Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Guru di Batang Jadi Korban Keracunan MBG, Lemas dan Trauma: Lebih Sakit dari Terserang Covid-19
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Guru di Batang Jadi Korban Keracunan MBG, Lemas dan Trauma: Lebih Sakit dari Terserang Covid-19

R. Izra
Last updated: September 29, 2026 8:39 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
KORBAN KERACUNAN MBG - Polisi menjenguk korban keracunan MBG di Batang yang dirawat pada sebuah fasilitas kesehatan (faskes) setempat.
KORBAN KERACUNAN MBG - Polisi menjenguk korban keracunan MBG di Batang yang dirawat pada sebuah fasilitas kesehatan (faskes) setempat.
SHARE

BACAAJA, BATANG – Sudiatmono (46), guru PJOK SDN Pasusukan merasakan pengalaman pahit. Ia mengalami trauma. Sudiatmo merupakan satu di antara ratusan orang yang mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Rasa sakit yang ia rasakan setelah mengalami keracunan MBG, menurutnya lebih parah dari saat dulu terserang Covid-19.

Sudiatmono mengaku mengalami gejala setelah menyantap menu MBG bersama murid-muridnya. Ia bahkan harus menjalani perawatan di rumah sakit dan mengaku masih merasakan dampaknya hingga kini.

Yang membuatnya heran, tidak ada rasa atau aroma aneh ketika makanan tersebut disantap.

Bacaaja: Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi
Bacaaja: Keracunan MBG di Garut Pecahkan Rekor, 657 Siswa Jadi Korban

“Jadi kan saya biasa makan itu pagi bareng dengan anak-anak. Itu sampai ndak ada rasa apa-apa, biasa normal gitu,” ujar Sudiatmono, Senin (28/9/2026).

Menu yang disantapnya saat itu berupa telur bolognese. Sudiatmono mengaku hanya memakan sekitar setengah bagian telur, lengkap dengan saus atau mayones.

Ia juga makan bersamaan dengan para siswa. Tidak ada kebiasaan mencicipi makanan terlebih dahulu sebelum murid-muridnya makan karena mereka memang terbiasa menyantap makanan bersama.

Usai makan, aktivitas Sudiatmono masih berjalan normal. Tidak ada keluhan berarti hingga sore hari.

Namun, kondisi berubah ketika malam tiba. Ia mulai merasakan pusing, mual, hingga nyeri pada tubuh. Kondisinya kemudian semakin lemah dan membuatnya harus mendapatkan perawatan medis.

Sudiatmono sempat dibawa ke Rawat Inap Bawang. Namun, fasilitas yang tersedia penuh sehingga ia kemudian dirujuk ke RSUD Limpung.

Selama di rumah sakit, ia menjalani perawatan selama dua hari dua malam. Setelah kondisinya membaik, ia diperbolehkan pulang pada Jumat sore.

Meski sudah kembali ke rumah, kondisinya ternyata belum benar-benar pulih. Sudiatmono masih mengaku lemas dan sesekali merasakan nyeri pada bagian perut.

“Ini sampai saat ini masih merasakan lemes. Lemes masih kadang perut masih terasa nyeri,” katanya.

Pengalaman tersebut juga membuatnya lebih waspada terhadap makanan yang dikonsumsi. Ia mengaku belum berani kembali menyantap menu yang sama.

Bahkan, pengalaman tersebut membuatnya merasa trauma.

“Trauma sudah,” tegasnya.

Ia kemudian membandingkan rasa sakit yang dialaminya dengan pengalaman ketika pernah terkena Covid-19. Namun, perbandingan tersebut merupakan pengalaman subjektif yang dirasakan Sudiatmono dan tidak bisa menjadi ukuran medis untuk membandingkan kedua kondisi tersebut.

“Soalnya saya dulu kena Covid, tapi rasanya lebih sakit ini daripada kena virus Covid,” lanjutnya.

Kasus dugaan keracunan MBG di Bawang sendiri sebelumnya telah membuat ratusan penerima manfaat mendapatkan penanganan medis.

Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah mengambil langkah terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang setelah ditemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program.

Wakil Kepala BGN Trenggono mengatakan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG bukan hanya menjadi tanggung jawab BGN. Pemerintah daerah, termasuk bupati dan jajaran terkait, juga dapat ikut melakukan pengawasan sesuai kewenangannya.

“Semua berhak mengawasi, bukan hanya dari BGN saja. Pemda, bupati dan jajaran dapat ikut membantu mengawasi,” kata Trenggono, dikutip dari Antara, Sabtu (26/9/2026).

Kasus di Bawang kini menjadi sorotan karena menyangkut keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak hingga tenaga pendidik.

Bagi Sudiatmono, kejadian tersebut bukan sekadar angka dalam laporan. Ia harus menjalani perawatan, masih merasakan keluhan setelah pulang, dan membawa pengalaman yang membuatnya trauma. (*)

You Might Also Like

Isi Dompet Prabowo Bikin Publik Melongo, Angkanya Tembus Fantastis Banget

Niat Meniru Konten Dewasa, Guru SD Kini Tersandung Kasus

Wow! Asetnya Capai Rp12 Triliun, 33 BPR BKK se-Jateng akan Merger jadi Bank Syariah

Wajib Tahu, Keracunan Makanan Anak Bisa Serang Saraf dan Ginjal

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

TAGGED:batangbawangcovid-19guruheadlinekorban keracunan mbg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pegal Karena Duduk Lama, Coba Gerakan Ini
Next Article 21 Budaya Jateng Resmi Diakui Nasional

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

884 Puskesmas di Jateng Dapat Alat Diagnostik TBC

IKM Mau Go Green, Modal Awal Jadi Tantangan

Keracunan MBG Berulang, Gus Yasin Minta Daerah Bisa Suspend SPPG

Naik Argo Merbabu Serasa Time Travel, Livery Lawas Bawa Nuansa Kereta 1950-an

WNA Timor Leste Setahun Overstay, Ditangkap di Kampus Saat Mau Ujian

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pengunjung sedang memilih baju bekas di lapak thrifting depan Sam Po Kong, Semarang.
Info

Baju Lebaran Bukan Hanya di Mal, Lapak Thrifting Depan Sam Poo Kong Diserbu Pengunjung

Maret 18, 2026
Pendidikan

Kolaborasi Riset: Dari Sampah Jadi Energi, Dari Beasiswa Jadi Solusi

Maret 28, 2026
Wakil Ketua DPRD Jateng, M Saleh.
Info

Wakil Ketua DPRD M Saleh Dorong Jateng Gaspol Fasilitasi Ekosistem Industri Hijau

Desember 2, 2025
Ilustrasi proses pengamatan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan.
Info

Sidang Isbat Digelar Hari Ini: Penentu Awal Bulan Ramadan Versi Pemerintah, Bisa Ditonton Live

Februari 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Guru di Batang Jadi Korban Keracunan MBG, Lemas dan Trauma: Lebih Sakit dari Terserang Covid-19
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?