BACAAJA, SEMARANG – Tidur selama penerbangan memang jadi pilihan paling enak buat mengusir bosan, terutama saat harus menempuh perjalanan berjam-jam. Tinggal pasang posisi nyaman, pakai bantal leher, lalu pejamkan mata sampai pesawat tiba di tujuan.
Tapi, tidur di kabin pesawat ternyata nggak bisa asal nyaman sendiri. Ruang yang terbatas membuat gerakan kecil seperti merebahkan kursi atau kepala yang miring ke bahu penumpang sebelah bisa ikut mengganggu orang lain.
Karena itu, ada beberapa etika sederhana yang sebaiknya diperhatikan sebelum kamu mulai terlelap. Selain bikin perjalanan lebih nyaman, kebiasaan ini juga menunjukkan bahwa kamu tetap menghargai penumpang lain selama berada di dalam kabin.
1. Rebahkan Kursi Pelan-Pelan
Fasilitas kursi yang bisa direbahkan memang menggoda untuk langsung dipakai tidur. Namun, jangan buru-buru menarik sandaran sampai mentok.
Sebelum merebahkan kursi, coba lihat kondisi penumpang di belakang. Bisa saja mereka sedang makan, minum, atau menggunakan meja lipat.
Rebahkan kursi secara perlahan agar tidak membuat minuman tumpah atau makanan berantakan. Cara sederhana ini bisa menghindarkan kamu dari tatapan kesal penumpang di belakang.
2. Jangan Sampai Kepala Nyender ke Orang
Tidur di kursi pesawat yang sempit kadang bikin kepala bergerak ke segala arah. Masalahnya, tanpa sadar kepala bisa berakhir di bahu penumpang yang duduk di sebelah.
Biar nggak kejadian, kamu bisa memakai bantal leher atau travel pillow. Alat ini membantu menjaga kepala tetap berada di posisi yang lebih stabil.
Kalau tidak membawa bantal leher, jaket atau selimut juga bisa dimanfaatkan sebagai penyangga di sisi kepala. Intinya, jangan sampai penumpang sebelah berubah fungsi jadi bantal dadakan.
3. Kalau Mendengkur, Coba Dikurangi
Dengkuran sebenarnya merupakan hal yang wajar saat seseorang tertidur. Namun, suara yang terdengar biasa di rumah bisa terasa jauh lebih mengganggu ketika berada di kabin pesawat yang relatif tenang.
Kalau kamu memang mudah mendengkur, cobalah tidur dengan posisi sedikit lebih tegak. Cara ini bisa membantu membuat posisi tidur lebih nyaman sekaligus mengurangi potensi suara dengkuran yang terlalu keras.
Memilih kursi dekat jendela juga bisa menjadi salah satu pilihan. Selain tidak terlalu sering bersinggungan dengan penumpang lain, posisi tersebut membuat kamu lebih leluasa mengatur posisi tidur.
4. Minum Air Secukupnya
Udara di dalam kabin pesawat cenderung kering sehingga tubuh dan tenggorokan bisa terasa lebih cepat kering. Minum air putih sebelum tidur dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Namun, jangan sampai minum terlalu banyak hanya karena ingin merasa lebih segar. Terlalu banyak minum justru bisa membuat kamu bolak-balik ke toilet dan mengganggu waktu istirahat sendiri maupun penumpang di sebelah.
Jadi, cukup minum secukupnya sebelum tidur dan tetap sediakan air jika diperlukan selama penerbangan.
5. Pakai Penutup Mata dan Earplug dengan Bijak
Penutup mata dan earplug bisa jadi senjata andalan buat kamu yang susah tidur di pesawat. Dua benda ini membantu mengurangi gangguan cahaya maupun suara dari sekitar.
Meski begitu, jangan sampai terlalu tenggelam dalam tidur hingga tidak menyadari kondisi di sekitar. Misalnya ketika awak kabin sedang memberikan makanan atau penumpang di sebelah ingin keluar dari kursinya.
Tetap usahakan peka terhadap situasi meski sedang memakai penutup mata atau earplug. Jangan sampai orang lain harus membangunkanmu berkali-kali hanya karena ingin lewat.
6. Sabuk Pengaman Tetap Terpasang
Sudah menemukan posisi ternyaman dan siap tidur? Jangan lupa tetap memakai sabuk pengaman.
Sebaiknya sabuk pengaman dipasang di luar selimut agar mudah terlihat oleh awak kabin. Dengan begitu, saat terjadi turbulensi, awak kabin tidak perlu membangunkanmu hanya untuk memastikan sabuk pengaman sudah terpasang.
Kebiasaan ini bukan cuma soal sopan santun, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan selama penerbangan. Jadi, meski sedang tidur pulas, sabuk pengaman tetap jadi hal yang wajib diperhatikan.
Tidur di pesawat memang sah-sah saja dan bisa membuat perjalanan panjang terasa lebih singkat. Namun, kenyamanan pribadi tetap perlu dibarengi dengan kesadaran bahwa kabin merupakan ruang bersama.
Dengan memperhatikan hal-hal kecil seperti posisi kursi, kepala, suara, hingga sabuk pengaman, kamu bisa tetap tidur nyaman tanpa bikin penumpang lain merasa terganggu. (*)

