BACAAJA, JAKARTA – WhatsApp tengah menyiapkan perlindungan ekstra buat pengguna yang ingin menjaga percakapan tetap privat. Lewat fitur baru bernama Restricted Chat, obrolan tertentu nantinya hanya bisa dibuka dari HP utama tempat akun WhatsApp terdaftar, bukan dari laptop atau ponsel lain yang terhubung.
Fitur ini cocok buat pengguna yang ingin membatasi akses ke percakapan sensitif. WhatsApp tak cuma membatasi perangkat yang bisa membuka chat, tetapi juga menutup sejumlah fungsi yang berpotensi membuat isi obrolan tersebar ke luar aplikasi.
Menurut laporan WABetaInfo yang dirangkum KompasTekno, Minggu, 11 Oktober 2026, Restricted Chat sedang diuji kepada sebagian pengguna WhatsApp beta di Android dan iOS. Fitur ini menjadi pengembangan dari Advanced Chat Privacy dengan pembatasan yang lebih ketat.
Obrolan Tak Bisa Dibuka dari Perangkat Tertaut
Hal paling menonjol dari Restricted Chat adalah pembatasan akses perangkat. Ketika fitur ini diaktifkan, percakapan yang dilindungi hanya bisa dibuka melalui HP utama tempat akun WhatsApp terdaftar.
Artinya, perangkat lain yang biasanya terhubung melalui fitur linked devices, seperti laptop atau ponsel cadangan, tidak bisa mengakses obrolan tersebut. Pembatasan ini dirancang untuk mempersempit jalur akses yang berpotensi dimanfaatkan pihak lain.
Langkah tersebut juga menjadi upaya untuk membatasi akses melalui agen kecerdasan buatan (AI) maupun aplikasi WhatsApp tidak resmi yang mengandalkan perangkat tertaut. Dengan begitu, pengguna memiliki kontrol tambahan terhadap percakapan yang dianggap perlu dijaga lebih ketat.
Foto dan Video Tak Langsung Masuk Galeri
Restricted Chat juga membawa perubahan pada cara WhatsApp menangani media. Foto dan video yang diterima dalam percakapan terlindungi tidak akan otomatis tersimpan ke galeri ponsel seperti pada chat biasa.
Jika ingin menyimpan media tersebut, pengguna perlu mengunduhnya secara manual. Mekanisme ini memberikan kontrol lebih besar agar file dari percakapan privat tidak langsung bercampur dengan koleksi foto dan video lainnya.
Meski terlihat sederhana, pembatasan tersebut bisa membantu mengurangi risiko media sensitif tersimpan tanpa disadari. Terlebih, file yang sudah masuk galeri berpotensi lebih mudah ditemukan atau diakses melalui aplikasi lain di perangkat.
Riwayat Chat Tak Bisa Diekspor
Pembatasan berikutnya menyasar fitur ekspor percakapan. Saat Restricted Chat aktif, opsi untuk mengekspor riwayat obrolan tidak tersedia pada chat yang dilindungi.
Biasanya, fitur ekspor digunakan untuk menyimpan percakapan ke luar WhatsApp atau memindahkan salinannya ke tempat lain. Dengan pembatasan ini, isi obrolan tetap diakses melalui aplikasi, tanpa opsi ekspor seperti pada chat biasa.
Pengguna perlu memahami konsekuensinya sebelum mengaktifkan fitur tersebut. Jika suatu saat membutuhkan salinan percakapan, pembatasan ekspor ini bisa menjadi hal yang perlu dipertimbangkan.
Meta AI Ikut Dibatasi
WhatsApp juga membatasi penggunaan Meta AI dalam percakapan yang dilindungi Restricted Chat. Pengguna tidak bisa mengaktifkan atau berinteraksi dengan asisten AI tersebut di dalam obrolan yang bersangkutan.
Pembatasan ini menambah lapisan privasi karena pengguna tidak dapat memanfaatkan Meta AI langsung dari percakapan tersebut. Dengan demikian, fitur AI yang tertanam di WhatsApp tidak bisa digunakan melalui chat yang sudah dibatasi.
Namun, Restricted Chat bukan pengganti sistem enkripsi end-to-end yang selama ini menjadi fondasi keamanan WhatsApp. Enkripsi tersebut tetap berlaku untuk percakapan dan panggilan, baik Restricted Chat diaktifkan maupun tidak.
Harus Diaktifkan secara Manual
Restricted Chat tidak langsung aktif untuk semua percakapan. Pengguna perlu mengaktifkannya sendiri melalui halaman informasi chat dengan mengetuk nama kontak atau grup di bagian atas layar.
Setelah fitur diaktifkan, pembatasan akan berlaku pada percakapan yang dipilih. Karena itu, pengguna bisa menentukan obrolan mana yang membutuhkan perlindungan tambahan tanpa harus menerapkannya ke seluruh chat.
Meski begitu, fitur ini masih dalam tahap pengujian terbatas. Berdasarkan laporan yang dirujuk, Restricted Chat tersedia bagi sebagian pengguna beta Android versi 2.26.39.11 dan iOS versi 26.39.10.20.
Pembaruan ke versi tersebut belum tentu membuat semua pengguna beta langsung memperoleh akses. Hingga laporan itu diterbitkan, fitur Restricted Chat juga disebut belum tersedia bagi pengguna WhatsApp di Indonesia.
WhatsApp belum mengumumkan jadwal peluncuran resminya untuk seluruh pengguna. Jadi, pengguna masih perlu menunggu informasi lebih lanjut sambil tetap menjaga keamanan akun melalui pengaturan privasi yang sudah tersedia.
Kehadiran Restricted Chat menunjukkan bahwa WhatsApp terus menambah pilihan bagi pengguna yang membutuhkan ruang percakapan lebih tertutup. Meski begitu, fitur ini tetap perlu digunakan sesuai kebutuhan karena pembatasan akses perangkat, penyimpanan media, dan ekspor chat juga membawa konsekuensi tersendiri bagi pengguna. (*)

