BACAAJA, SEMARANG – Bara api masih tersembunyi di dalam gunungan sampah TPA Jatibarang Semarang. Petugas lantas menerapkan sistem injeksi sebagai upaya pemadaman.
Sistem injeksi itu berupa pemasangan pipa ke dalam tumpukan sampah untuk menyemprotkan air otomatis.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan sistem injeksi mulai diuji coba sejak Minggu (4/10/2026) malam. Cara ini akan terus dikembangkan di area yang masih memiliki bara.
“Iya, sistem injeksi sudah mulai diuji coba. Ini akan ditingkatkan untuk titik-titik injeksinya,” kata Endro, Senin (5/10/2026).
Bacaaja: Udara Sekitar TPA Jatibarang Terdampak Polusi
Bacaaja: Drone Thermal Petakan Bara Tersembunyi di TPA Jatibarang
Sistem tersebut ditujukan untuk mempercepat pemadaman, terutama pada bara yang berada jauh di dalam tumpukan sampah. Kondisi ini sulit ditangani hanya dengan menyemprotkan air dari permukaan.
Endro mengatakan hasil pemantauan drone thermal menunjukkan sebagian besar titik panas masih berada di bagian dalam gunungan sampah. Kondisi itu disebut sebagai deep seated fire atau kebakaran yang berada di dalam tumpukan.
Meski begitu, luas area yang terdeteksi panas terus menyusut. Berdasarkan laporan situasi BPBD, titik panas yang pada 1 Oktober pukul 23.00 WIB masih mencapai 2,3 hektare, turun menjadi 1,8 hektare pada 3 Oktober pukul 05.28 WIB.
Perkembangan terbaru menunjukkan penurunan yang cukup jauh. Pada 5 Oktober pukul 01.00 WIB, area titik panas tercatat tinggal sekitar 0,163 hektare atau 1.630 meter persegi. (bae)

