Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: DPR Sorot Minimnya Perhatian Pemerintah Pada Petani Cokelat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

DPR Sorot Minimnya Perhatian Pemerintah Pada Petani Cokelat

Selama ini, pemerintah hampir tidak pernah bicara soal cokelat. Yang dibicarakan hanya padi, sawit, atau komoditas besar lainnya. Akibatnya, banyak petani, khususnya generasi muda, tidak mengenal potensi cokelat

baniabbasy
Last updated: Juli 20, 2025 12:42 am
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediyati Hariyadi menyoroti minimnya perhatian pemerintah dalam komoditas cokelat di Indonesia. Dok: ist
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediyati Hariyadi menyoroti minimnya perhatian pemerintah dalam komoditas cokelat di Indonesia. Dok: ist
SHARE

NARAKITA, BALI – Minimnya perhatian pemerintah terhadap komoditas cokelat, baik dalam aspek promosi, pendampingan petani, maupun hilirisasi produk,mendapatkan sorotan tajam Komisi IV DPR RI.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, menyoroti potensi besar cokelat Indonesia sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi sektor perkebunan, terutama terkait regenerasi petani.

“Produksi cokelat di sini luar biasa. Kita ini salah satu penghasil cokelat terbesar di dunia. Tapi masih bisa ditingkatkan lagi,” ujar perempuan yang kerap disapa Titiek Soeharto itu saat meninjau langsung kebun cokelat di kawasan Tabanan, Bali, Jumat (18/07/2025).

Menurutnya, salah satu kendala utama dalam pengembangan industri cokelat adalah minimnya keterlibatan generasi muda. Banyak petani cokelat saat ini sudah lanjut usia, sementara anak-anak muda enggan kembali ke desa untuk menggeluti dunia pertanian.

“Ini menjadi tugas kita bersama, baik kementerian maupun Komisi IV DPR RI, bagaimana mendorong petani-petani muda agar mau terjun ke perkebunan cokelat. Harus ada pelatihan, bimtek, penyuluhan, supaya mereka tahu bahwa cokelat adalah komoditas yang sangat menjanjikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah dalam penyediaan bibit cokelat unggul. “Satu pohon bisa menghasilkan hingga dua kilogram biji kering. Harga saat ini Rp150 ribu per kilogram. Artinya, satu hektar kebun bisa menghasilkan hingga Rp300 juta per tahun. Tapi sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum tahu potensi sebesar ini,” ungkapnya.

Anggota Komisi IV Adrianus Asia Sidot menambahkan, perhatian pemerintah terhadap komoditas cokelat, baik dalam aspek promosi, pendampingan petani, maupun hilirisasi produk tergolong minim. Ia menilai bahwa Indonesia berpotensi besar untuk kembali menempati posisi produsen cokelat terbesar kedua di dunia, asalkan ada kebijakan pemerintah yang konsisten dan menyeluruh.

“Selama ini, pemerintah hampir tidak pernah bicara soal cokelat. Yang dibicarakan hanya padi, sawit, atau komoditas besar lainnya. Akibatnya, banyak petani, khususnya generasi muda, tidak mengenal potensi cokelat,” ujar Adrianus.

Menurutnya pemerintah abai, hingga petani seolah tanpa arah dan dukungan dari pemerintah. Ia juga menambahkan, bahwa fluktuasi harga yang tidak dikawal pemerintah juga menjadi penyebab utama menurunnya semangat petani. Harga cokelat bisa anjlok drastis tanpa ada mekanisme pengendalian yang jelas.

“Harga cokelat bisa dari Rp20.000 ke Rp200.000 per kilogram, lalu turun lagi. Ketidakpastian ini membuat petani bingung dan enggan melanjutkan budidaya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa menanam cokelat jauh lebih mudah dibandingkan dengan sawit, sehingga jika didukung dengan bibit unggul, manajemen pascapanen, dan kepastian pasar, petani tidak akan ragu menekuni komoditas ini kembali.

Beberapa contoh produk hilirisasi dari cokelat, antara lain, yaitu tepung cokelat untuk bahan makanan dan minuman, minyak cokelat (cocoa butter) untuk industri kecantikan dan farmasi, Kosmetik berbahan dasar cokelat, suplemen atau bahan aktif dalam obat-obatan herbal, Parfum dan aromaterapi, dan Produk-produk premium seperti praline, dark chocolate, atau produk artisan lainnya.(*)

You Might Also Like

Anak Jateng Didorong Naik Level di Jepang

RUU Kawasan Industri Digodok, Agustina Minta Pusat dan Daerah Berbagi Peran

Rupiah Loyo, Baju Sampai Sepatu Minggu Depan Harganya Naik

Warga Tolak Geotermal Semarang-Kendal, ESDM Jateng Buka Suara

Ketua DPRD Jateng: Sayur dan Buah Jateng Harus Naik Kelas!

TAGGED:Komisi IV DPR RIKOmoditas Cokelat INdonesiaPetani CokelatTitik Prabowo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Presiden RI ke-7 Joko Widodo menegaskan mendukung penuh PSI yang diketuai si bungsu Kaesang Pangarep. Ia yakin, PSI akan menjadi partai besar pada 2034 mendatang.Foto: dok Jokowi Tegaskan Dukung Penuh PSI
Next Article Harga Emas Perhiasan Hari Ini: Pahami Fluktuasi dan Tips Membeli dengan Cermat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Batik Tak Harus Kuno, Asal Tekniknya Tetap Batik

Jateng Punya Target 1.000 Desa Wisata Baru

Dispora Dorong Cabor Mandiri, Tak Semua Kejuaraan Bisa Dibiayai APBD

PSIS Siap Tempur di Bantul

Sate Kambing Nangkring di Posisi 4 Dunia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

ISI BBM - Petugas SPBU sedang mengisi BBM.
Ekonomi

Isi BBM Sekarang Dibatasi, Motor Boleh cuma Rp50Ribu

Mei 8, 2026
EkonomiUnik

Vilantika Vida Rahayu,  Dari Gadis Ndeso ke Pengusaha Feminin Care Nasional Mengikis Stigma Wong Ndeso

November 18, 2025
Ekonomi

Buyer Furnitur Dunia Diajak ‘Tur Pabrik’, Jepara Siap Gelar JIFBW 2026

Maret 7, 2026
ISI BBM - Petugas SPBU sedang mengisi BBM.
Ekonomi

Awal Maret Datang, BBM Nonsubsidi Ikut Naik

Maret 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: DPR Sorot Minimnya Perhatian Pemerintah Pada Petani Cokelat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?