BACAAJA, SEMARANG – Pemkot Semarang membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengembangkan usaha melalui pendampingan, kurasi produk, hingga membuka akses pasar.
Upaya ini dilakukan agar produk lokal semakin mudah menjangkau konsumen, termasuk melalui jaringan ritel modern, hotel, dan peluang ekspor.
Program tersebut dijalankan melalui Waras Ekonomi yang menggabungkan berbagai program pemberdayaan UMKM.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, pendampingan diberikan sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing usaha agar pelaku UMKM bisa berkembang.
Bacaaja: Agustina Ajak GP Ansor Semarang Sukseskan Ketahanan Pangan
Bacaaja: Pemkot Canangkan UCC Terboyo Jadi Mesin Ekonomi Baru Semarang
“Target kita bukan sekadar banyaknya UMKM, tetapi bagaimana usaha-usaha tersebut benar-benar berdaya, memiliki pasar, mampu berkembang, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya memberikan dampak bagi perekonomian Kota Semarang,” kata politikus PDIP itu, Jumat (9/10/2026).
Pemkot saat ini mengkurasi sekitar 1.000 UMKM untuk dikelompokkan berdasarkan kebutuhan usahanya. Berdasarkan data Waras Ekonomi per 5 Oktober 2026, terdapat 1.038 akun UMKM terdaftar.
Sebanyak 609 akun telah terverifikasi profilnya dan siap mendapatkan pendampingan, sedangkan 149 pelaku usaha dengan 58 produk telah terverifikasi lengkap di platform tersebut.
Pendampingan itu mulai membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Sebanyak 43 produk UMKM terkurasi telah masuk ke jaringan ritel modern dan perhotelan, antara lain Alfamart, Kampoeng Semarang, Farmers Market, Hotel Pandanaran, Hotel Horison Nindya, dan AEON.
Selain itu, melalui Program RISE dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, 20 produk UMKM terkurasi telah masuk ke jaringan Pelangi, Gelael, OLSEM, Istana Buah, dan AEON.
Pemkot juga menyiapkan program inkubasi ekspor melalui Waras Ekonomi 2026 untuk membuka peluang produk lokal menembus pasar Amerika Serikat.
Pengembangan UMKM turut dihubungkan dengan sektor pertanian dan perikanan melalui pemetaan usaha, penguatan produksi, identifikasi calon pembeli, serta pencocokan bisnis agar produk sesuai dengan kebutuhan pasar.
Saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Tengah 2026 di Muladi Dome Undip, Rabu (7/10/2026), Agustina mengatakan, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan banyak pihak.
Perguruan tinggi dapat memberikan pendampingan, perbankan menyediakan akses pembiayaan, sedangkan dunia usaha membantu membuka jaringan pemasaran. (bae)

