Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hujan Mulai Datang, Luthfi Kejar Target 10,5 Juta Ton Padi Jateng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Hujan Mulai Datang, Luthfi Kejar Target 10,5 Juta Ton Padi Jateng

T. Budianto
Last updated: November 1, 2026 2:05 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PANTAU LANGSUNG: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memantau langsung aktivitas pertanian di wilayah Jawa Tengah menyusul mulainya musim hujan yang diharapkan dapat mendongkrak capaian produksi padi hingga akhir 2026. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA.CO, SEMARANG- Petani boleh sedikit bernapas lega. Setelah sempat dibuat waswas oleh kemarau, hujan mulai turun di sejumlah wilayah Jateng. Pemprov pun berharap air yang datang bukan sekadar numpang lewat, tetapi ikut menyelamatkan musim tanam dan mendongkrak produksi padi.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi optimistis target produksi padi 2026 sebesar 10,5 juta ton bisa tercapai hingga akhir tahun. “Alhamdulillah kemarin sudah mulai hujan, semoga sampai Desember nanti kita mampu mencapai target,” kata Luthfi, Sabtu (31/10/2026).

Optimisme itu bukan tanpa hitungan. Sepanjang 2025, produksi padi Jawa Tengah mencapai sekitar 11,5 juta ton. Sementara pada Januari-September 2026, capaian produksi sudah menyentuh 8,5 juta ton. Artinya, masih ada pekerjaan mengejar sekitar 2 juta ton dalam tiga bulan terakhir tahun ini.

Jateng merupakan salah satu penyangga pangan nasional. Karena itu, ancaman kemarau tidak bisa dianggap sepele. Pemprov Jateng mengaku sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi sejak jauh-jauh hari.

Baca juga: Jateng Kejar Swasembada: Produksi Digenjot, Irigasi Diperbaiki, Petani Dapat Asuransi

Mulai dari pemetaan daerah rawan kekeringan, kesiapan waduk dan embung, hingga perbaikan saluran irigasi sekunder dan tersier. Pemprov juga berkolaborasi dengan TNI, Polri, serta instansi terkait untuk menjalankan pompanisasi dan pipanisasi.

Data Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng mencatat terdapat 242.826 hektare sawah tadah hujan dan 530.748 hektare sawah irigasi. Untuk sawah tadah hujan, intervensi dilakukan melalui irigasi perpompaan. Sedangkan sawah irigasi mendapat dukungan melalui jaringan irigasi tersier.

Tak hanya soal air, perlindungan petani juga disiapkan melalui asuransi gagal panen. Program tersebut ditujukan untuk melindungi 10 ribu hektare lahan pertanian yang berisiko mengalami puso atau gagal panen.

“Asuransi gagal panen untuk mem-backup, jadi jangan sampai nanti kena puso, kena banjir, dan gagal panen. Itu nanti akan membantu daripada masyarakat kita, khususnya para petani agar tetap mempunyai modal dasar dalam rangka meskipun gagal panen, dia tetap melakukan kegiatan dengan adanya asuransi yang kita lakukan,” jelas Luthfi.

Pola Tanam

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, pola tanam di setiap daerah tidak selalu sama. Wilayah Pantura, misalnya, memiliki daerah yang menjalankan dua kali musim tanam padi dengan selingan komoditas lain.

Sementara daerah lain bisa mencapai tiga kali musim tanam. Namun, satu hal yang sama: semua bergantung pada ketersediaan air. “Kalau ada air mereka pasti akan menanam padi,” katanya.

Pemprov juga mengandalkan program Pilar Jateng untuk memetakan kondisi lahan, infrastruktur irigasi, serta alat dan mesin pertanian. Data yang diperbarui secara berkala itu digunakan untuk menentukan bantuan dan intervensi agar lebih tepat sasaran.

Baca juga: Gaspol Kemandirian Pangan, Pemprov Jateng Apresiasi Kolaborasi Hulu-Hilir

Di sisi lain, BMKG memprediksi awal musim hujan di Jawa Tengah mulai berlangsung pada minggu pertama November 2026. Namun, kedatangannya tidak serentak.

Wilayah sekitar Pegunungan Slamet dan Pegunungan Dieng diperkirakan lebih dulu memasuki musim hujan. Cakupannya antara lain bagian utara Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Wonosobo.

Sebaliknya, sejumlah wilayah Pantura dan Jateng bagian timur diperkirakan baru memasuki musim hujan sekitar awal Desember. Meski analisis curah hujan harian BMKG menunjukkan hampir seluruh wilayah Jateng sudah mengalami hujan, intensitasnya belum merata.

Jadi, target produksi 10,5 juta ton memang masih terbuka untuk dikejar. Tetapi petani tentu tak bisa hanya mengandalkan optimisme dan doa agar hujan turun tepat waktu. Sebab, di sawah, yang dibutuhkan bukan sekadar langit mendung, melainkan air yang benar-benar sampai ke tanaman. (tebe)

You Might Also Like

PLTS Gajah Mungkur Mulai Dibangun

Gubernur Jateng Gowes ke Kantor, ASN Diajak Ikut “Waras Energi”

Jateng Gandeng Delapan Daerah Jaga Sungai dari Hulu ke Hilir

Infrastruktur Jadi Prioritas, Pemprov dan DPRD Jateng Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026

UMK Rp5 Jutaan Cuma di Jabodetabek, Jateng Masih Jaga Jarak

TAGGED:ahmad luthfipemprov jatengstok pangan jatengswasembada beras
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kapolsek Pedurungan Sambangi Warga, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
Next Article Kemenkum Kenalkan Perseroan Perorangan dan Apostille kepada Warga Salatiga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Semarang Juara Umum Porprov 2026, Agustina: Jangan Cepat Puas!

Pagersemar Ajak Pengusaha Hiburan Ikut Gaet Wisatawan

Magelang Mau Jadi Kampung Susu Baru

Kemenkum Kenalkan Perseroan Perorangan dan Apostille kepada Warga Salatiga

Hujan Mulai Datang, Luthfi Kejar Target 10,5 Juta Ton Padi Jateng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, meninjau Gerakan Pangan Murah di Kampung Lasipin RT.03/RW.04, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur, Sabtu (30/8).
Daerah

Gerakan Pangan Murah Semarang, Wali Kota Agustina Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Agustus 30, 2025
Daerah

Luthfi Klaim Tak Ada Desa Tertinggal di Jateng

Januari 15, 2026
Info

LDA Minta Dana Hibah Keraton Diaudit

Februari 10, 2026
Ekonomi

RPP Pengupahan Disebut Drakula, SPN “Birukan” Gubernuran

Desember 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hujan Mulai Datang, Luthfi Kejar Target 10,5 Juta Ton Padi Jateng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?