Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Kirim 34 Atlet Paralimpik ke Nagoya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

Jateng Kirim 34 Atlet Paralimpik ke Nagoya

T. Budianto
Last updated: Oktober 12, 2026 3:50 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
LEPAS ATLET PARALIMPIK: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama jajaran NPCI Jateng berfoto bersama para atlet paralimpik asal Jateng saat acara Doa Bersama dan Pelepasan Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games ke-5 Nagoya di Sukoharjo, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Bukan soal keterbatasan, melainkan seberapa jauh kemampuan bisa melampaui batas. Sebanyak 34 atlet paralimpik asal Jawa Tengah siap membuktikan diri di Asian Para Games ke-5 di Nagoya, Jepang, pada 19-24 Oktober 2026.

Mereka bakal menjadi bagian dari kontingen Indonesia bersama 16 pelatih dan ofisial asal Jateng. Total ada 50 orang dari provinsi ini yang masuk dalam kontingen Merah Putih beranggotakan 219 orang.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi melepas keberangkatan para atlet, pelatih, dan ofisial tersebut di Sukoharjo, Sabtu, 10 Oktober 2026. Pesannya tegas: bertandinglah dengan gigih, pantang menyerah, dan bawa nama Indonesia dengan penuh kebanggaan.

“Saya hari ini memberangkatkan atlet Asian Para Games ke-5 di Nagoya. Dari 219 orang kontingen Indonesia, 50 orang di antaranya berasal dari Jateng. Mereka nanti akan membawa nama dan marwah Jateng dan nasional,” kata Luthfi.

Gubernur yang juga dikenal sebagai Bapak Disabilitas Jateng itu mengaku bangga dengan prestasi para atlet paralimpik. Banyaknya wakil Jateng yang terpilih memperkuat Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng masih menjadi salah satu barometer olahraga paralimpik nasional. “Tunjukkan bahwa kiblatnya paralimpik nasional ada di Jateng,” tegasnya.

Baca juga: Sekda Jateng: Penyandang Disabilitas Bukan untuk Dikasihani, Tetapi Difasilitasi

Kalimat itu tentu bukan sekadar pemantik semangat. Para atlet kini punya panggung untuk membuktikan bahwa pembinaan yang dijalani selama ini bisa berbuah prestasi di level Asia.

Dukungan pemerintah, menurut Luthfi, tidak semestinya berhenti ketika para atlet selesai bertanding. Pemprov Jateng juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan atlet berprestasi, termasuk melalui afirmasi bagi penyandang disabilitas.

“Kelompok disabilitas dan kelompok rentan ini harus diopeni dan diperhatikan. Jateng punya program bagi mereka yang punya keahlian, kita masukkan ke BUMD dan BUMN. Juga kita berikan keterampilan bagi kelompok rentan agar bisa mandiri,” jelasnya.

Pesan ini menjadi penting karena perjuangan atlet tidak selesai saat pertandingan berakhir. Setelah medali disimpan dan sorak-sorai mereda, mereka tetap membutuhkan kesempatan kerja, keterampilan, serta jaminan kesejahteraan untuk menjalani kehidupan secara mandiri.

Tahapan Pelatihan

Ketua Umum NPCI Jawa Tengah, Osrita Muslim mengatakan, para atlet telah menjalani berbagai tahapan pelatihan melalui pemusatan latihan nasional. Ia berharap persiapan tersebut bisa menghasilkan medali dan prestasi membanggakan di Nagoya.

Jateng tercatat menjadi provinsi dengan jumlah wakil terbanyak dalam kontingen Indonesia. Osrita menyebut dukungan Pemprov Jateng menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan dan pembinaan atlet paralimpik di daerah.

Sebanyak 34 atlet Jateng akan bertanding di sembilan cabang olahraga. Rinciannya, boccia empat atlet, para anggar satu atlet, para angkat berat empat atlet, para atletik 10 atlet, para balap sepeda dua atlet, para bulu tangkis tujuh atlet, para judo tiga atlet, para renang satu atlet, dan para tenis meja dua atlet.

