BACAAJA, SEMARANG – Kota Semarang berencana menggelar festival literasi bertaraf internasional pada 2027 untuk mempertemukan penulis, penerbit, toko buku, dan komunitas pembaca.
Pemkot Semarang juga mendorong kolaborasi budaya dengan Prancis melalui sastra, film, seni, dan pertukaran penulis.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng berharap festival tersebut tak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga membuka peluang bagi penulis untuk bertemu penerbit dan memperluas jangkauan karya mereka.
“Kami berharap Kedutaan Besar Prancis dapat mempertimbangkan untuk ikut serta dalam festival literasi yang akan kami laksanakan tahun depan,” kata Agustina dalam kegiatan di kantor baru Alliance Française Semarang di kawasan Lamper, Kamis (8/10/2026) malam.
Selain festival literasi, kolaborasi budaya Semarang–Prancis akan diwujudkan melalui pemutaran film pendek Prancis dalam Festival Film Pendek Kota Semarang pada 23 Oktober 2026.
Menurut Agustina, pertukaran budaya juga bisa dilakukan melalui karya sastra dan seni. Salah satunya lewat Residensi Silang Rimbaud, program yang memberi kesempatan kepada penulis Indonesia dan Prancis untuk saling mengenal melalui pengalaman dan lingkungan tempat mereka berkarya.
Agustina mencontohkan karya Emmanuel Lemeilleur yang merekam Kota Semarang melalui sketsa. Karyanya tak hanya menggambarkan bangunan bersejarah, tetapi juga kehidupan sehari-hari warga. Sudut pandang seniman dari luar kota, menurutnya, bisa membantu masyarakat melihat keseharian mereka dengan cara berbeda. (bae)

