Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: PBB PHK Massal 2.800 Staf karena Krisis Keuangan, Negara Anggota Menunggak Iuran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

PBB PHK Massal 2.800 Staf karena Krisis Keuangan, Negara Anggota Menunggak Iuran

PBB alami krisis keuangan karena banyak negara anggota tunggak iuran. Dampaknya, PBB akan mem-PHK massal 2.800 staf.

R. Izra
Last updated: Mei 31, 2025 12:28 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi kantor PBB dan negara-negara anggota. (iStock)
Ilustrasi kantor PBB dan negara-negara anggota. (iStock)
SHARE

NARAKITA – United Nations (UN) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengalami krisis keuangan cukup siginifikan selama tujuh tahun belakangan.

PBB berencana memangkas anggaran hingga 20 persen dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dengan memangkas 2.800 orang staf dari total 14.000 posisi yang dibiayai anggaran rutin.

Kebijakan ini diumumkan menjelang pertengahan Juni 2025 dan berlaku untuk lebih dari 60 kantor serta lembaga di berbagai wilayah dunia.

Langkah ini diambil untuk menghadapi krisis keuangan serius yang sudah berlangsung selama tujuh tahun yang salah satunya disebabkan banyak anggota kenegaraan belum atau terlambat membayar iuran tahunan.

Dikutip dari AP News, Sabtu (31/5/2025), Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan pemotongan anggaran ini akan berdampak pada sekitar 2.800 posisi dari total 14.000 posisi yang dibiayai anggaran rutin.

PHK juga akan memengaruhi berbagai sektor, seperti kantor politik dan kemanusiaan PBB, lembaga yang menangani pengungsi, kesetaraan gender, perdagangan internasional, lingkungan hidup, dan pembangunan kota.

Badan PBB yang membantu pengungsi Palestina, UNRWA, juga termasuk dalam daftar.

Pengendali Anggaran PBB, Chandramouli Ramanathan, dalam sebuah memo menyebutkan bahwa PHK ini adalah bagian dari target Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk memangkas 15–20 persen dari anggaran saat ini, yakni sebesar 3,72 miliar dollar AS atau setara dengan 60,6 triliun rupiah per kurs hari ini (Sabtu, 31/5/2025).

Dalam memo tersebut, PBB menginstruksikan lembaga-lembaga yang terdampak untuk memangkas posisi berdasarkan efisiensi, dampak pekerjaan, dan menghapus fungsi yang tumpang tindih atau tidak terlalu penting.

Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif reformasi “UN80” yang diluncurkan Guterres pada bulan Maret, menjelang peringatan 80 tahun berdirinya PBB.

“Ini adalah upaya ambisius untuk memastikan PBB siap menghadapi tantangan abad ke-21 dalam mendukung multilateralisme, mengurangi penderitaan manusia, dan membangun kehidupan dan masa depan yang lebih baik bagi semua orang. Saya mengandalkan kerja sama Anda dalam upaya yang memiliki tenggat waktu yang ketat ini,” kata Ramanathan, dikutip dari Reuters, Sabtu (31/5/2025).

Rencana PHK tersebut harus diserahkan kepada pengendali anggaran paling lambat Jumat (13/6/2025) dan akan dimasukkan dalam proposal anggaran tahun 2026 yang akan diajukan Guterres ke Majelis Umum PBB pada bulan Desember.

Guterres membantah bahwa pemotongan ini terkait dengan pengurangan bantuan luar negeri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Ia menegaskan bahwa krisis keuangan itu sudah terjadi selama tujuh tahun terakhir karena banyak negara anggota yang tidak membayar iuran tahunan mereka, atau terlambat membayarnya.

Amerika Serikat sebagai ekonomi terbesar dunia diharapkan menyumbang 22 persen dari anggaran rutin PBB, sementara China, sebagai ekonomi terbesar kedua, saat ini menyumbang 20 persen.

Tahun lalu, hanya 152 dari 193 negara anggota PBB yang membayar iurannya secara penuh. Amerika Serikat termasuk dalam 41 negara yang menunggak pembayaran.

Amerika Serikat memiliki tunggakan sebesar hampir 1,5 miliar dollar AS atau setara dengan 24,4 triliun rupiah per kurs hari ini (Sabtu, 31/5/2025).

Kegagalan AS membayar iurannya juga menciptakan krisis likuiditas bagi PBB, yang diperparah oleh keterlambatan pembayaran dari China.

Kedua negara ini menyumbang lebih dari 40 persen total pendanaan PBB.

Selain itu, pemerintahan Trump telah menarik ratusan juta dollar dana sukarela, yang menyebabkan penghentian mendadak puluhan program kemanusiaan yang menurut pejabat PBB dapat mengorbankan nyawa.

Anggaran AS yang diusulkan untuk tahun mendatang juga telah mengurangi pendanaan untuk berbagai program PBB, termasuk misi penjaga perdamaian. (*)

You Might Also Like

Pimpin Sidang Uni Parlemen Negara Anggota OKI, Puan Maharani Ingin Israel Diisolasi

Ceqiu Pool & Cafe Resmi Dibuka, KONI Semarang Yakin Lahir Pebiliar Muda Berprestasi

Senyum Tipis Atalia Muncul, Pilih Diam Soal Proses Cerai

Viral! Pria Tua Tendang Kucing sampai Mati di Blora, Polisi: Pelaku Diduga Lawyer

Kunci Mobil Hilang? Ini Cara Cerdas Mengatasinya Tanpa Panik

TAGGED:pbbpbb krisis keuanganpbb phk massalphk massalphk massal pbb
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Polda Jateng Amankan 730 Pelaku Kejahatan
Next Article Ilustrasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Tingkat Kepuasan Masyarakat atas Kinerja 6 Gubernur di Pulau Jawa, Siapa Tertinggi?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Film Pesta Babi Ramai Dicekal, Malah Bikin Publik Makin Kepo

Adakah Vaksin Hantavirus?

Sst.. Libur Iduladha Bisa Panjang Kalau Pintar Ngatur Cuti

Jangan Asal Konten, Aturan Saudi Buat Jemaah Ternyata Ketat Banget

Begini Nasib Anggota DPRD Jember yang Ngrokok dan Main Game saat Sidang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Doa-Doa Nabi SAW Saat Turun Hujan, Agar Jadi Berkah Bukan Musibah

September 11, 2025
Unik

Pemprov Jateng Pastikan Perbaikan 17 Ribu Rumah Tak Layak Huni pada 2025

Juni 26, 2025
Pimpinan DPR RI diwakili oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustofa, Rabu (3/9/2025) menggelar jumpa pers usai ketemu dengan 16 eprwakilan organisasi mahasiswa. Foto: dok/ist
Unik

Seru! DPR Ajak 16 Organisasi Mahasiswa Ngobrol Bareng soal Aksi Demo Agustus 2025

September 3, 2025
Badan Legislasi DPR bareng Menteri Hukum dan PPUU DPD ngadain rapat buat evaluasi Prolegnas RUU Prioritas 2025. Dari 42 RUU, sudah banyak yang jalan, termasuk RUU seru soal industri, pekerja platform, dan perampasan aset. Foto: dok/ist.
Unik

Baleg DPR Gas Pol Evaluasi Prolegnas 2025, RUU Perampasan Aset Masuk Prioritas

September 10, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: PBB PHK Massal 2.800 Staf karena Krisis Keuangan, Negara Anggota Menunggak Iuran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?