Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tiga Kelurahan Semarang Jadi Pilot Project Kampung Perdamaian
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Tiga Kelurahan Semarang Jadi Pilot Project Kampung Perdamaian

Kota Semarang punya modal yang tidak kelihatan, tapi terasa dampaknya: kehidupan yang damai di tengah warga yang beragam. Kini, tiga kelurahan dipilih menjadi proyek percontohan Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (Redam), dengan harapan budaya rukun tak cuma jadi slogan, tapi benar-benar hidup dari tingkat kampung.

T. Budianto
Last updated: Oktober 4, 2026 12:27 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BERI KETERANGAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memberikan keterangan kepada media, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Tiga kelurahan di Kota Semarang resmi menjadi pilot project Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (Redam). Ketiganya yakni Kelurahan Bandarharjo, Kuningan, dan Ngaliyan. Program tersebut diluncurkan secara serentak di Jalan Kampung Sleko, kawasan Menara Syahbandar, Kelurahan Bandarharjo, Rabu (30/9/2026).

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyambut baik penetapan tiga wilayah tersebut sebagai bagian dari program yang bertujuan memperkuat perdamaian dari tingkat paling bawah.

Menurut Agustina, keberagaman yang ada di Kota Semarang perlu terus dirawat melalui kehidupan masyarakat yang rukun dan damai. Hal itu dinilai penting karena Semarang berkembang sebagai kota perdagangan dan jasa, dengan sektor pariwisata menjadi salah satu penggeraknya.

“Kami ingin menunjukkan kerja keras dari seluruh elemen masyarakat, semuanya menjaga. Kami berada pada sebuah kesadaran bahwa Kota Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa yang titik beratnya ada di pariwisata. Hanya satu saja modalnya yaitu damai. Kalau tidak damai ruwet semua,” kata Agustina.

Baca juga: Pemkot Raih Dua Penghargaan Hukum

Ia menyebut kehidupan harmonis di tengah keberagaman tidak muncul begitu saja. Kondisi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Agustina juga menyinggung penghargaan Harmony Award yang diterima Kota Semarang sebagai terbaik pertama tingkat nasional untuk kategori Kinerja Pemerintah Daerah Tingkat Kota dalam mengelola kerukunan umat beragama.

“Hasilnya hari ini saya sebagai Wali Kota Semarang panen. Toleransi sudah terjaga. Kita mendapat penghargaan dalam ajang Harmony Award, terbaik pertama se-Indonesia, untuk kategori Kinerja Pemerintah Daerah Tingkat Kota dalam mengelola kerukunan umat beragama,” ujarnya.

Potensi Konflik

Menteri HAM RI Natalius Pigai menjelaskan, Kampung Redam dirancang untuk meredam potensi konflik sosial sekaligus memperkuat integrasi bangsa dari tingkat paling bawah.

Program tersebut berbasis pada pemenuhan dan perlindungan hak asasi manusia (HAM). Penerapannya akan dilakukan secara bertahap di berbagai daerah Indonesia dan ditargetkan berjalan penuh dengan landasan Peraturan Presiden.

“Oleh karena itulah sumber-sumber perpecahan di kampung, di desa, di rumah, di tetangga, kita rem sekarang dengan menghadirkan Kampung Redaman, Rekonsiliasi dan Perdamaian,” ungkap Natalius.

Agustina berharap status pilot project Kampung Redam tidak berhenti pada seremoni peluncuran. Nilai-nilai perdamaian dan penghormatan terhadap HAM diharapkan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca juga: Pemkot Semarang Ingatkan RT/RW Soal Batas Wewenang

Menurutnya, pondasi perdamaian nasional justru perlu dibangun dari lingkungan terkecil. Ketika warga di tingkat kelurahan mampu menjaga hubungan baik, menghormati perbedaan dan menyelesaikan persoalan secara bersama, kehidupan kota pun menjadi lebih nyaman.

“Mari kita kuatkan sinergi dari tingkat desa kelurahan untuk membangun pondasi perdamaian nasional yang kokoh. Dan kami ucapkan selamat atas penetapan Kampung Redam serentak ke Indonesia,” pungkasnya.

Pada akhirnya, perdamaian memang tidak selalu membutuhkan panggung besar. Kadang cukup dimulai dari tetangga yang mau saling menyapa, warga yang tidak gampang tersulut, dan masalah yang diselesaikan lewat ngobrol, bukan unggahan yang bikin kolom komentar perang. Sebab kalau kampung sudah damai, netizen mungkin kehilangan satu alasan lagi untuk ribut. (tebe)

You Might Also Like

OTT Lagi, OTT Lagi… Luthfi Ingatkan Jangan Main Api di Birokrasi

Semarang Makin Pede Jadi Kota Sinema

Film Pesta Babi Dilarang Malah Meledak, Mahfud MD Ikut Buka Suara Keras

Kanada Siap Perluas Investasi di Jateng, Agroteknologi Jadi Andalan

Begal Sadis Halmahera Memang Gak Ada Kapoknya, Dito Sudah 4 Kali Masuk Penjara

TAGGED:headlinekampung redampemkot semarangpemprov jatengSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 35 Peserta Lolos Tes Potensi Calon Komisi Informasi Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tiga Kelurahan Semarang Jadi Pilot Project Kampung Perdamaian

35 Peserta Lolos Tes Potensi Calon Komisi Informasi Jateng

Pemkot Dorong Pertanian Terpadu Semarang

Dua Atlet PSE Semarang Bawa Pulang Medali Asian Games 2026

Udara Sekitar TPA Jatibarang Terdampak Polusi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

EKSEPSI DITOLAK--Hakim menolak eksepsi Sudewo, Bupati Pati nonaktif di sidang putusan sela kasus korupsi, Senin (29/6/2026). (bae)
Hukum

Hakim Patahkan Perlawanan Sudewo Pati, Sidang Korupsi Rp6,3 M Tetap Jalan

Juni 29, 2026
Hukum

KPK Bedah Pengakuan Delapan Camat soal Ratusan Jabatan Kosong

Juli 15, 2026
MINTA MAAF--Pengawal tahanan KPK, Rusli minta maaf kepada massa jika tangannya tak sengaja mengenai Sudewo, Senin (29/6/2026). (bae)
Hukum

Isu Sudewo Dipukul Bikin Pendukung Marah, Pengawal KPK Minta Maaf: Bukan Maksud Saya Sengaja

Juni 29, 2026
TERDAKWA BERLARI--AKBP Basuki, terdakwa kasus tewasnya dosen Untag berlari sambil ketawa usia sidang tuntutan, Jumat (8/5/2026). (bae)
Hukum

Kelakuan Gokil AKBP Basuki: Lari Sambil Ketawa setelah ‘Hanya’ Dintuntut 5 Tahun Penjara

Mei 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tiga Kelurahan Semarang Jadi Pilot Project Kampung Perdamaian
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?