BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti melanjutkan safari Ramadan dengan menghadiri buka puasa bersama warga di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat, Minggu (22/2/2026).
Meski hujan turun sejak sore, warga tetap antusias. Bagi Agustina, momentum buka bersama bukan sekadar seremoni, tapi ruang dialog santai antara pemerintah dan masyarakat. “Buka puasa ini ruang silaturahmi yang hangat. Kita bisa ngobrol, saling menguatkan, dan memastikan program pemerintah benar-benar sampai,” ujarnya.
Baca juga: Sambut Ramadan dan MTQ Nasional, Pemkot Bagikan 20 Ribu Alquran
Ramadan tahun ini terasa spesial. Kota Semarang bakal jadi tuan rumah MTQ Nasional 2026. Agustina pun mengajak warga, khususnya di Semarang Barat, ikut ambil peran menyambut tamu dari seluruh Indonesia.
“Jadi tuan rumah itu bukan cuma soal panggung dan acara. Tapi soal kesiapan kota dan karakter warganya. Bersih, tertib, ramah, itu wajah Semarang,” tegasnya.
Sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual, Pemkot menerima distribusi 20 ribu mushaf Alquran terjemahan. Sebanyak 1.000 mushaf diserahkan untuk Masjid Nurul Huda agar bisa dimanfaatkan jamaah. Langkah ini sejalan dengan gerakan literasi keagamaan dan pembinaan generasi muda lewat aktivitas berbasis masjid dan komunitas.
Urusan Klasik
Nggak cuma soal ibadah, Agustina juga menyinggung urusan klasik yang sering bikin warga deg-degan: drainase dan banjir. Penataan saluran air di Semarang Barat jadi prioritas karena wilayah ini menerima limpasan air dari daerah atas.
Sebelumnya, Pemkot sudah memperbaiki Jalan Anjasmoro dan Jalan Simongan serta melakukan normalisasi drainase di sejumlah titik. Program Semarang Bersih dan penguatan infrastruktur tangguh bencana bakal lanjut di 2026.
Ia mengakui, proses pengerjaan mungkin bikin aktivitas warga sedikit terganggu. Tapi menurutnya, itu demi kepentingan jangka panjang agar genangan bisa ditekan.
Di sektor kesehatan, Agustina mengungkapkan sepanjang 2025 ada 228 ribu warga memanfaatkan layanan UHC. Warga yang BPJS-nya nonaktif atau belum terdaftar tetap bisa mendapat jaminan lewat skema yang difasilitasi Pemkot.
Baca juga: Satu Tahun Agustina-Iswar: Sukses Ubah Sampah Jadi Cuan
“Prinsipnya, kesehatan warga harus terjamin. Jangan sampai ada yang tidak tertangani karena administrasi,” katanya. Pemkot juga menghadirkan Rumah Inspirasi sebagai ruang pemberdayaan penyandang disabilitas, agar makin banyak warga mendapat akses pendampingan dan penguatan kapasitas.
Acara buka bersama makin meriah dengan penampilan Band Senopati, Semarang Idol, plus pasar takjil dan pasar murah Kempling Semar yang diserbu warga.
Dari masjid, dari meja buka puasa, pesan yang dibawa sederhana: kebersamaan itu modal utama membangun kota. Karena jadi tuan rumah MTQ itu bukan cuma soal lomba tilawah, tapi soal membuktikan bahwa Semarang bukan cuma siap panggungnya, tapi juga siap hati warganya. (tebe)


