Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ketika Kolintang Bikin Mal di Semarang Bergemuruh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Ketika Kolintang Bikin Mal di Semarang Bergemuruh

T. Budianto
Last updated: November 8, 2026 3:23 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SAMBUTAN WALI KOTA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memberikan sambutan saat membuka ajang Music Kolintang Competition Piala Wali Kota Semarang Tahun 2026 di Atrium Mall Tentrem Semarang, Minggu (8/11/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Siapa bilang musik tradisional kalah pamor dari K-Pop atau lagu-lagu yang viral di TikTok? Di Atrium Mall Tentrem Semarang, Minggu (8/11/2026), alunan kolintang justru sukses mencuri perhatian.

Bukan orang dewasa saja, anak-anak pun tampil percaya diri memainkan alat musik khas Minahasa tersebut demi memperebutkan Piala Wali Kota Semarang 2026.

Ajang Music Kolintang Competition Piala Wali Kota Semarang Tahun 2026 ini bukan sekadar lomba adu kemahiran memainkan alat musik. Lebih dari itu, kompetisi tersebut menjadi cara mengenalkan warisan budaya Indonesia kepada generasi muda dengan pendekatan yang menyenangkan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengekspresikan hasil latihan mereka di hadapan publik.

Menurutnya, kesempatan tampil di atas panggung menjadi bagian penting dalam proses pembinaan seniman muda. Sebab, kemampuan yang selama ini diasah melalui latihan membutuhkan ruang untuk ditampilkan dan mendapat apresiasi.

Baca juga: Bulan Bung Karno Diperingati Lewat Musik, Teater, dan Puisi di TBRS Semarang

“Bagi seniman, hal yang paling membanggakan adalah ketika bisa mengekspresikan diri dan dilihat orang lain. Ini menjadi bentuk apresiasi bagi anak-anak yang selama ini belajar kolintang,” ujar Agustina saat memberikan sambutan.

Pemkot Semarang, lanjutnya, berkomitmen mendorong agar musik kolintang semakin dikenal dan mendapat tempat dalam berbagai agenda kegiatan daerah.

Kompetisi serupa bahkan sudah digelar pada April 2026. Kembali diselenggarakannya ajang ini menunjukkan upaya menjaga kesinambungan pembinaan para pegiat kolintang, terutama dari kalangan anak-anak.

Agustina mengingatkan bahwa pengakuan Unesco terhadap kolintang sebagai warisan budaya tak benda bukanlah garis finis pelestarian. Justru setelah pengakuan itu diperoleh, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan kesenian tersebut tetap hidup.

“Pengakuan sebagai warisan budaya tak benda itu tidak mudah diraih. Karena itu, kita perlu memberikan bukti bahwa kolintang ini hidup di masyarakat dan menjadi bagian dari ritme kegiatan sehari-hari,” katanya.

Kunci Pelestarian

Menurut Agustina, regenerasi menjadi kunci agar kolintang tidak sekadar dikenal sebagai peninggalan masa lalu. Anak-anak perlu diberi kesempatan untuk mengenal, memainkan, dan mencintai musik tradisional sejak dini.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pegiat kolintang yang konsisten menghidupkan kesenian tersebut di Kota Semarang. Harapannya, pertunjukan kolintang semakin sering hadir dalam berbagai agenda kota, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk menikmatinya.

Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Bupeni Iryana Marsetio, Prof Dr Ir Sri Puryono, Ketua DPC Pinkan Kota Semarang Martin, serta Ketua Yayasan Sam Poo Kong. Hadir pula jajaran Pemkot Semarang, perwakilan Pemprov Jawa Tengah, dan pegiat seni budaya.

Melalui kompetisi ini, Semarang diharapkan semakin berkembang sebagai ruang tumbuh bagi seni kolintang. Bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana membangun kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Baca juga: Dulu Sempat Ribut, Kini Reog Ponorogo Resmi Diakui Dunia

Sebab, warisan budaya tidak cukup hanya dibanggakan saat mendapat pengakuan dunia atau dipajang dalam buku sejarah. Kolintang harus terus dimainkan agar tetap bernyawa.

Jangan sampai anak-anak lebih hafal nada lagu viral yang umurnya cuma beberapa minggu, tetapi lupa bunyi alat musik warisan budaya yang sudah bertahan lintas generasi. Unesco sudah memberi pengakuan, sekarang jangan sampai kita sendiri yang membiarkannya kehilangan penonton. (tebe)

You Might Also Like

Menhub Masa Bodoh, Tetap Tertibkan Angkutan ODOL meski Banyak Didemo

Cita Rasa yang Menyatukan Nusantara, Menyusuri Kekayaan Kuliner Jawa dari Barat hingga Surobyoan

Lagi Cari Jodoh: Tiga Orang Utan Jantan Semarang Zoo Masih Jomblo

Bikin Wajah Glowing Tanpa Uang Sepeserpun! Ini Rahasia Cantik Gratis Ala YouTuber Desty Yufenti

Ojek Gunung Prau Jadi Jalan Rezeki Warga, Sekali Antar Bisa Bawa Pulang Rp750 Ribu

TAGGED:agustina wilujengdpc pinkankolintangmall tentrempemkot semarangSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Eks-Kapolri yang kini menjabat Mendagri, Tito Karnavian. Kabareskrim Luruskan Kabar Tito Ditangkap Kasus Sadap
Next Article Helikopter Water Bombing BNPB Nyemplung ke Sungai Barito, Tiga Kru Berhasil Selamat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi persiapan personel menghadapi tanggap darurat bencana banjir.

Semarang Siaga Bencana, Warga Bisa Lapor Lewat Call Center 112

Pengangguran Gen Z Tembus 17 Persen

TERIMA PENGHARGAAN: Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang mewakili perusahaan, menerima penghargaan CNN Indonesia Awards 2026. (ist)

Dipimpin Ady Setiawan, PDAM Tirta Moedal Raih Penghargaan

Green Jobs Bukan Cuma Urusan Anak Teknik, Gen Z Harus Jadi Talenta Serbabisa!

Tren Buruk Patah di Jakabaring

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Terbang di Atas Air Terjun, Taj Yasin Jajal Paralayang Curug Sewu

Mei 3, 2026
LANSIA WISUDA--Peserta Sekolah Lansia Salimah (Salsa) angkatan pertama mengikuti wisuda di Semarang, Minggu (19/7/2026). (ist)
Pendidikan

Sekolah Lansia Salimah di Semarang Wisuda 22 Peserta, Belajarnya Setahun Penuh

Juli 22, 2026
Tips

Buka Puasa Kalap? Timbangan Ikut Balas Dendam

Maret 3, 2026
Unik

Kemenkes: Sistem Kasta Senioroitas Tak Hanya di PPDS Undip

Juni 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ketika Kolintang Bikin Mal di Semarang Bergemuruh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?