Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: IKM Mau Go Green, Modal Awal Jadi Tantangan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

IKM Mau Go Green, Modal Awal Jadi Tantangan

Teknologi ramah lingkungan bisa bikin operasional lebih hemat dalam jangka panjang. Masalahnya, biaya awal tak sedikit, sementara agunan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) terbatas.

T. Budianto
Last updated: September 29, 2026 9:30 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BERI SAMBUTAN: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen memberikan sambutan dalam FGD yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (28/9/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Beralih ke teknologi ramah lingkungan bukan perkara sederhana bagi industri kecil dan menengah (IKM). Selain perlu menyesuaikan proses produksi, pelaku usaha juga harus menyiapkan modal awal yang tidak sedikit.

Kondisi itu menjadi perhatian Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen. Ia mencari terobosan agar pembiayaan hijau bisa lebih mudah diakses IKM di wilayahnya.

“Industri kecil ini, IKM ini rata-rata agunannya juga kecil, sementara untuk melaksanakan industri ramah membutuhkan biaya yang besar,” kata Taj Yasin.

Pernyataan tersebut disampaikan saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Strategis bertema “Mengurai Hambatan Pembiayaan Hijau pada Sektor Industri Kecil dan Menengah” yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (28/9/2026).

Baca juga: Jateng Fair Kelar, Duit Rp5 Miliar Beredar di PRPP

Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, mengatakan penggunaan teknologi hijau berpotensi membuat biaya operasional lebih efisien dalam jangka panjang. Namun, manfaat itu tidak bisa langsung dirasakan karena investasi harus disiapkan sejak awal.

Karena itu, ia berharap FGD tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi. Hasil pembahasan perlu diterjemahkan menjadi terobosan pembiayaan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan IKM.

“Ini yang harus kita dorong bersama-sama dan kita carikan terobosan-terobosan,” katanya. Menurut Taj Yasin, pembahasan pembiayaan hijau penting karena sektor industri menjadi salah satu penopang utama perekonomian Jateng.

Pada triwulan II 2026, ekonomi Jateng tumbuh 5,71 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. Secara kumulatif, ekonomi Jateng pada semester pertama 2026 tumbuh 5,80 persen.

Penyumbang Terbesar

Sektor industri menjadi penyumbang terbesar perekonomian Jateng dengan kontribusi 33,18 persen. Disusul sektor perdagangan sebesar 13,78 persen dan pertanian 12,56 persen.

“Kita tidak cukup hanya berbicara bagaimana mempertahankan pertumbuhan, kita juga harus berbicara tentang bagaimana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan produktivitas yang lebih tinggi, daya saing yang lebih kuat, lapangan kerja yang semakin berkualitas dan keberlanjutan ekonomi dalam jangka panjang,” kata Taj Yasin.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Jateng, Taufik Andriawan, mengatakan pembiayaan hijau diperlukan untuk membantu memitigasi risiko krisis lingkungan sekaligus mendukung arah pembangunan Jateng 2025-2030.

Baca juga: UMKM Syariah Jateng Siap Naik Panggung

Menurut Taufik, perbankan di Jateng telah mendukung pembiayaan hijau melalui penyaluran kredit ke sektor-sektor yang berpotensi mendukung pembiayaan tersebut. Namun, jumlah pengajuan kredit di sektor itu masih relatif kecil.

Ia menilai peningkatan pembiayaan hijau membutuhkan kolaborasi pemerintah, OJK, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, akademisi, pakar lingkungan, dan pelaku industri. “Diperlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh stakeholders untuk meningkatkan potensi pembiayaan hijau di Jateng,” kata Taufik.

Bagi IKM, beralih ke teknologi hijau bukan hanya soal niat menjaga lingkungan. Ada hitung-hitungan modal yang harus masuk akal. Sebab, ajakan untuk lebih ramah lingkungan akan sulit berjalan kalau biaya awalnya sudah bikin usaha megap-megap.  (tebe)

You Might Also Like

Balikpapan Setop MBG saat Libur Sekolah, Daerah Lain Kapan Nyusul?

Buyer Furnitur Dunia Diajak ‘Tur Pabrik’, Jepara Siap Gelar JIFBW 2026

Gubsu Bobby Razia Pelat BL setelah Gagal Rebut 4 Pulau Aceh, DPR: Bisa Bikin Perpecahan Bangsa

Founder Gojek Nadiem Makarim Kaya Raya, tapi Jadi Tersangka Korupsi Laptop Chromebook

Speling di Banyumas Jadi Tempat Curhat Pelajar

TAGGED:go greenheadlineikm jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Keracunan MBG Berulang, Gus Yasin Minta Daerah Bisa Suspend SPPG
Next Article 884 Puskesmas di Jateng Dapat Alat Diagnostik TBC

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti alat yang digunakan siswa di Magelang untuk merampok rumah gurunya.

Edan! Siswa SMP di Magelang Rampok Rumah Gurunya

884 Puskesmas di Jateng Dapat Alat Diagnostik TBC

IKM Mau Go Green, Modal Awal Jadi Tantangan

Keracunan MBG Berulang, Gus Yasin Minta Daerah Bisa Suspend SPPG

Naik Argo Merbabu Serasa Time Travel, Livery Lawas Bawa Nuansa Kereta 1950-an

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Nama AHY Disebut Sonny Sonjaya Ikut Nikmati Korupsi MBG, Demokrat Pasang Garis Tegas

Juni 10, 2026
Plesir

Dieng Bikin Wisatawan Betah di Atas Awan

September 1, 2026
Sirkular

Kisruh Tambang Kendeng: Gunretno Dipanggil Polisi, Alam Tetap Jadi Korban

Desember 4, 2025
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Info

Apa yang Bikin Rakyat Kecewa? Survei Tempo: Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran Anjlok Jadi 37 Persen

Agustus 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: IKM Mau Go Green, Modal Awal Jadi Tantangan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?