Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bayi Alena Meninggal di Usia 28 Hari: Sempat Kritis, Diduga Diberi Telur Mentah Sang Nenek
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bayi Alena Meninggal di Usia 28 Hari: Sempat Kritis, Diduga Diberi Telur Mentah Sang Nenek

R. Izra
Last updated: Oktober 12, 2026 6:07 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
ilustrasi mayat bayi
SHARE

BACAAJA, SURABAYA — Kabar tragis datang dari Surabaya. Bayi Alena yang sempat kritis dan dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya akhirnya meninggal dunia dalam usia 28 hari pada Minggu (11/10/2026).

Kisah bayi Alena viral di media sosial (medsos). Ia sempat kritis setelah diduga dicekoki telur mentah oleh neneknya sendiri.

Alena yang dirawat sejak Jumat (9/10/2026) kondisinya dilaporkan terus memburuk, hingga akhirnya meninggal dunia.

Kisah Alena menjadi perhatian warganet setelah muncul dugaan bahwa dirinya diberi telur mentah oleh neneknya, yang merupakan ibu dari ayah bayi tersebut. Telur itu disebut diberikan dengan alasan untuk membantu menurunkan demam.

Bacaaja: Bayi Usia 24 Hari Kritis, Diduga Gara-Gara Dicekoki Nenek Telur Mentah
Bacaaja: Geger! Driver Ojol Dapati Paket Berisi Mayat Bayi

Kabar meninggalnya Alena disampaikan melalui akun Threads @calistaarisha. Pemilik akun tersebut merupakan tante Alena sekaligus saudara kandung dari ibu bayi itu.

Dalam unggahannya, keluarga menyampaikan terima kasih kepada warganet yang telah memberikan doa dan dukungan selama Alena menjalani perawatan.

Calista juga menyebut persoalan keluarga yang ramai dibicarakan di media sosial telah ditindaklanjuti. Ia meminta warganet menghormati kondisi keluarga yang masih berduka dan belum siap menjawab berbagai pertanyaan.

Keluarga turut menyampaikan apresiasi kepada tim medis RSUD Dr. Soetomo dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak atas bantuan yang diberikan kepada Alena.

Humas RSUD Dr. Soetomo, Adin Niken, membenarkan kabar meninggalnya Alena pada Minggu pagi.

“Betul, pasien bayi tersebut meninggal hari ini pukul 07.10 WIB. 28 hari usia adeknya saat meninggal,” kata Niken kepada detikJatim.

Niken menjelaskan bahwa tim medis telah berupaya memberikan penanganan sesuai standar pelayanan dan kebutuhan pasien.

Sementara itu, pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan lebih jauh mengenai kondisi medis Alena maupun kaitannya dengan dugaan pemberian telur mentah. Informasi tersebut termasuk dalam privasi pasien.

Kasus Alena juga memicu perhatian tenaga medis. Sejumlah dokter menyampaikan belasungkawa sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memberikan makanan atau minuman kepada bayi yang baru lahir.

Dokter pemilik akun Threads @dr.ferrykslg menjelaskan bahwa bayi berusia di bawah satu bulan masih berada dalam periode neonatus. Pada usia ini, kebutuhan nutrisi bayi dipenuhi melalui ASI atau susu formula yang sesuai.

Bayi baru lahir tidak boleh diberi telur mentah, air putih, madu, jamu, atau ramuan tradisional tanpa arahan tenaga medis. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) umumnya dimulai sekitar usia enam bulan, sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Jika bayi mengalami demam, orang tua perlu segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Demam pada bayi berusia di bawah tiga bulan perlu mendapat penilaian medis segera, bukan ditangani menggunakan makanan atau ramuan rumahan.

Kepergian Alena menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam merawat bayi baru lahir. Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, penyebab medis meninggalnya Alena tetap perlu merujuk pada keterangan tenaga kesehatan, bukan asumsi yang belum terverifikasi. (*)

You Might Also Like

Cuaca di Jateng Makin Susah Ditebak? BMKG Ungkap Faktor Bikin Iklim Jadi Random

Sambut Pasar PLTS Atap Makin Luas, PLN Icon Plus Pertajam Strategi lewat PV Academy

PLN Icon Plus Tumbuhkan Semangat Kemanusiaan melalui Aksi Donor Darah

Cemburu Keras! Istri Potong Kemaluan Suami hingga Tewas

Peluang Karier Difabel Ada, tapi Akses Informasi dan Rekrutmen Masih Jadi Kendala

TAGGED:bayi alenaheadlinemeninggal dunianenektelur mentah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article TOLAK POLITIK UANG: Anggota Bawaslu Kota Semarang, V. Silvania Susanti sedang paparan dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Anti Politik Uang. (ist) Bawaslu Semarang Gandeng Kader Parpol Ajak Warga Tolak Politik Uang
Next Article SOROT GEOTERMAL - Pemerhati lingkungan Hotmauli Sidabalok Ph.d (kanan) memaparkan materi risiko lingkungan proyek geotermal dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II PW ISNU Jateng di Horison Tlogo Resort, Tuntang, Kabupaten Semarang, pada Sabtu-Minggu (10-11/10/2026). Dua narasumber lain dalam FGD tersebut adalah Yoga Ariwibowo, ahli geotermal dari Universitas Diponegoro (dua dari kiri), serta Prof. Abu Hapsin, Dewan Ahli PW ISNU Jateng sekaligus akademisi UIN Walisongo Semarang (dua dari kanan). PW ISNU Jateng Sorot Rencana Eksplorasi Geotermal Gunung Ungaran, Tekankan Keadilan Ekologis

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.

Ganjar Beri Jawaban Menohok saat Ditanya Isu Pemakzulan Gibran: Urus Karhutla Lebih Penting!

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Polisi Jenaka Pimpin Solo, Enam Kapolres Jateng Berganti

Fakta Rumah Dinas TNI Disulap Jadi Markas Judol, 11 Orang Diciduk

Napi Narkoba Bakal Dibina di Pulau Buaya, Ini Rencana Yusril

Brimob Maluku Dilaporkan Pacar, Dugaan Paksa Gugurkan Kandungan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Cabai Nyaris 80 Ribu, Gubernur: Gas Operasi Pasar!

Februari 20, 2026
Info

Sebelas Armada Trans Semarang Dicek Satu-satu

Agustus 9, 2026
HALAL FEST--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau pameran UMKM di Semarang Halal Fest 2026. (ist)
Info

MTQ Nasional Jadi Jalan UMKM Semarang Kenalkan Produk ke Pasar Nasional

September 15, 2026
Hukum

Kronologi Duit SPPG di Bandung Rp 1 Miliar Raib, MBG Baru Jalan 10 Hari

November 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bayi Alena Meninggal di Usia 28 Hari: Sempat Kritis, Diduga Diberi Telur Mentah Sang Nenek
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?