BACAAJA, SEMARANG – Andhie Fajar Arianto resmi menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Ia diminta memperkuat fungsi deteksi dini agar potensi ancaman dan gangguan bisa dibaca lebih cepat.
Andhie dilantik bersama Edi Winarko sebagai Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Jateng di Kantor Kejati Jateng, Kota Semarang, Kamis (8/10/2026).
Saat memimpin pelantikan, Wakajati Jateng Waito Wongateleng meminta para pejabat baru segera memahami tugas, memetakan persoalan, melakukan mitigasi, dan langsung bekerja.
“Segera pelajari, segera pahami, segera petakan permasalahan, segera lakukan mitigasi dan segera bekerja. Organisasi tidak boleh berhenti hanya karena pergantian pejabat,” kata Waito.
Khusus kepada Andhie, Waito meminta bidang intelijen memperkuat kemampuan membaca perkembangan situasi. Termasuk mengidentifikasi potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang bisa memengaruhi tugas Kejaksaan.
Menurutnya, fungsi intelijen harus mampu memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada pimpinan. Karena itu, jejaring komunikasi dan koordinasi juga perlu diperkuat.
“Intelijen harus mampu menjadi mata dan telinga pimpinan,” ujarnya.
Waito mengingatkan seluruh jajaran Kejati Jateng agar menjaga soliditas dan integritas. Menurutnya, setiap jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab.
“Jabatan adalah amanah, bukan sekadar kehormatan. Setiap penugasan harus dijalankan dengan integritas dan moral agar marwah institusi senantiasa terjaga,” pungkasnya. (bae)

