BACAAJA, WONOSOBO – Kinerja apik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo dalam menurunkan tingkat kemiskinan mendapat apresiasi. Wonosobo meraih Mandaya Awards 2026 kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan.
Penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) tersebut diserahkan dalam puncak acara Mandaya Awards 2026 di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Penghargaan Mandaya Awards 2026 diraih setelah Pemkab Wonosobo berhasil menurunkan persentase penduduk miskin. Angka kemiskinan di Wonosobo pada 2026 turun 0,22 persen menjadi 13,12 persen, dari sebelumnya 13,34 persen pada tahun 2025.
Berdasarkan data Pemkab Wonosobo, penurunan tersebut setara dengan berkurangnya 1.620 penduduk miskin. Jumlah penduduk miskin di wilayah itu tercatat sebanyak 104.670 orang pada 2026.
Bacaaja: Angka Kemiskinan Wonosobo Turun 4,33 Persen dalam 5 Tahun, Pemkab Kejar Target Satu Digit
Bacaaja: Cara Wonosobo Turunkan Angka Kemiskinan hingga 4,33 Persen, Bupati Afif: Gak Cukup Andalkan Bansos!
Capaian ini didukung sejumlah program penanggulangan kemiskinan yang mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, bantuan sosial, perbaikan hunian, pendidikan, sanitasi, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Sepanjang 2025, Pemkab Wonosobo merealisasikan perbaikan 1.001 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Selain itu, sebanyak 663 anak menerima beasiswa dan 231 keluarga memperoleh pembangunan fasilitas sanitasi.
Pemkab juga menyalurkan bantuan sosial serta memberikan perlindungan jaminan kesehatan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kerja bersama pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam menjalankan program penanggulangan kemiskinan.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, dan masyarakat Wonosobo.”
“Namun, yang paling penting bukan penghargaan yang kita terima, melainkan bagaimana upaya penanggulangan kemiskinan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Afif.
Ia menegaskan, Pemkab Wonosobo akan terus mendorong program yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan usaha, memperoleh pekerjaan, dan memperbaiki taraf hidup secara berkelanjutan.
Menurut Afif, penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial. Pemberdayaan masyarakat perlu diperkuat agar warga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.
Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, juga menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam penanggulangan kemiskinan. Menurutnya, program pemerintah perlu bergeser dari sekadar pemberian bantuan menuju pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.
Keberhasilan program, kata dia, harus diukur dari dampak nyata, keterlibatan aktif masyarakat, keberlanjutan, serta hasil yang dapat dibuktikan. Dengan pendekatan tersebut, program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan atau pemenuhan formalitas.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Prof. Abdul Haris, menyampaikan bahwa Mandaya Awards melibatkan 764 kegiatan dan inovasi dengan sekitar 1.600 penggerak.
Ia menegaskan, pemberdayaan tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan. Program harus mampu meningkatkan keterampilan dan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri serta memiliki peluang memperbaiki kesejahteraan.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemkab Wonosobo berkomitmen memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan melalui optimalisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut diharapkan mendukung penyaluran program agar lebih tepat sasaran.
Pemkab juga akan memperkuat kolaborasi lintas sektor, memperluas akses bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan pelatihan keterampilan bagi masyarakat.
Langkah tersebut diarahkan untuk membuka lebih banyak peluang ekonomi, membantu masyarakat mengembangkan usaha, dan memperluas akses terhadap pekerjaan.
Penghargaan Mandaya Awards 2026 menjadi dorongan bagi Pemkab Wonosobo untuk menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan. Meski persentase kemiskinan mengalami penurunan, jumlah penduduk miskin yang masih mencapai 104.670 orang menunjukkan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan tetap membutuhkan perhatian.
Pemkab Wonosobo berharap program yang tepat sasaran, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil dapat terus diperkuat. Dengan begitu, penanggulangan kemiskinan tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga melalui peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi masyarakat. (*)

