BACAAJA, SEMARANG– Pemkot Semarang menanggung iuran jaminan kesehatan bagi 180.000 warga sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota agar masyarakat lebih mudah memperoleh layanan kesehatan. Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak menunda imunisasi polio bagi anak yang belum mendapatkan vaksin.
Ajakan itu disampaikan Agustina saat menghadiri Rotary Fun Walk & Run #2 dalam rangka Hari Polio Sedunia di kawasan Awann Costa POJ Semarang, Minggu (25/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia juga melakukan penetesan vaksin polio.
Kegiatan bertema “Aksi Nyata Anda untuk Masa Depan Bebas Polio” itu digelar Rotary Area Semarang dengan agenda jalan santai serta lari kategori 3K, 5K, dan 10K.
Selain mendorong gaya hidup aktif, kegiatan tersebut juga menggalang dana untuk mendukung program vaksinasi global dan pemantauan polio melalui PolioPlus yang dijalankan Rotary.
Tunjukkan KTP
Terkait akses layanan kesehatan, Agustina menyampaikan bahwa warga dapat memanfaatkan layanan kesehatan dengan menunjukkan KTP Semarang sesuai ketentuan yang berlaku. “Kalau periksa sakit dan lain sebagainya, yang penting KTP-nya Semarang,” ujarnya.
Kota Semarang juga meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kategori madya pada 2026. Agustina berharap capaian tersebut menjadi penyemangat bagi tenaga kesehatan, mulai dari perawat, bidan, hingga dokter, untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, perluasan akses layanan kesehatan perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan penyakit. Salah satunya melalui imunisasi polio untuk melindungi anak sejak dini. (tebe)

