Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Alasan Ungkap BGN Tutup Permanen 4 SPPG, Termasuk Patalan 2 Bantul
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Alasan Ungkap BGN Tutup Permanen 4 SPPG, Termasuk Patalan 2 Bantul

R. Izra
Last updated: September 25, 2026 11:06 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (Tauwas BGN), Ketut Sumedana. (Dok BGN)
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (Tauwas BGN), Ketut Sumedana. (Dok BGN)
SHARE

BACAAJA, BANTUL – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak disiplin dalam menjalankan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain tidak disiplin menjalan standar operasioanal prosedur (SOP), keempat SPPG yang ditutup itu dinilai tak memenuhi standar kemanan pangan.

Dari keempat SPPG yang ditutup secara permanen, salah satunya adalah SPPG Patalan 2 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan rekam kepatuhan, riwayat kejadian, serta kemampuan masing-masing SPPG dalam memperbaiki sistem keamanan pangan.

Bacaaja: Korban Dugaan Keracunan MBG Karo Sulit Bicara
Bacaaja: Korban Keracunan MBG Batang dari Anak TK hingga Santri Ponpes, Faskes Kewalahan Tangani Korban

“Pemberhentian operasional permanen merupakan langkah tegas terakhir yang kami ambil setelah SPPG bersangkutan tidak menunjukkan iktikad perbaikan yang memadai dalam batas waktu yang ditetapkan,” kata Ketut, Kamis (24/9/2026).

Selain SPPG Patalan 2 Bantul, tiga SPPG lain yang juga dihentikan permanen yakni SPPG Karo Berastagi Sempajaya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara; SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah; serta SPPG Jayapura Depapre Waiya di Kabupaten Jayapura, Papua.

Total terdapat 10.112 penerima manfaat yang sebelumnya mendapat layanan dari empat SPPG tersebut.

BGN memastikan mereka tetap mendapatkan program MBG. Layanan akan dialihkan ke SPPG terdekat yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan memiliki kapasitas yang mencukupi.

Bukan keputusan tiba-tiba

Ketut menjelaskan, penghentian permanen bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Sanksi tersebut diberikan setelah langkah perbaikan yang diminta sebelumnya tidak menunjukkan hasil yang memadai.

Ada beberapa kondisi yang bisa membuat sebuah SPPG diberhentikan secara permanen.

Di antaranya mengalami insiden keamanan pangan lebih dari satu kali, sudah terkena sanksi penghentian sementara lebih dari dua kali, tidak mampu membuktikan perbaikan fundamental terhadap sistem keamanan pangan, atau tidak mendapatkan rekomendasi kelayakan dari instansi terkait.

Menurut Ketut, keamanan pangan menjadi perhatian utama karena program MBG menyangkut langsung kebutuhan makanan anak-anak.

“Kesehatan dan keselamatan anak-anak penerima manfaat adalah prioritas utama, dan kami tidak akan berkompromi terhadap standar keamanan pangan,” tegasnya.

BGN juga memastikan penghentian empat SPPG tersebut tidak membuat penerima manfaat kehilangan hak memperoleh MBG.

Pengawasan di lapangan akan terus diperkuat agar dapur-dapur MBG memenuhi standar yang ditetapkan dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Bagi BGN, program MBG bukan cuma soal memastikan makanan sampai ke penerima manfaat. Makanan yang diberikan juga harus aman dan layak dikonsumsi. (*)

You Might Also Like

Siap-siap! BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, Jateng Terancam Krisis Air

Lompatan Guru Makin Ngebut, Capai Rekor Baru

Semarang Bersiap Jadi Panggung MTQ Nasional 2026

Gaskeun Energi Bersih: Jateng Resmi Luncurkan ‘Forum Anti Emisi’

HUT ke-81 RI di Jateng Tak Cuma Upacara

TAGGED:bgnheadlinesppg patalan 2 bantultutup permanen
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi anak terserang Super Flu. Nah! 18 Kasus Influenza A Muncul di DIY, Ini Cara Pantauannya
Next Article Aktivis LBH Semarang Soroti Klaim Geotermal sebagai Energi Terbarukan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KORBAN KERACUNAN - Sejumlah korban keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut, Rabu (23/9/2026).

Korban Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, Menu Dimasak Sejak Pukul 19.30 WIB

Aktivis LBH Semarang Soroti Klaim Geotermal sebagai Energi Terbarukan

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (Tauwas BGN), Ketut Sumedana. (Dok BGN)

Alasan Ungkap BGN Tutup Permanen 4 SPPG, Termasuk Patalan 2 Bantul

Ilustrasi anak terserang Super Flu.

Nah! 18 Kasus Influenza A Muncul di DIY, Ini Cara Pantauannya

Cuma Punya Dua Kaki, Pedet di Bantul Curi Perhatian

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Stunting Jateng Turun Jadi 9,93 Persen, Tapi Kesenjangan Daerah Masih Jadi PR

September 22, 2026
Pendidikan

Dari Pesantren ke Kampus Dunia

Februari 5, 2026
Politik

Lembur Pakuan, Estetika Kampung Sunda yang Kini Merokat Berkat KDM

Juni 10, 2025
Info

HUT ke-9 Pagersemar: Bukan Cuma Bisnis Hiburan, Tapi Bikin Kota Lebih Hidup

April 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Alasan Ungkap BGN Tutup Permanen 4 SPPG, Termasuk Patalan 2 Bantul
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?