Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dilaporkan KPK, Imron Fattah Ingatkan NU Bukan Kendaraan Politik
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dilaporkan KPK, Imron Fattah Ingatkan NU Bukan Kendaraan Politik

Nugroho P.
Last updated: Oktober 11, 2026 2:33 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Nahdlatul Ulama (NU)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Polemik dugaan politik uang dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat tanggapan dari KH Imron Fattah. Wakil Rais Syuriyah PCNU Bangkalan itu mengingatkan agar persoalan tersebut tidak membuat warga Nahdliyin kehilangan fokus terhadap tujuan utama organisasi.

Contents
Laporan ke KPK Tetap DihargaiGus Kikin Memikul Amanah BesarPCNU Sekadau Ingin Jaga Integritas Organisasi

Menurut Kiai Imron, NU seharusnya menjadi ruang pengabdian bagi umat, bukan arena untuk mengejar jabatan atau kepentingan politik praktis. Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga suasana tetap kondusif di tengah munculnya laporan dugaan pelanggaran dalam proses muktamar.

Pernyataan itu disampaikan Kiai Imron pada Jumat, 9 Oktober 2026. Ia menilai terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 merupakan amanah besar yang perlu dihormati setelah melalui proses muktamar.

Laporan ke KPK Tetap Dihargai

Kiai Imron mengaku menghargai langkah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, yang mengadukan dugaan politik uang dalam Muktamar ke-35 NU kepada KPK.

Baginya, setiap persoalan organisasi perlu disikapi secara bijak tanpa mengabaikan pentingnya menjaga persaudaraan di kalangan Nahdliyin. Ia juga mengingatkan agar sikap rendah hati atau tawadhu tetap menjadi pegangan dalam menjalankan kehidupan berorganisasi.

Menurut Kiai Imron, dinamika terkait kepemimpinan tidak semestinya menggeser tujuan besar NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Pengabdian kepada umat harus tetap menjadi prioritas dibandingkan perebutan posisi maupun kepentingan kelompok.

“NU bagi saya merupakan jam’iyah diniyah ijtimaiyah, bukan kendaraan politik praktis,” kata Kiai Imron.

Gus Kikin Memikul Amanah Besar

Kiai Imron juga menegaskan bahwa kepemimpinan di NU bukan semata-mata soal siapa yang menduduki posisi tertinggi. Lebih dari itu, jabatan merupakan tanggung jawab untuk merawat organisasi dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat luas.

Ia menyebut Gus Kikin kini memikul amanah besar setelah terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode 2026–2031. Karena itu, seluruh elemen organisasi diharapkan bisa menghormati proses yang telah berlangsung sekaligus menjaga kebersamaan.

“Gus Kikin memikul amanah yang besar dan keputusan itu sudah melalui proses muktamar. Jam’iyyah NU ini bukan tentang siapa yang memimpin,” ujarnya.

Kiai Imron berharap perbedaan pandangan yang muncul tidak membuat warga Nahdliyin terpecah. Menurutnya, NU sebagai rumah besar umat harus terus dirawat agar tetap berpegang pada tujuan awal pendiriannya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga soliditas organisasi supaya NU tetap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting agar dinamika kepemimpinan tidak mengaburkan semangat pengabdian yang menjadi dasar gerakan NU.

PCNU Sekadau Ingin Jaga Integritas Organisasi

Sebelumnya, Ketua PCNU Kabupaten Sekadau, Bagus Fitrianto, menyampaikan bahwa pengaduan ke KPK merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga integritas organisasi. Langkah itu, menurutnya, ditujukan untuk mendorong NU terbebas dari praktik suap dan korupsi.

Pengaduan tersebut berkaitan dengan dugaan politik uang menjelang Muktamar ke-35 NU yang digelar pada akhir Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa lembaganya menerima pengaduan masyarakat terkait dugaan politik uang menjelang pelaksanaan muktamar tersebut.

Meski demikian, dugaan yang dilaporkan perlu dibedakan dari pelanggaran yang telah terbukti. Penanganan lebih lanjut terhadap pengaduan itu menjadi bagian dari proses yang harus dijalankan sesuai ketentuan.

Di tengah polemik tersebut, pesan Kiai Imron kembali menyoroti pentingnya menjaga marwah NU. Baginya, dinamika organisasi semestinya menjadi momentum untuk memperkuat integritas, merawat persaudaraan, dan memastikan NU tetap hadir sebagai wadah pengabdian bagi umat, bukan kendaraan untuk mengejar kepentingan politik praktis. (*)

You Might Also Like

Dibilang Belikan Alphard untuk Kowad Cantik, Letjen Widi Tak Terima

Dapur MBG Mendadak Senyap, Kalau Dana Cair Besok ya Ngebul Lagi

Pulang ke Rumah, Rio! PSIS Panggil Lagi Bek Andalan Lama

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Icon Plus Apresiasi Pelanggan Setia ICONNET

Dua Jari Siswa Putus: Sekolah Bilang Kecelakaan, Keluarga Yakin Ada Bully

TAGGED:dialporkan KPKGus kikiknmuktamarmuktamar nuNU
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ribuan Penari Guncang Goa Terawang
Next Article Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Kampus Bergerak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mata Mulai Buram? Bisa Jadi Bukan Sekadar Faktor Usia

Tangan Sering Kesemutan? Jangan Anggap Sepele

Dituduh Ambil Sabun, Siswa Sekolah Rakyat Pati Alami Luka Serius

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Kampus Bergerak

Dilaporkan KPK, Imron Fattah Ingatkan NU Bukan Kendaraan Politik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Banjir dan Longsor Kudus: 2 Tewas, 1 Balita dalam Pencarian

Januari 12, 2026
Info

Pabriknya Jalan, Anaknya Aman

November 24, 2025
TIPIKOR--Staf Pengadilan Tipikor Semarang berjaga di resepsinis area pengadilan. (bae)
Hukum

Bekas Bupati Pati Sudewo Segera Disidangkan di Semarang, Ada 2 Kasus Korupsi

Juni 5, 2026
Olahraga

Wawali: Atlet Voli Muda Jangan Cuma Jago Latihan

Juni 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dilaporkan KPK, Imron Fattah Ingatkan NU Bukan Kendaraan Politik
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?