Targetnya? Tentu ingin sebanyak mungkin medali emas. Namun, NPCI Jateng tetap mempertimbangkan catatan dan kemampuan masing-masing atlet. “Target di Nagoya nanti tentu pengennya emas semua, tapi secara realistis disesuaikan dengan rekor para atlet. Kira-kira empat medali emas dari Jateng, salah satunya dari cabor bulutangkis,” ujar Osrita.

Salah satu atlet yang siap berlaga adalah Didit Diantoro, atlet para anggar asal Kebumen. Ia mengaku siap menghadapi persaingan dengan atlet-atlet dari negara lain, termasuk China yang dinilainya sebagai salah satu lawan terberat.

“Kami sudah siap. Lawan terberat saat ini adalah China. Tapi kami optimis. Dukungan dari Pemprov juga bagus dari fasilitas dan lainnya,” kata Didit.

Baca juga: Luthfi Janji Bangun Jalan dan Sekolah Disabilitas di Babalan

Kini, perjuangan para atlet tinggal menunggu waktu untuk dimulai. Latihan sudah dijalani, persiapan sudah dilakukan, dan target sudah dipasang. Empat emas memang menjadi sasaran realistis. Namun, setiap atlet punya kesempatan menorehkan kejutan di arena pertandingan. Sebab, di Nagoya nanti yang diuji bukan cuma catatan waktu, kekuatan, atau ketepatan, tetapi juga mental untuk bertahan di tengah persaingan.

Dan satu hal yang patut diingat: dukungan kepada atlet disabilitas jangan cuma ramai ketika mereka berangkat membawa nama bangsa. Saat mereka pulang nanti, perhatian terhadap fasilitas, pembinaan, pekerjaan, dan kesejahteraan juga harus tetap menyala. Jangan sampai perjuangannya mendunia, tetapi apresiasinya cuma berhenti di panggung pelepasan. (tebe)

You Might Also Like

Dari Pena ke Layar, Kaligrafi MTQ Makin Ngegas

Tiga Poin Harga Mati, PSIS Janji All Out di Batakan

Triwulan I Investasi di Jateng Serap 92.000 Tenaga Kerja

Jateng Mau Jual Wisata Halal, Pemda Mulai Pasang Kuda-Kuda

Dua Kiper Timnas Menang, Sinyal Bagus Jelang ASEAN Cup

TAGGED:Asian Para Games 2026NPC Jatengparalimpikpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BERSINERGI - PLN Icon Plus melalui ICONGREEN berperan dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 416 kilowatt peak (kWp) di RS Mardi Rahayu, Kudus, Jawa Tengah. PLN Icon Plus Hadirkan Solusi PLTS Atap 416 kWp untuk RS Mardi Rahayu Kudus
Next Article Hard Enduro Kendal Bikin Homestay Penuh

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BELAJAR MODERASI: Mahasiswa UIN Walisongo berada di aula Wihara Mahabodhi untuk belajar moderasi beragama, Senin (12/10/2026). (dul)

Belajar Moderasi Beragama, Mahasiswa UIN Walisongo Kunjungi Wihara Mahabodhi

PILATES DI BANDARA: Puluhan orang sedang berolahraga pilates di area boarding bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. (ist)

Tempat Pilates dengan Pemandangan Pesawat Terbang? Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

SMA Theresiana 1 dan SMP Al Azhar 14 Angkat Trofi Hydroplus 2026

Hard Enduro Kendal Bikin Homestay Penuh

Jateng Kirim 34 Atlet Paralimpik ke Nagoya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Pemkot Siapkan Huntara di Rowosari, Warga Jangli Keberatan

April 21, 2026
Sepak Bola

Mahesa Jenar Ungguli Joko Tingkir

Januari 24, 2026
Sirkular

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

Maret 29, 2026
Sepak Bola

PSIS Cuci Gudang, 16 Pemain Dilepas

Juni 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Kirim 34 Atlet Paralimpik ke Nagoya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?