BACAAJA, WONOSOBO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Sumbing. Api berkobar sejak Senin (19/10/2026) sore dan hingga Selasa (20/10/2026) siang belum padam.
“Iya, benar,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi saat dikonfirmasi.
Seorang pemandu pendakian Gunung Sumbing, Bono, menjelaskan kebakaran belum terkendali, bahkan makin membesar.
Bacaaja: Kebakaran Hutan dan Lahan di Jateng Meledak 700 Persen
Bacaaja: Antisipasi Kebakaran Hutan, Jateng Bentuk Satgas Karhutla
Kata dia, dari Pos Pendakian Garung terlihat jelas kepulan asap putih tebal membubung tinggi dari area lereng hingga mendekati kawasan puncak gunung.
“Iya, ini Gunung Sumbing via Garung kebakaran. Sumbing via Bowongso juga kena,” ujar Bono.
Dia menegaskan, awal kemunculan titik api bukan berasal dari jalur pendakian tempat para pendaki melintas.
Saat ini, kobaran api dilaporkan tengah melahap kawasan area Kijang Langkap.
Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan dan relawan dari berbagai unsur yang telah terjun ke lokasi.
Namun, proses pemadaman menghadapi kendala besar lantaran kobaran api yang kian membesar, suhu cuaca yang panas, serta terpaan angin kencang di lereng gunung. (bae)

