kemiskinan di Jateng, M Saleh: Kabar Baik, tapi Jangan Kendor!

Detik-detik Kronologi Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya Tewas di Labuan Bajo

Sumarno Minta Event Kejurnas di Jateng Diperbanyak

“Ada Huruf K-nya”, Noel Lempar Clue, Publik Disuruh Tebak Partai

Banding Aipda Robig Tak Berguna, Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

TAGGED:halloweenHalloween Storytelling Parademal ciputra semarangSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ijazah SMK Belum Cukup, Ini 6 Biang Pengangguran
Next Article Polisi Merangkul Generasi Muda, Membangun Pemolisian Masa Depan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Peneliti Puskampol Indonesia, Andy Suryadi.

Puskampol Pertanyakan Akurasi Data Intelijen, Polemik Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo

MASA DEPAN PEMILU - Seminar Nasional Kelompok Studi Hukum Islam (KSHI) Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (FH Undip), membahasa masa depan hukum Pemilu di Indonesia.

Politik Uang hingga Putusan Ijazah Gibran Jadi Sorotan, KSHI FH Undip Bahas Masa Depan Hukum Pemilu

LIMPAHKAN TERSANGKA: Dua tersangka kasus penyelundupan 1,59 juta batang rokok ilegal, BF dan ASE (kaus oranye) diserahkan penyidik ke penuntut umum Kejari Kota Semarang. (ist)

Penyelundup 1,59 Juta Batang Rokok Ilegal dalam Truk Tangki Air Segera Diadili

Ilustrasi Akal Imitasi (AI) bisa menjadi ancaman bagi tenaga kerja.

Rekor di Asia Tenggara! Orang Indonesia Doyan Bikin Gambar Pakai Gemini AI, Sehari 9 Juta Gambar

Pemkab Ajak Warga Ngawi Melek Tata Ruang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Kemenkum Jateng Gas Sinkronisasi Perda dengan UU Ciptaker

Februari 8, 2026
Pemkot Semarang resmi luncurkan Lawang Sewu Short Film Festival (LSSFF) 2025 bareng sutradara Hanung Bramantyo. Festival ini jadi panggung bagi sineas muda Semarang untuk angkat cerita lokal dan dorong kota ini jadi pusat perfilman Indonesia yang baru. Foto: dok/humas
Daerah

LSSFF 2025 Resmi Meluncur! Bareng Hanung Bramantyo, Wali Kota Semarang Gas Bikin Kota Sineas

September 16, 2025
Demo masyarakat Kabupaten Pati yang awalnya tuntut penurunan tarif PBB P2 berubah menjadi turunkan Bupati Sudewo. Foto: Bae
Politik

Besok Warga Pati Bakal Demo Lagi Tuntut Lengserkan Bupati, tapi Bau Kekecewaan Tercium Tajam

September 18, 2025
Sepak Bola

Tiket Terakhir Perempat Final Soekarno Cup 2025, Milik Kebumen

Juni 14, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Anak-anak Semarang Rayakan Halloween dengan Bercerita di Mal Ciputra
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?