Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kasus Bullying Muncul Lagi, Sekolah Diminta Introspeksi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Kasus Bullying Muncul Lagi, Sekolah Diminta Introspeksi

T. Budianto
Last updated: Oktober 6, 2026 5:23 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Ilustrasi siswa korban perundungan di sekolah. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Program anti-bullying di sekolah dinilai tidak boleh hanya ramai ketika kasus perundungan muncul. Setelah situasi dianggap aman, pengawasan justru harus tetap berjalan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Pengamat Pendidikan dari PGRI Kota Semarang, Prof Dr Nur Khoiri mengatakan, munculnya kembali kasus bullying dapat menjadi tanda bahwa program pencegahan di sekolah belum berjalan secara konsisten.

“Kalau masih terjadi begitu ya berarti kurang efektif,” kata Nur saat dihubungi, Selasa (6/10/2026). Menurutnya, sekolah bisa saja terlena ketika dalam waktu lama tidak menemukan kasus bullying.

Baca juga: Agustina Minta Tiap Sekolah Punya Forum Anti-Perundungan

Kondisi tersebut kemudian membuat sosialisasi, pendampingan, hingga pengawasan terhadap hubungan antarsiswa menjadi lebih longgar. “Bisa saja sosialisasi dan pengawasannya kendor karena merasa sudah lama enggak terjadi bullying,” ujarnya.

Padahal, menurut Nur, gerakan anti-bullying harus dilakukan secara terus-menerus. Terlebih, setiap tahun sekolah menerima siswa baru yang membutuhkan pemahaman mengenai cara berinteraksi dan menghargai teman.

Karena itu, sekolah bersama Dinas Pendidikan perlu memiliki program rutin yang tidak hanya berupa kampanye, tetapi juga pendampingan dan pengawasan.

“Sekolah melalui Dinas Pendidikan tidak boleh bosan. Tiap tahun ada program rutin untuk mengimplementasikan dan mensosialisasikan gerakan anti-bullying,” tuturnya.

Pendidikan Karakter

Nur juga menilai pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya perilaku bullying. Siswa perlu dibiasakan memahami bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga tidak ada alasan untuk merasa lebih tinggi dari teman lainnya.

Nilai-nilai seperti saling menghargai, tolong-menolong dan kerja sama perlu diterapkan dalam kegiatan sekolah. Salah satunya melalui kegiatan kelompok dengan anggota yang berganti-ganti.

Menurutnya, pola tersebut dapat membuat siswa terbiasa bekerja sama dengan teman yang berbeda dan mencegah terbentuknya kelompok yang terlalu eksklusif. “Budi pekerti penting diperhatikan. Kegiatan-kegiatan yang berkelompok itu melatih kerja sama,” katanya.

Baca juga: Agustina: Bullying Bukan Kenakalan Biasa, Pelaku Harus Diproses

Sekolah juga dapat melibatkan siswa secara langsung dalam gerakan anti-bullying, misalnya melalui pembentukan duta anti-bullying. Keberadaan siswa tersebut diharapkan bisa menjadi contoh sekaligus membantu menyampaikan informasi kepada teman sebaya.

Sebab, Nur menilai pesan mengenai anti-bullying terkadang lebih mudah diterima ketika disampaikan oleh sesama siswa. Dengan cara itu, gerakan anti-bullying diharapkan tidak berhenti sebagai slogan di lingkungan sekolah, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan dalam keseharian siswa.

Sebab kalau sekolah baru sibuk bicara anti-bullying setelah ada korban, itu namanya bukan pencegahan. Itu baru pemadam kebakaran versi pendidikan: datang setelah apinya keburu membesar. (dul)

You Might Also Like

Pemprov Fasilitasi Balik ke Perantauan Gratis

Kemenpar Dorong Shiva Festival Naik Level Nasional

Puasa Aja Belum, Pemprov Jateng Sudah Ancang-ancang Mudik Gratis

Said Iqbal ke PT Victory: Jangan Kabur Dulu, Hak 846 Buruh Harus Beres!

MBG: Keren di Konsep, “Anyep” di Lapangan, Akademisi Spill Masalahnya

TAGGED:bullyingdinas pendidikan jatengheadlineperundungan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article WNA DITANGKAP: Warga negara Ghana berinisial GKF (berrompi oranye) diamankan petugas karena melanggar aturan keimigrasian. (ist) Warga Ghana Main Tarkam Bayaran di Semarang, Berakhir Diciduk Imigrasi
Next Article Arsip Pemerintah Jangan Cuma Disimpan, Itu Rekam Jejak yang Harus Dijaga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Arsip Pemerintah Jangan Cuma Disimpan, Itu Rekam Jejak yang Harus Dijaga

Kasus Bullying Muncul Lagi, Sekolah Diminta Introspeksi

WNA DITANGKAP: Warga negara Ghana berinisial GKF (berrompi oranye) diamankan petugas karena melanggar aturan keimigrasian. (ist)

Warga Ghana Main Tarkam Bayaran di Semarang, Berakhir Diciduk Imigrasi

Ilustrasi aksi perundungan (bullying) atau kekerasan siswa di sekolah.

Siswa SD di Pemalang Tewas Dihajar Kakak Kelas, Polisi Ungkap Pekerjaan Orang Tua Terduga Pelaku

Ilustrasi rapat paripurna DPR RI.

Dok! DPR Sahkan UU Perlindungan Ketenagakerjaan Baru, Terpisah dari UU Cipta Kerja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Sambut Samba di Tengah: PSIS Akhirnya Punya Denilson

Desember 30, 2025
Ekonomi

Wali Kota Ajak ISEI Semarang Dukung “Waras Ekonomi”

Mei 22, 2026
Sepak Bola

Free Kick Rizky Pora Jadi Mimpi Buruk

Desember 28, 2025
Megawati Soekarnoputri kembali tunjuk Hasto Kristiyanto sebagai Sekretaris jendral PDI Perjuangan periode 2025-2030. Keputusan yang membuat kaget kader dan juga pengurus DPP sendiri.
Politik

Hasto Kembali Duduki Takhta Sekjen PDIP Lagi, Pengamat Bilang Begini

Agustus 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kasus Bullying Muncul Lagi, Sekolah Diminta Introspeksi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?