BACAAJA, JAKARTA – DPR RI lagi sibuk banget nih buat nyiapin Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis. Firman Soebagyo, anggota Baleg DPR dari Partai Golkar, bilang kalau ini penting banget buat lindungi produk-produk unggulan Indonesia yang punya nilai ekonomi gede dan pengaruh besar buat pembangunan negara.
Menurut Firman, komoditas strategis itu gak cuma soal beras doang, tapi juga bahan pangan lain, bahan baku industri, dan sumber energi yang vital buat kehidupan masyarakat dan kemajuan bangsa. Nah, Indonesia punya banyak komoditas kayak sawit, tembakau, singkong, sama tebu yang sebenarnya punya potensi besar, tapi sering kurang diperhatiin.
“Diskursus publik selama ini cuma fokus ke beras, padahal banyak komoditas lain yang seharusnya dapat perhatian lebih. Sawit, tembakau, singkong bisa jadi andalan kita,” kata Firman dalam rapat kerja Baleg bareng Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, dan Menteri Perdagangan di Kompleks Parlemen, Senayan.
Firman juga menyoroti, kalau negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Turki sudah punya regulasi ketat dan subsidi buat lindungi komoditas strategis mereka, Indonesia malah sering kena teguran dari WTO saat mau bikin kebijakan serupa. Padahal, kalau gak ada perlindungan, komoditas andalan kita bakal terus-terusan kena diskriminasi dagang.
“Amerika lindungi gandum, kedelai, jagung, kapas pakai subsidi, gak ada masalah sama WTO. Kita malah ditegur kalau mau bikin kebijakan sama. Gak boleh diem aja,” tegas Firman.
Sebagai contoh, tembakau Indonesia pada kuartal III aja sudah berkontribusi Rp 216 triliun, sementara sawit pernah nyumbang Rp 500-700 triliun ke negara. Makanya, RUU Komoditas Strategis ini bakal jadi senjata buat jaga dan tingkatin kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sektor ini.
Singkatnya, dengan RUU ini, produk-produk unggulan Indonesia diharapkan makin kuat bersaing di pasar global tanpa takut diskriminasi, dan pendapatan negara bisa makin meningkat. Mantap, kan?(*)

