BACAAJA, SEMARANG– Bermain di kandang sendiri ternyata belum cukup mengantar Kota Semarang ke podium tertinggi cabang olahraga xiangqi Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Meski mengoleksi dua medali emas, tuan rumah harus puas menjadi runner-up setelah kalah produktivitas medali dari Kabupaten Banyumas.
Kontingen Kota Semarang menutup kompetisi di Hotel Metro, 27-30 Oktober 2026, dengan raihan dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Sementara Banyumas keluar sebagai juara umum dengan koleksi dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Sama-sama mengantongi dua emas, Banyumas unggul berkat tambahan satu medali perak. Kontingen tersebut juga tampil efektif dengan memaksimalkan keikutsertaannya pada lima dari tujuh nomor yang dipertandingkan.
Dua emas Banyumas berasal dari nomor beregu klasik putri melalui Dwi Kurnia Pravitasari, Danastri Cantya Nirmala, dan Paramastri Cintya Windriya. Emas lainnya disumbangkan Triani Budi Lestari dari nomor perorangan cepat putri.
Baca juga: Pexi Jateng Usulkan Xiangqi Masuk Popda 2027
Dua perak diraih tim beregu putra yang diperkuat Yudhistira Tresna Nugraha, Srigunawan Sugiarto, dan Zaidan Doni Rezkiano, serta tim beregu campuran melalui Budi Sentosa Limena, Sefira Nur Yashinta, dan Salnaf Farih Amali. Satu perunggu disumbangkan Asyifa Nur Safitri dari nomor perorangan klasik putri.
Pelatih xiangqi Banyumas, Gregorio Narendra mengatakan, raihan lima medali tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Hasil itu sekaligus menjadi modal positif untuk pengembangan pembinaan xiangqi di Banyumas.
Di bawah Kota Semarang, Kota Pekalongan menempati peringkat ketiga dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Kabupaten Jepara berada di posisi keempat dengan satu emas dan satu perak, sedangkan Kabupaten Kudus mengantongi satu emas.
Diusulkan Bertambah
Ketua Umum Pengprov Persatuan Xiangqi Indonesia (Pexi) Jawa Tengah, Bambang Wuragil, menyebut kompetisi kali ini diikuti 104 atlet dari 16 kabupaten/kota. Saat ini, kepengurusan xiangqi telah terbentuk di 22 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
“Kami berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama jumlahnya terus bertambah,” katanya dalam sambutan penutupan. Ia berharap Porprov menjadi salah satu pintu lahirnya atlet xiangqi yang mampu berprestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Sementara itu, Ketua Harian Pengprov Pexi Jateng, Ali Sadikin, berharap jumlah nomor pertandingan pada Porprov mendatang ditambah dari tujuh menjadi 12 nomor, seperti cabang olahraga catur.
Baca juga: Pexi Jateng Dukung Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Xiangqi Asia 2028
Saat ini, tujuh nomor yang dipertandingkan meliputi perorangan cepat putra dan putri, perorangan klasik putra dan putri, beregu klasik putra dan putri, serta beregu klasik campuran.
Lima nomor tambahan yang diusulkan adalah perorangan kilat putra dan putri, beregu kilat putra dan putri, serta beregu kilat campuran. Penambahan tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi atlet untuk bertanding sekaligus memperluas persaingan antardaerah.
Bagi Semarang, dua emas di kandang sendiri tetap menjadi catatan prestasi. Namun, gelar juara umum harus rela lepas ke tangan Banyumas. Rupanya, menjadi tuan rumah memang menjamin punya panggung, tetapi bukan otomatis menjadi bintang utama. Di papan xiangqi, yang dihitung tetap strategi dan medali, bukan status tuan rumah! (tebe)

