BACAAJA, MAGELANG– Membangun perumahan bukan cuma perkara menjual rumah dan menghitung keuntungan. Pengembang juga harus memikirkan biaya infrastruktur dasar, termasuk instalasi air bersih.
Di Magelang, sedikitnya lima titik pengembangan perumahan baru belum terjangkau jaringan PDAM. Kondisi ini membuka kebutuhan pembiayaan sekaligus peluang bagi lembaga keuangan untuk ikut menggerakkan bisnis perumahan.
BPR BKK Muntilan menyatakan siap menyalurkan kredit untuk proyek instalasi air bersih, terutama di kawasan yang belum memiliki sambungan PDAM. Dukungan pendanaan ini diharapkan membantu pengembang memenuhi kebutuhan fasilitas dasar tanpa harus sepenuhnya mengandalkan modal sendiri.
Direktur Utama BPR BKK Muntilan, Agustinus Subekti Rahyuwono, mengatakan pihaknya memiliki produk Kredit Air yang dapat dimanfaatkan pengembang perumahan untuk membiayai instalasi air bersih. “Bagi yang pembiayaannya melalui KPR, begitu disetujui langsung dapat memanfaatkan produk pembiayaan dari kami,” jelasnya.
Baca juga: Konsolidasi BPR BKK Menuju BPRS, Komisi C DPRD Jateng Konsultasi ke Kemendagri
Ketersediaan pembiayaan tersebut menjadi relevan ketika pengembang harus menyeimbangkan kebutuhan investasi infrastruktur dengan biaya pembangunan hunian. Tanpa dukungan pendanaan yang sesuai, penyediaan fasilitas air bersih berpotensi menjadi tantangan tersendiri, terutama di lokasi yang belum terhubung jaringan PDAM.
Peluang Ekonomi
Peluang pembiayaan air dan sanitasi menjadi topik utama dalam Bimbingan Teknis Pembiayaan Sektor Air dan Sanitasi Melalui Lembaga Keuangan di Kebone The Omah Resto, Ganjuran, Magelang, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Water.org, Forum BPR/BKK Jateng, dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jateng.
Sejumlah pihak yang terlibat antara lain DPRKP Kabupaten Magelang, BPR BKK Muntilan, Perumda Tirta Gemilang Kabupaten Magelang, serta Apersi wilayah Magelang, Temanggung, dan Wonosobo (Matew).
Agenda tersebut mempertemukan kebutuhan pendanaan pelaku usaha perumahan dan konstruksi dengan alternatif pembiayaan dari lembaga keuangan. Pembahasan juga mencakup pembiayaan sambungan air PDAM agar jaringan yang tersedia dapat menjangkau rumah tangga.
Baca juga: Bos Baru Bank Jateng Resmi Dilantik, Gubernur: Aset Sudah Tembus Rp100 Triliun, Gas Terus!
Perwakilan Water.org, Widiatmoko mengatakan, pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan air minum, khususnya di kawasan perumahan yang belum terjangkau jaringan perpipaan PDAM.
Menurut dia, kebutuhan infrastruktur air minum tidak cukup dipenuhi melalui pembangunan jaringan utama. Dukungan pendanaan juga diperlukan agar pengembang dan kontraktor mampu menyediakan sarana pendukung hingga layanan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami mendorong kontraktor WSS memahami akses pembiayaan melalui lembaga keuangan sekaligus melihat peluang pengembangan infrastruktur air minum di kawasan perumahan yang belum terjangkau jaringan perpipaan PDAM,” ujarnya. (tebe)

