Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Sabet Juara 1 Nasional Transformasi Digital! Agustina: Harus Bikin Warga Terlayani
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Semarang Sabet Juara 1 Nasional Transformasi Digital! Agustina: Harus Bikin Warga Terlayani

T. Budianto
Last updated: November 5, 2026 5:00 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
TERIMA PENGHARGAAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menunjukkan piagam penghargaan didampingi jajaran pejabat Pemkot Semarang usai menerima predikat pemerintah daerah terbaik pertama kategori kota se-Indonesia dalam ajang Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) 2026 di Kampus FEB UGM, Yogyakarta, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA– Urusan digitalisasi pemerintahan, Kota Semarang rupanya bukan cuma jago bikin aplikasi. Buktinya, Pemkot Semarang berhasil menyabet predikat pemerintah daerah terbaik pertama kategori kota se-Indonesia dalam ajang Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) 2026. Kota Semarang juga tercatat sebagai yang terbaik di Jawa Tengah.

Penghargaan tersebut diterima, Kamis (5/11/2026) di Kampus Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Capaian ini menjadi pengakuan atas upaya Pemkot Semarang membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Namun, bagi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, digitalisasi bukan perkara seberapa banyak aplikasi yang diluncurkan atau teknologi canggih yang dipamerkan. Lebih dari itu, teknologi harus benar-benar membuat birokrasi bekerja lebih efektif dan pelayanan publik semakin mudah diakses masyarakat.

Agustina pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Semarang yang telah berkolaborasi mendorong transformasi digital.

Baca juga: Semarang Jawara Nasional Transformasi Digital Pemerintahan Versi GM-DTGI 2025

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hasil kerja satu atau dua organisasi perangkat daerah (OPD), melainkan buah kerja bersama seluruh jajaran pemerintahan.

“Ini merupakan hasil kerja bersama. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh ASN Pemerintah Kota Semarang yang telah bekerja keras dan berkolaborasi sehingga kita bisa mendapatkan predikat terbaik pertama di tingkat nasional untuk kategori kota. Ini bukan keberhasilan satu atau dua perangkat daerah, tetapi hasil kerja seluruh jajaran,” ungkap Agustina.

Ia juga menilai pengukuran berbasis penelitian seperti GM-DTGI penting untuk mengevaluasi apakah inovasi dan kebijakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sebab, jangan sampai pemerintah merasa sudah modern karena punya banyak platform digital, sementara warga justru masih kesulitan mengakses layanan.

“Acara berbasis penelitian ini merupakan bagian dari cara kita mengukur apa sebenarnya yang dibutuhkan publik. Apakah pelayanan yang kita berikan sudah cukup memadai atau masih perlu ditingkatkan. Jadi, yang kita ukur bukan sekadar seberapa banyak teknologi yang digunakan, tetapi sejauh mana teknologi itu mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Kecerdasan Buatan

Agustina juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) yang dinilai bisa mempercepat proses kerja birokrasi sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan publik. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa teknologi AI tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa kendali manusia.

“AI menjadi alat bagi kita untuk mendukung dan mewujudkan rencana-rencana pelayanan. Tetapi AI tidak bisa dilepaskan begitu saja. Kendalinya tetap harus ada pada manusia. AI harus diisi dengan sesuatu yang memang kita butuhkan agar mampu bekerja lebih canggih dan tepat sasaran,” tegasnya.

Menurut Agustina, perkembangan teknologi dan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan yang semakin cepat membuat pemerintah perlu beradaptasi. AI menjadi salah satu instrumen pendukung agar proses pemerintahan tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

Baca juga: DPRD Semarang Nggak Mau Kudet, Siap Gas ke Parlemen Digital!

Meski demikian, keputusan, pengelolaan data, hingga arah kebijakan tetap membutuhkan kendali manusia agar inovasi digital memberikan manfaat nyata.

Sebagai informasi, GM-DTGI merupakan indeks pengukuran kesiapan dan kualitas tata kelola transformasi digital pemerintah daerah yang dikembangkan Pusat Kajian Sistem Informasi (PKSI) FEB UGM.

Pada 2026, penilaian dilakukan terhadap 508 pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia. Riset tersebut menggunakan tujuh pilar dan 50 indikator, mencakup kepemimpinan, kebijakan dan regulasi, visi dan misi, pola pikir, tata kelola data, sumber daya manusia, serta keamanan siber dan privasi.

Predikat terbaik pertama ini tentu menjadi modal sekaligus tantangan bagi Pemkot Semarang untuk terus membenahi pelayanan publik.

Sebab, pada akhirnya, warga tidak terlalu peduli berapa banyak aplikasi yang dimiliki pemerintah atau secanggih apa teknologi yang digunakan. Mereka lebih membutuhkan urusan administrasi yang cepat, layanan kesehatan yang mudah, dan pengaduan yang benar-benar ditindaklanjuti.

Jangan sampai pemerintah sudah bertransformasi ke era artificial intelligence, tetapi warga masih harus berjuang mencari natural intelligence untuk menemukan jalan keluar ketika berhadapan dengan birokrasi. Piala boleh digital, tetapi manfaatnya harus benar-benar terasa secara nyata! (tebe)

You Might Also Like

Pemprov Kembali Gelar Pasar Rakyat dan Budaya, Gratis dan Terbuka untuk Umum

Mahasiswa Undip Ubah Jerami Jadi Pakan Kaya Gizi

‘Gak Ada Titip-titip, No Jastip!’ Kesbangpol Ngaku Tegas soal Seleksi Paskibraka

22 Siswa SMK Pelaku Perusakan Sekolah di Kebumen Diamankan

Petasan Makan Korban: Ledakan Dini Hari di Tambakrejo Renggut Satu Nyawa

TAGGED:agustina wilujengGM-DTGI 2026headlinepemkot semarangSemarangugm
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mata Air Muria Banyak yang Kering, Pemprov Bangun Rorak Sambil Pulihkan Hutan
Next Article Bupati Ngawi Lepas Atlet Popda dan Peparda 2026, Ini Pesannya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BINCANG SASTRA - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), menggelar Seminar Nasional Literasi (Semitra) X secara daring pada Rabu (4/11/2026).

Sastra Indonesia Bisa Mendunia? Semitra X UPGRIS Ungkap Strateginya

Pemprov Kebut Perbaikan Talud Jalur Kudus-Colo

Bupati Ngawi Lepas Atlet Popda dan Peparda 2026, Ini Pesannya

Semarang Sabet Juara 1 Nasional Transformasi Digital! Agustina: Harus Bikin Warga Terlayani

Mata Air Muria Banyak yang Kering, Pemprov Bangun Rorak Sambil Pulihkan Hutan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Jangan Buang Sisa Makanan, KKN UIN Walisongo Tunjukkan Cara Jadi Cuan

Agustus 24, 2026
Olahraga

Jateng Kebanjiran Event Lari, UMKM Ikut Panen Cuan

September 27, 2026
Info

Antasari Azhar Pergi, Jejak Tegasnya di KPK Tetap Hidup

November 8, 2025
Daerah

Jateng Dapat Suntikan Rp17,6 M Buat Nyalain Literasi

Januari 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Sabet Juara 1 Nasional Transformasi Digital! Agustina: Harus Bikin Warga Terlayani
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?