BACAAJA, SEMARANG– Puluhan tahun mengajari anak-anak membaca Alquran, menanamkan akhlak, dan membimbing mereka mengenal agama bukan pekerjaan sehari dua hari.
Bagi tiga guru Madrasah Diniyah (Madin) di Kota Semarang, pengabdian selama 26 hingga 37 tahun itu akhirnya berbuah hadiah istimewa: berangkat umrah dari Pemkot Semarang.
Tiga guru madin Nahdlatul Ulama (NU) tersebut menerima penghargaan dari Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dalam kegiatan Khataman Alquran dan Istighotsah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng di Kantor PWNU Jateng, Rabu (21/10/2026) malam. Penyerahan penghargaan itu menjadi bagian dari peringatan Hari Santri 2026.
Ketiganya adalah Muh Rosail yang telah mengabdi selama 37 tahun, Nur Cholis dengan masa pengabdian 29 tahun, serta Siti Aminah yang selama 26 tahun konsisten mendidik generasi muda melalui pendidikan keagamaan.
Baca juga: Tambah Banyak, Penerima Bisyaroh di Kota Semarang Nyaris 10 Ribu Orang
Bagi Agustina, hadiah umrah tersebut bukan sekadar kesempatan menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Penghargaan itu juga menjadi bentuk apresiasi atas ketulusan para guru yang terus menebarkan ilmu dan kebaikan, meski pekerjaan mereka kerap berlangsung jauh dari sorotan.
“Kesempatan umrah ini menjadi bentuk penghargaan atas ketulusan dan dedikasi panjenengan. Semoga menjadi kebahagiaan bagi para penerima sekaligus penyemangat bagi seluruh guru Madin untuk terus menebarkan ilmu dan kebaikan,” ujar Agustina.
Menurutnya, guru Madin punya peran penting dalam membiasakan anak-anak membaca Alquran, menjalankan ibadah, serta menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan agama bukan hanya soal hafalan dan pengetahuan, tetapi juga proses membentuk karakter dan kepedulian sosial.
Ekosistem Pendidikan
Peran tersebut ditopang ekosistem pendidikan keagamaan yang cukup besar di Kota Semarang. Tercatat ada 174 Madrasah Diniyah dengan 981 guru dan 632 santri. Selain itu, terdapat 293 pondok pesantren yang menaungi 18.040 santri dengan dukungan 1.585 guru.
Angka itu menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan melibatkan banyak tenaga pendidik yang ikut berkontribusi membangun kualitas sumber daya manusia di Ibu Kota Jawa Tengah.
Apresiasi kepada para pendidik juga dilakukan melalui dukungan finansial. Agustina menyampaikan, Pemkot Semarang terus meningkatkan dukungan bagi guru Taman Pendidikan Alquran/Lembaga Pendidikan Alquran (TPQ/LPQ) melalui pemberian bisyaroh.
Baca juga: Tujuh Kafilah Semarang Dapat Hadiah Umrah dari Wali Kota
Pada September 2025, jumlah penerima bantuan meningkat dari 3.000 menjadi 3.500 orang, dengan besaran Rp1,5 juta per triwulan. Pada 2026, jumlah penerima kembali bertambah menjadi 4.000 orang.
Agustina berharap dukungan tersebut bisa memperkuat keberlanjutan pendidikan keagamaan sekaligus mendorong kolaborasi pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat dalam membangun Semarang yang maju serta inklusif.
Kepada tiga guru penerima hadiah, ia juga mendoakan agar perjalanan ibadah mereka berjalan lancar, diberikan kesehatan, dan memperoleh umrah yang mabrur.
Sebab, mengajari orang lain berbuat baik selama puluhan tahun jelas bukan perjalanan singkat. Hadiah umrah ini menjadi bentuk terima kasih atas pengabdian mereka. Namun, penghargaan paling berharga tentu ketika ilmu yang ditanamkan terus tumbuh, sementara kesejahteraan para pendidik juga tak berhenti menjadi bahan doa. (tebe)

